
Arvin yang baru saja tersadar merasa pusing, karena pengaruh obat yang disuntikan Reyhan tersebut
"Vin, kamu sudah sadar?" tanya Reyhan
"Apa yang kau berikan padaku, aku masih merasa lemas" ucap Arvin memegang kepalanya
"Ah, itu hanya obat yang bisa membuatmu tenang saja" ucap Reyhan menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Dimana Arya?" tanya Arvin pelan
"Dia keluar, ada urusan katanya" ucap Reyhan
"Rey, berikan aku minum" ucap Arvin, Reyhan segera mengambil air putih untuk Arvin
"Vin, kemarin waktu aku pergi keluar dengan Viona, Viona seperti mendengar teriakan Lista, tapi Viona juga tidak tau dimana suara itu" ucap Reyhan
"Rey, menurutmu bagaimana keadaan Lista dan anakku?" tanya Arvin
"Vin, bukankah Arya bilang, kalau Lista baik-baik saja" ucap Reyhan
"Tapi aku tidak tenang jika tidak melihat Lista" ucap Arvin khawatir pada istrinya
Tak berapa lama, Kevin masuk ke kamar Arvin
"Ada apa?" tanya Arvin, tanpa menjawab Kevin mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang
"Ganti ke video" ucap Kevin dan memberikannya pada Arvin
"Mas Arvin" ucapnya yang membuat Arvin segera merampas ponsel Kevin
"Sayang, ini benar kamu, Lista" ucap Arvin menatap istrinya itu
"Mas ini aku, mas Aku merindukan kamu" ucap Lista menangis
"Aku juga sayang, apa kamu baik-baik saja?" tanya Arvin
"Aku baik mas, Alice yang merawatku" ucap Lista
"Sayang, kamu bertahan, sebentar lagi aku akan menjemputmu" ucap Arvin
"Mas, aku sudah tidak tahan disini, kasian anak kita" ucap Lista mengelus perutnya
"Sayang, apa kamu bisa mengatakan kamu dimana?" tanya Arvin
"Aku tidak tau, tapi kemarin aku melihat Viona dan kak Reyhan, apa mereka juga di negara ini?" tanya Lista
"Iya sayang, mereka semua juga ikut untuk menyelamatkan kamu" ucap Arvin
"Pantas saja aku mencoba menghubungi kalian tidak bisa" ucap Lista
Namun tiba-tiba saja Arvin tidak bisa melihat istrinya dan juga suara teriakan Lista dan seorang wanita mungkin saja itu Alice
"Sayang, Lista... Lista" teriak Arvin
"Rey, dimana kamu mendengar suara Lista kemarin?" tanya Arvin berdiri
"Kenapa, ada apa dengan Lista?" tanya Reyhan
"Jawab aku, dimana kau memndengar teriakan Lista" bentak Arvin yang membuat Reyhan dan Kevin terkejut juga ngeri
"Vin ada apa?" tanya Juan, bukannya menjawab Arvin pergi meninggalkan kamar itu
"Sudah ayo, nanti aku ceritakan" ucap Reyhan menarik Juan
"Kak ada apa?" tanya Viona yang melihat Arvin keluar dengan marah
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa. Kalian semua tetap dirumah, aku akan pergi" ucap Reyhan yang menyusul Arvin yang sudah pergi lebih dulu
"Kevin hubungi Arya, aku akan menunggunya disana, dan pinjamkan aku anak buahmu" ucap Reyhan, Kevin mengangguk
Reyhan segera Mnegemudikan mobilnya dan menuju tempat kemarin saat dirinya mendengar suara Lista
"Ini ada apa sebenarnya?" tanya Juan yang bingung, Reyhan menceritakan pada Juan, sedangkan Arvin hanya diam dengan wajah gelap membuat siapa saja yang melihatnya akan bergidik ngeri
"Bagiamana Kevin bisa menghubungi Lista?" tanya Juan
"Aku juga tidak tau, kita kesana dulu, kita tanyakan itu nanti pada Kevin" ucap Reyhan
.
.
Sedangkan disisi Lista....
"Kurang ajar, berani kau melawan perintah ku?" tanya pria itu membanting ponsel Alice
"Kenapa aku selalu harus menuruti perintahmu, kau lihat dia sudah memiliki keluarga dan kau berani menahannya di sini" jawab Alice yang melawan pria itu
"Alice aku akan membunuhmu" ucapnya lagi
"Jack, sekarang kau bukan siapa-siapa lagi di keluarga Louis, kau hanya orang luar dan kau tak akan bisa membunuhku" ucap Alice lantang
"Alice nyalimu besar juga" ucap Jack tertawa sinis
"Nona pergilah, aku akan menahannya di sini" ucap Alice sambil mendorong tubuh Jack ke dinding
"Tapi Alice, bagaimana dengan kamu?" tanya Lista
"Jangan perdulikan aku, aku bisa melawan dia nona" ucap Alice menahan Jack sekuat tenaga
Lista segera keluar, dia harus keluar lebih dulu dan nanti dia akan meminta bantuan untuk menolong Alice
"Sayang, bertahan ya, mama akan segera membawa kamu keluar" ucap Lista mengelus perutnya
*
"Wanita sialan" ucap Jack mendorong tubuh Alice, hingga dirinya terpental
Saat Jack melemparkan sebuah kursi kayu pada Alice, Alice segera menghindar
Alice segera berlari keluar untuk mengejar Lista, dia tau pasti sulit bagi Lista untuk keluar dari pintu yang bagai neraka ini
"Alice, aku pasti akan membunuhmu" ucap Jack berlari mengejar Alice
.
Baru saja Lista ingin membuka pintu, tiba-tiba anak buah Jack menghadang Lista
"Kau tidak akan bisa keluar dari pintu ini" ucapnya mencengkaram tangan Lista
"Lepaskan aku, aku mohon lepaskan aku" ucap Lista memberontak
"Bugh... " Alice menendang anak buah Jack
"Nona, cepat keluar" ucap Alice membawa Lista keluar dari rumah itu
"Alice berhenti, perutku sakit" ucap Lista meringis kesakitan
"Nona bertahanlah, kita akan sudah keluar dari rumah ini, hanya tinggal pagar ini nona" ucap Alice, Lista melihat ke belakang dan segera berlari bersama Alice
"Kau tidak akan bisa keluar dari sini Alice" teriak Jack mengeluarkan pistolnya
__ADS_1
"Tolong... tolong" teriak Lista
"Percuma saja kau berteriak, tidak akan ada yang membantumu dan mendengar teriakanmu" ucap Jack tertawa
"Nona, kita lewat sana" ucap Alice menarik tangan Lista melewati pintu samping
Belum lama Lista dan Alice berlari, tiba-tiba tersengar suara benturan yang keras, hingga pagar itu roboh
"Braaak"Alice dan Lista berhenti dan melihat ke arah pagar itu
Seorang pria turun dari mobil itu, dan pria itu tidak asing bagi Lista
"Mas Arvin" panggil Lista berteriak
"Sayang" ucap Arvin yang ingin menghampiri Lista, namun kalah cepat dengan Jack yang sudah menarik Lista
"Lepaskan istriku, dasar kau brengsek" ucap Arvin yang ingin menyerang Jack namun di tahan oleh Reyhan
"Vin tenang dulu, Lista berada di tangan Jack sekarang" ucap Juan
"Apa yang kau inginkan?" tanya Arvin menatap tajam Jack
"Aku hanya menginginkan dia" ucap Jack mendekatkan mulutnya di telinga Lista
"Lepaskan aku, aku mohon" ucap Lista memohon
"Diaaam, kau hanya akan menjadi milikku sayang" ucap Jack tertawa
"Jack, lepaskan dia" ucap Jackie yang baru datang dengan seorang pria tak asing bagi Jack
"Alex, sekarang kau berpihak pada Jackie, karena dia yang menjadi pemimpin Louis?" tanya Jack, Alex hanya tersenyum simpul
"Sayangnya aku tidak berniat untuk berpihak pada keluarga Louis" ucap Alex
"Jack, sekarang lepaskan nona Lista, dia sedang mengandung" ucap Jackie
"Aku tidak perduli, aku memang menginginkan anak ini mati, agar aku bisa bersamanya" uacp Jack
"Kau mau melawan kami, kau sendiri bagaimana kau mau melawan?" tanya Alex
"Alex, aku adalah penguasa disini, bukankah kau tau sendiri aku memiliki ratusan anak buah" ucap Jack sombong
"Lalu dimana anak buahmu?" tanya Alex
Lalu beberapa pria datang dan mengepung tempat itu, membuat Jack tertawa puas
"Lihatlah, anak buahku telah sampai, kalian akan mati" ucap Jack
"Tunggu apa lagi, cepat serang mereka" ucap Jack, namun mereka masih saja diam tak menghiaraukan ucapan Jack
"Mereka bukan anak buahmu, mereka adalah orangku" ucap Alex
"Orangmu, siapa kau sebenarnya?" tanya Jack menatap Alex
"Aku akan memperkenalkan diriku kembali. Namaku Arya Permana" ucapnya, membuat Jack terkejut
"Ja...jadi kau Arya Permana, ketua mafia di negara ini?" tanya Jack ragu
"Ternyata kau mengenalku" ucap Arya
"Jadi Alex adalah Arya Permana?" ucap Jack pelan, melihat Jack yang lengah, Lista menggigit lengan Jack
"Aaakkhh, kurang ajar berani kau memggigitku" ucap Jack mendorong Lista
"Lista"....
__ADS_1
**Bersambung**