Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 44


__ADS_3

"Braakk" Mobil pria itu menghantam mobil Juan hingga terbalik


"Cepat periksa mereka" ucap si bos itu


"Bos, mobil ini kosong" ucap salah satu anak buahnya


"Sial mereka sengaja menjebak kita" ucap Bos itu marah


"Sekarang bagaimana bos?" tanya anak buahnya itu


"Kita kembali dan melaporkannya pada tuan" ucap bos itu dan kembali memasuki mobilnya


Sementara itu...


"Terimakasih Lexi, kau sudah membantu kami" ucap Juan


"Tidak masalah tuan" ucap Lexi mengemudikan mobilnya menuju markas Arya


**Flashback On


Saat Ryo membelokkan mobilnya, tiba-tiba mobil Lexi menghentikan mobil Juan


"Cepat turun, ikut ke mobilku" ucap Lexi membantu Juan dan Ryo


"Tidak bisa, di tubuh mereka ada alat pelacak" ucap Ryo


"Sudah ayo masuk dulu" ucap Lexi dan membuka baju Reki dan juga pria yang mendampingi Reki


Saat Lexi menemukan jahitan di tubuh Reki dan pria itu, dengan cepat Lexi mengeluarkan alat pelacak itu dan menaruhnya di mobil Juan


"Biarkan mobilnya tetap berjalan, lagipun disini tidak akan ada kendaraan yang lewat" ucap Lexi masuk mobil dan segera melajukan mobilnya


**Flashback Off


Setelah sampai di markas Arya..


"Darren" panggil Juan


"Kau tidak apa-apa?" tanya Darren


"Aku tidak apa-apa. Sekarang apa yang harus kita lakukan pada mereka?" tanya Juan


"Kau akan tau nanti" ucap Darren tersenyum licik


.


Sedangkan di sisi lain


"Maafkan kami tuan, kami gagal menangkap mereka" ucap si bos


"Bugh... bugh.. "


"Dasar bodoh, kalian memang tidak becus" ucap Athan


"Tadi kami sempat menemukan mobil mereka, tapi di mobil itu kosong" ucap si bos itu


"Kalian tak berguna" ucap Athan


"Door... door... " dua tembakan menembus dada kedua pria itu


"Tuan kenapa anda membunuh mereka?" tanya salah satu anak buah Athan


"Siapa saja yang tidak becus bekerja, lebih baik di bunuh" ucap Athan


"Kita harus segera menuju tempat Reki di sekap dulu. Aku yakin dia berada di sana" ucap Athan


"Baik tuan, kami akan menyelidikinya" ucap anak buah Athan


"Aku harap kau tak akan menjadi korban pistol milikku lagi" ucap Athan


"Baik tuan muda, saya tidak akan mengecewakan anda" ucapnya menunduk


.


.


Di perusahaan Wijaya Grup


"Terimaksih atas kehadiran kalian" ucap Arvin berdiri dari duduknya

__ADS_1


"Kami yang harusnya berterima kasih pada tuan muda Arvin dan tuan Daniel yang sudah membantu kami" ucap salah satu pemegang saham Wijaya Grup itu


"Saya harap kedepannya perusahaan Wijaya akan lebih berkembang dari sebelumnya" ucap Arvin sopan


Setelah itu mereka pun pergi dari ruang rapat dan hanya tinggal Arvin, Daniel dan Ramon


"Tuan saya mendapat kabar dari Ryo, bahwa Reki sudah di bawa ke markas tuan Arya" ucap Daniel


"Bagus. Papi, Arvin akan pergi lebih dulu" pamit Arvin


"Iya, Berhati-hatilah" ucap Ramon menepuk bahu putranya


"Baik pi" jawab Arvin


"Tuan, saya permisi" ucap Daniel, Ramon mengangguk


Setelah itu, Daniel melajukan mobilnya menuju markas Arya


"Tuan, tadi Lexi berkata ada yang mengikuti mobil tuan Juan" ucap Daniel


"Pasti di tubuh mereka sudah ditanam alat pelacak" ucap Arvin yang sepertinya sudah menyadarinya


"Siapa sebenarnya yang berada di belakang Reki" ucap Daniel penasaran


"Yang pasti, orang itu hanya ingin menjadikan Reki sebuah bonekanya saja" ucap Arvin datar


"Apakah mereka orang keluarga Louis?" tanya Daniel


"Aku rasa bukan. Sampai saat ini keluarga Louis masih belum ada pergerakan untuk menyerang" ucap Arvin tenang


Tak lama setelah itu, Arvin telah sampai di markas Arya


"Tuan muda" sapa Ryo, Arvin hanya mengangguk


"Bagaimana?" tanya Darren


"Kau tenang saja, aku sudah megurung dia" ucap Darren


"Kali ini kita harus perketat penjagaan" ucap Juan tersenyum sinis


.


.


.


"Nyonya muda mau makan dengan apa?" tanya bi Ani


"Bi, Lista pingin makan yang enak dan seger gitu bi" ucap Lista


"Nyonya mau bi Ani buatin es?" tanya bi Ani, Lista menggelengkan kepalanya


"Apa mau bi Ina buatin salad buah?" tanya bi Ina, Lista menggelengkan kepalanya lagi


"Oh bibi tau, pasti nyonya muda pingin rujak ya?" tebak bibi, Lista menatap bibi dengan wajah sumringah


"Kayaknya rujak enak ya bi. Tapi Lista pingin rujak buah" ucap Lista


"Ya sudah bibi buatin dulu" ucap bibi


"Bi, ada mangga gak?" tanya Lista


"Tidak ada nyonya" jawab bibi


"Tuh di depan ada mangga" ucap Lista menunjuk pohon mangga milik tetangganya


"Tapi orang yang punya pohon mangga itu tidak pernah keluar" ucap bibi


"Begini saja, bagaimana kalau bi Ani belikan dulu di supermarket" ucap bi Ani


"Di supermarket kurang fres bi" ucap Lista


"Atau beli di pasar" ucap bi Ina


"Udah bi gak usah, terlalu jauh. Lista coba minta sama yang punya rumah" ucap Lista berdiri dan segera ke luar rumah


"Nyonya anda mau kemana?" tanya Bian yang melihat Lista kearah gerbang


"Aku mau ke rumah itu, aku mau minta mangga" ucap Lista

__ADS_1


"Tapi nyonya tuan muda tidak memperbolehkan anda keluar" ucap Bian


"Cuma dirumah itu saja Bian" ucap Lista


"Baiklah, nyonya tunggu sini biar saya yang kesana" ucap Bian langsung menuju rumah tetangga majikannya itu


Lista menuruti keinginan Bian, dia tetap berada di dalam gerbang bersama ketiga bibi itu


"Sedang apa kalian disini?" tanya mami tiba-tiba


"Nyonya besar" ucap bi Ani


"Lista ingin makan rujak buah mi, tapi Lista mau rujak mangga" ucap Lista


"Dari mana dapat mangga kalau tidak beli di supermarket" ucap Elin menoel hidung menantunya itu


"Itu Bian minta ke tetangga depan" ucap Lista, Elin pun melihat arah yang dintunjuk Lista


"Ya ampun sayang, itu yang punya rumah terkenal galak, takutnya Bian gak dikasih" ucap Elin cemas


"Mami telfon papi ya, biar papi yang belikan di kedai buah" ucap Elin


"Nyonya, itu Bian sudah dapat" ucap bibi


"Ini mangganya nyonya" ucap Bian


"Makasih Bian" ucap Lista sumringah


"Biar bibi bersihkan dan buatkan bumbu untuk rujaknya" ucap bibi masuk dan diikuti bi Ani dan bi Ani


Lista dan Elin langsung masuk dan duduk di ruang tamu sambil menunggu rujaknya datang


"Nyonya ini rujaknya" ucap bibi


"Wah enak sekali bi" ucap Lista dan langsung memakan rujak itu


"Lista, sepertinya mangganya sangat asam" ucap Elin yang mengerutkan keningnya membayangkan betapa asamnya mangga muda itu


"Enggak mi, mangganya sangat enak" ucap Lista memakan rujak mangga itu


"Wah makan apa ini, kok kayaknya enak banget?" tanya Ramon yang baru datang bersama Arvin dan Daniel


"Sayang kamu makan apa?" tanya Arvin


"Makan rujak, papi sama mas Arvin mau?" tanya Lista


"Enggak" jawab Ramon dan Arvin bersamaan


"Kompak banget" ucap Elin tertawa kecil


"Sudah papi mau ke kamar mau mandi dulu" ucap Ramon


"Arvin juga" ucap Arvin mencium kening istrinya itu


Baru saja Arvin dan Ramon baru ingin menuju kamarnya, tiba-tiba


"Door.... door... door"


"Mas suara apa itu?" tanya Lista terkejut


"Sayang jangan keluar, tetap didalam rumah" ucap Arvin yang langsung keluar


Saat Arvin berada di luar, dia melihat Bian sudah keluar bersama mobilnya mengejar pria yang menembakkan pelurunya pada dinding rumah Arvin


"Tuan" ucap Daniel yang sudah siap dengan mobil miliknya


Arvin segera naik, dan Daniel melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh


Sedangkan di rumah, Lista terlihat sangat khawatir dengan kejadian yang baru saja terjadi


"Lista kamu masuk ke kamar ya" ucap Ramon


"Bi kunci semua pintu dan jendela" ucap Ramon


"Baik tuan" ucap bi Ina


Saat Lista berada di kamarnya, dia melihat pintu balkon terbuka


Lista langsung menutup pintu balkon kamarnya. Lista melihat bayangan seseorang dan segera berbalik badan

__ADS_1


"Aaaaakkkhh"....


**Bersambung**


__ADS_2