Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 57


__ADS_3

Hari berikutnya, Arvin langsung terbang kembali ke negara Indonesia dan meninggalkan Lista bersama sang kakek dan juga Daniel. Sedangkan Elin dan Ramon langsung terbang ke negara M untuk bertemu dengan rekan bisnisnya


"Lista, bagaimana kalau kita ke mall, kita shoping" ucap Cantika


"Bagus juga, lumayan bisa menenenangkan pikiran kamu" ucap Viona


"Setuju" ucap Risa cepat


"Baiklah, tapi ajak Lula sekalian" ucap Lista


"Baiklah, aku akan menghubunginya" ucap Risa


"Dimana Daniel?" tanya Lista


"Sepertinya dia berada di bawah bersama Bian" jawab Risa


"Kau mau kemana?" tanya Viona, yang melihat Lista turun dari ranjang


"Aku ingin bertemu dengan kakek" ucap Lista berjalan menuju tempat kakek


"Lista, kamu mau kemana?" tanya Robert yang melihat Lista menuruni anak tangga


"Lista ingin menemui kakek paman" ucap Lista tersenyum


"Baiklah, kau jangan terlalu lelah" ucap Robert mengelus kepala Lista lembut


"Iya paman" jawab Lista, dan segera menuju tempat kakek


"Kakek" panggil Lista


"Ada apa sayang?" tanya Kakek melihat ke arah cucunya itu


"Kek, aku ingin pergi shoping ya" ucap Lista


"Pergilah, tapi ingat jangan terlalu lelah ya" ucap kakek memeluk cucu kesayangannya itu


"Baik kakek" ucap Lista tersenyum imut pada sang kakek


"Ini untukmu, kau bisa berbelanja sepuas hatimu" ucap kakek memberikan golden card


"Tidak perlu kek, Lista juga sudah ada, Mas Arvin memberikannya pada Lista" ucap Lista


"Simpan uang suamimu, dan pakai ini untuk berbelanja dengan sahabatmu" ucap kekek lembut


"Terimakasih kakek" ucap Lista


Setelah itu, Lista menemui Daniel dan Bian dan segera berangkat ke mall


.


Sekitar 25 menit perjalanan, akhirnya Lista sampai di mall tersebut


"Kak Lista" panggil seorang gadis, siapa lagi kalau bukan Lula


"Cepat sekali kau sampai?" tanya Viona


"Dari tempatku ke mall ini hanya butuh waktu 10 menit kak" jawab Lula


"Sudah ayo cepat masuk" ucap Risa


Daniel dan Juan berada tepat di belakang mereka


Lista menghentikan langkahnya saat dirinya melewati tempat perlengkapan bbayi


Lista menatap baju kecil yang tergantung di sana. Lula yang menyadarinya pun segera menghampiri Lista dan memeluknya


"Kak, jangan sedih ya. Kan kalian masih bisa punya anak lagi nanti" ucap Lula merangkul Lista


"Iya" jawab Lista tersenyum kecil


"Apa kak Lista mau mengadopsi aku sebagai anak?" tanya Lula bertingkah imut, membuat Lista terkekeh


"Kau sudah terlalu tua untuk aku adopsi" ucap Lista


"Sudah ayo jalan lagi" ucap Lista, sedangkan ketiga sahabat Lista hanya menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"Lista ikhlaskan dia, sudah cukup kau menderita. Sekarang buatlah dirimu bahagia dengan berbelanja sepuasnya" ucap Risa lantang


"Huuusst" ucap Viona dan Cantika, Sedang Daniel hanya menepuk jidatnya pelan


Lista dan Lula memilih beberapa gaun dan juga baju santai


"Kak Lihatlah ini sangat bagus" ucap Lula


"Lula itu terlalu terbuka" ucap Lista


"Kak, kau kan bisa memakainya saat malam hari" ucap Lula tersenyum jahil


"Malam hari?" tanya Lista


"Iya, saat kau bersama kak Arvin" ucap Lula


"Ti...tidak ini tidak pantas" ucap Lista malu


"Kak Lista malu ya" goda Lula


"Enggak, sudah cari model lain saja" ucap Lista cepat


"Lula" Tiba-tiba seorang wanita memanggil Lula


"Siapa ya?" tanya Lula sinis


"Apa kau lupa padaku?" tanyanya


"Aku tidak lupa, hanya saja aku tidak mengenal kamu" ucap Lula dan menarik Lista pergi


"Lula, kenapa kau begitu sinis padanya?" tanya Lista


"Aku tidak suka padanya" jawab Lula


"Tapi sepertinya aku pernah melihat dia, tapi dimana aku lupa" ucap Lista sambil mengingat


"Sudah tidak usah di ingat-ingat, wajah dia itu memang pasaran" ucap Lula, Lista pun menganggukkan kepalanya


Hampir dua jam mereka shoping kini giliran mereka untuk makan siang di cafe mall itu


"Lula, bisa kita gabung. Aku tidak nyaman makan sendirian" ucapnya


Daniel yang melihat wanita di hadapannya itu pun langsung membelalakkan matanya


"Kenapa kau disini?" tanya Daniel dingin


"Eh, ada Daniel juga" ucapnya tersenyum


"Dan, kau mengenal dia?" tanya Risa menatap Daniel


"Tidak" jawab Daniel cepat


"Pergilah, kami tidak menerima orang luar" ucap Daniel datar. Wanita itu pun langsung pergi dengan kesal


"Awas saja kau Daniel, aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku" batinnya kesal


.


.


***


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 jam, Akhirnya pesawat Arvin mendarat sempurna di bandara Indonesia


Arvin dan Darren mengenakan pakaian serba hitam juga menggunakan masker dan topitopi. Mereka lagsung menuju kediaman Arya


"Bos, tuan muda Arvin sudah sampai" ucap Ryo, Arya hanya mengangguk


"Arya, bagaimana situasinya sekarang?" tanya Arvin langsung pada intinya


"Reki di balik semua ini" jawab Arya


"Pasti ada orang lain di belakang Reki, dia tidak akan bisa melakukannya sendirian" ucap Darren


"Aku masih menyelidikinya" ucap Arya seperti menutup. sesuatu dari Darren dan Arvin

__ADS_1


"Baiklah, aku ingin istirahat dulu" ucap Darren


"Pergilah" ucap Arya


"Apa kau tak menyiapkan kamar untukku?" tanya Darren mengangkat sebelah alisnya


"Apartemenmu tidak jauh dari sini, kau bisa kembali ke apartemenmu" ucap Arya


"Aku sudah lelah untuk kembali ke apartemenku" ucap Darren enteng


"Sial" umpat Arya membuat Darren terkekeh


"Ryo siapakan kamar untuk bocah ini" ucap Arya


"Sial kau masih menganggapku bocah" ucap Darren kesal. Lalu Darren mengikuti langkah Ryo


"Ar, apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" tanya Arvin, Arya menggeleng


Arvin mengerutkan keningnya saat melihat wajah Arya, namun Arvin tak bertanya lagi


Setelah itu, Arvin kembali ke rumah utama, yang langsung di sambut oleh ketiga bibi


"Tuan muda, bagaimana keadaan nyonya muda?" tanya bi Ani


"Sudah membaik bi, hanya saja dia masih sedikit murung" jawab Arvin


"Semoga nyonya segera sehat dan segera kembali seperti dulu" ucap bi Ina yang dapat anggukan dari yang lain


"Terimakasih bi" ucap Arvin dan segera masuk ke kamarnya


"Sayang, aku harap saat kau kembali kesini kau sudah bisa kembali ceria" ucap Arvin memandang foto istrinya itu


.


Sedang di sisi lain...


"Bagaimana cara aku mengatakan padanya, jika dalang dari masalah ini adalah orang yang paling dia percaya" ucap Arya merasa frustasi


"Arya apa kau ada masalah?" tanya Darren yang melihat beberapa putung rokok


"Aku tidak apa-apa" jawab Arya


"Putung rokok begitu banyak, dan beberapa gelas minuman, kau masih bilang tidak ada masalah?" tanya Darren menatap Arya


"Darren temani aku keluar, aku sangat lapar" ucap Arya mengalihkan topik


"Kenapa tiba-tiba?" tanya Darren


"Sudah cepat kau mau makan atau tidak?" tanya Arya kesal


"Iya, sebentar" ucap Darren mendengus kesal


"Darren bagaimana jika salah satu orang yang kau percaya mengkhianatimu?" tanya AryaArya, Darren langsung menghentikan laju mobilnya


"Aku percaya, mereka tidak akan mengkhianati aku" Jawab Darren dan kembali melajukan mobilnya


.


Saat Arvin tengah menyiapkan beberpa berkas yang sudah dikirimkan oleh Erika, tiba-tiba saja ponsel Arvin berdering


"Halo?" ucap Arvin datar


Arvin mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan seseorang di balik telpon itu


"Apa, Kau awasi dia, jangan sampai lengah" ucap Arvin


"Dan satu lagi tuan, dia tidak ada di negara ini" ucap pria di seberang telpon itu


"Apa kau sudah mencari tau?" tanya Arvin


"Sudah, bahkan Kevin tidak bisa menemukan dia" ucapnya


"Baiklah, kau tetap pantau di sana, aku akan mencari tau yang disini" ucap Arvin dan langsung mematikan telphonnya


"Sial, aku mulai merasa tak tenang" ucap Arvin mengacak rambutnya

__ADS_1


**Bersambung**


__ADS_2