Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 47


__ADS_3

**Negara Amerika....


Pesawat Arvin telah sampai di bandara Amerika


Wajah yang tampan, tatapan mata yang tajam dan dingin membuat beberapa wanita yang baru melihat Arvin tak berkedip


"Daniel, apa kau sudah mendapatkan lokasinya?" tanya Arvin dingin


"Dia sendiri yang akan datang menjemput kita tuan" ucap Daniel


Tak berapa lama, terlihat sebuah mobil hitam sedan berhenti di hadapan Arvin


"Apakah anda tuan Arvin Prasetya?" tanya pria di hadapan Arvin yang memberi isyarat pada Arvin dengan matanya


"Siapa kau?" tanya Arvin menatap tajam pria itu


"Saya Kevin, saya yang akan membawa anda ke tempat sahabat anda" ucapnya sopan


"Beberapa mobil sudah berada di belakang untuk membawa rombongan anda" ucapnya sopan


Arvin melihat ke belakang, karena memang dia bersama ketiga sahabat Lista, dan sahabat Arvin juga Bian dan Ryo berada disana


"Baiklah" ucap Arvin, masuk ke mobil paling depan dan diikuti dengan yang lain di mobil lain


"Bagaimana keadaan bosmu sekarang?" tanya Arvin


"Dia bukan bosku, aku hanya membantunya saja" ucap Kevin ketus


"Cih, apa kau masih dendam padanya?" tanya Arvin melirik Kevin


"Kalau aku dendam, aku tidak akan membantunya" ucap Kevin membuat Arvin tersenyum miring


Sekitar dua jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang mewah dan megah


"Dimana dia?" tanya Arvin


"Tentu saja di dalam, apa kau pikir dia akan keluar untuk menyambutmu" ucap Kevin dan langsung masuk ke rumah itu dan diikuti rombongan Arvin


"Hai semua apa kabar" ucap seorang yang tidak asing bagi mereka


"Apa kau sudah puas bermain?" tanya Juan menatap tajam pria itu


"Sialan, aku disini tidak bermain, melainkan aku sedang bekerja" jawabnya kesal


"Buggh" satu pukulan melayang pada perut pria itu


"Ke...kenapa kau memukulku" ucapnya menahan sakitnya


"Itu hukuman untukmu yang pergi tanpa pamit tuan muda Arya Permana" ucap Reyhan kesal. Ya pria itu adalah Arya


"Bukankah aku sudah mengatakan alasannya" ucap Arya duduk di sofa


"Ryo, bagaimana kabar markas?" tanya Arya menatap bawahannya


"Aman terkendali bos" ucap Ryo


"Kalau begitu biar Lexi yang mengurus disana, aku akan mengurus disini" ucap Arya melirik Kevin


"Tidak bisa, setelah masalah ini selesai kembalilah ke negaramu, aku muak melihat wajahmu" ucap Kevin yang memang tidak pernah akur dengan Arvin dan Arya


"Arya, bagaimana keadaan istriku?" tanya Arvin menatap Arya tajam


"Untuk sementara istrimu aman" ucap Arya

__ADS_1


"Sementara, apa nanti dia akan berada dalam bahaya?" tanya Arvin berdiri


"Vin, tenang dulu" ucap Juan menenangkan Arvin


"Arya, apa kau mengetahui posisi Darren dan Ethan?" tanya Reyhan


"Darren dan Ethan, apa mereka juga diculik?" tanya Arya


"Darren mengikuti Lista, hingga ke pesawat dan sampai sekarang tidak ada kabar" ucap Juan


"Ethan?" tanya Arya


"Dia menghilang bersamaan dengan hilangnya Lista" jawab Juan


"Aku pikir Lista di culik oleh keluarga Louis, tapi ternyata bukan" ucap Arya


"Siapa yang menculik Lista?" tanya Arvin


"Orang keluarga Charles" jawab Arya, Arvin mengerutkan keningnya


"Apa, bukankah Charles keluarga Lista?" tanya Reyhan


"Kak, sebenarnya siapa Charles?" tanya Viona penasaran


"Charles adalah keluarga ibu Lista" jawab Reyhan


"Jadi tante Ratna adalah keturunan orang Amerika?" tanya Risa


"Bukan" jawab Reyhan


"Tapi ibu Lista kan tante Ratna kak" ucap Cantika ikut bicara


"Ratna bukanlah ibu kandung Lista, ibu kandung Lista pergi lebih dulu" jawab Juan


"Pantas saja tante Ratna begitu membenci Lista" ucap Risa


"Dia baru tau saat papanya meninggal" jawab Juan


"Dan ada satu lagi yang ingin aku beritahukan pada kalian, Darren adalah kakak kandung Lista" ucap Reyhan


"Apa?" ucap ketiga wanita itu


"Apa Lista sudah tau?" tanya Viona


"Sampai sekarang dia belum tau keluarga kandungnya bahkan Darren adalah kakaknya" jawab Juan


"Arya Sekarang Lista dimana?" tanya Arvin yang sedari tadi hanya diam


"Dia berada di kediaman Louis" ucap Arya membuat Arvin terkejut


"Apa di keluarga Louis?" tanya Arvin


"Aku harus menyelamatkan istriku" ucap Arvin berdiri namun ditahan oleh Arya


"Vin, jangan gegabah, kita harus menyusun strategi dulu" ucap Arya


"Aku tidak bisa menunggu Ar, bagaimana jika keluarga Louis menyakiti Lista dan calon anakku" ucap Arvin menatap Arya tajam dengan wajah merah penuh amarah


"Tapi Keluarga Louis tidak akan menyakiti Lista" ucap Arya


"Bagaimana kau tau kalau mereka tidak akan menyakiti Lista" ucap Arvin menarik baju Arya


"Rey" ucap Juan yang seperti memberikan isyarat pada Reyhan. Reyhan mengerti maksud Juan, dia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan menyuntikkan sesuatu pada Arvin

__ADS_1


"Brengsek kau Rey, apa yang kau berikan padaku" ucap Arvin dengan suara pelan dan perlahan mulai hilang kesadaran


"Bawa dia istirahat di kamar dulu" ucap Arya yang membopong tubuh Arvin dibantu Reyhan


.


.


Di kediaman Louis


Jack duduk di ruang belajar sang kakek sambil menunggu kakeknya datang


"Kau sudah datang ternyata" ucap sang kakek


"Ada apa kau memanggilku, apa kau sudah akan menyerahkan semuanya padaku?" tanya Jack tersenyum sinis


"Aku sengaja memanggilmu kemari, karena aku mau menyerahkan semuanya pada Jackie dan kau menjadi saksinya" ucap kakek


"Apa kau bilang?" tanya Jack berdiri


"Aku tidak akan mengulang kata-kata ku" jawab kakek


"Kakek, apa kau tau, dia sudah membuat keluarga Louis malu" ucap Jack


"Ini semua ulahmu, aku tau kau sengaja menjebak Jackie saudara kandungmu sendiri" ucap kakek lantang


"Kau sudah tau?" tanya Jack tenang


"Jack sebaiknya kau menyerah saja, semua ini adalah milikku" ucap Jackie masuk tanpa permisi


"Apa kau pikir aku akan membiarkan kau memiliki semua ini?" tanya Jack menatap Jackie


"Tentu saja tidak, tapi sekeras apapun kau berusaha merebutnya dariku, semuanya tetap menjadi milikku" ucap Jackie semakin menantang Jack


"Jackie, aku akan membunuhmu" ucap Jack mengepalkan tangannya


"Lakukanlah" ucap Jackie


"Cukup. Keputusanku sudah bulat, Jackie aku percayakan keluarga Louis padamu" ucap kakek menepuk bahu Jackie


"Dan kau, mulai hari ini aku menghapus namamu dari keluarga Louis" ucap kakek tanpa menatap Jack


"Apa kau berani mengeluarkan aku dari keluarga Louis?" tanya Jack menatap kakek dengan tatapan penuh kebencian


"Kenapa tidak" ucap Kakek menarik lengan Jack dan menyayatnya dengan pisau


"Kakek jangan" ucap Jackie yang melihat kakek telah menyayat lengan Jack. Darah menetes dari tangan Jack, namun Jack sama sekali tak merasakan sakit di lengannya


"Kau sudah tak memiliki darah keluarga Louis lagi" ucap Kakek


"Baik kau yang memintanya, namun aku akan membuatmu menyesal" ucap Jack mengeluarkan senjatanya


Melihat Jack mengeluarkan pistolnya, Jackie pun tak ingin kalah, dia juga mengeluarkan pistolnya


"Jika aku bukan satu-satunya yang memegang kendali keluarga Louis, maka tidak ada yang bisa mendapatkan kedudukan itu" ucap Jack


"Bugh... bugh" tiba-tiba pria bertopeng itu memukul Jack


"Silalan, ternyata kau di sini" ucap Jack menatap pria bertopeng itu


"Apa selama ini kau mencariku" tanya pria bertopeng itu


"Dasar pengecut, jika kau seorang pria kau harus membuka topengmu itu" ucap Jack

__ADS_1


Pria bertopeng itu membuka topengnya dan....


**Bersambung**


__ADS_2