Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 62


__ADS_3

"Kakek, sudah jangan marah pada paman lagi" ucap Darren mencoba untuk tetap tenang


"Kumpulkan mereka disana" ucap Arya


"Ethan, kenapa kau mengikuti daddymu, kakek sangat menyayangimu" ucap kakek sangat menyayangkan perbuatan Ethan


"Buang saja basa basimu" ucap Ethan sinis


"Ethan jaga ucapanmu. Dia masih kakekmu" ucap Darren geram


"Kenapa, apa kau tak terima?" tanya Ethan tertawa miring


"Aku akan membunuhmu Ethan" ucap Darren geram


"Lakukanlah, apa kau akan tega membunuhku?" tanya Ethan tertawa


"Apa kau lupa bagimana kita tumbuh bersama dan bagaimana kita bersama beberapa waktu belakangan ini?" tanya Ethan tersenyum Darren terdiam menatap Ethan


"Aku yang akan membunuhmu" ucap Arvin datar


"Ini tidak ada urusannya denganmu" ucap Ethan lantang


"Dia menantu keluarga Charles, jadi dia juga keluarga Charles" ucap kakek Charles


"Robert, kau sungguh bukan seorang manusia" ucap kakek Louis menggelengkan kepalanya


"Tuan Louis, saya tidak pernah ada masalah dengan anda, kenapa anda begitu membenci saya?" tanya Robert tenang


"Jika bukan karena hasutanmu, aku masih memiliki dua cucu. Karena ulahmu, Jack menjadi orang yang begitu tak berperasaan" ucap kakek Louis


"Memang Jack saja yang bodoh, Dia sangat mudah di hasut dan dia tidak bisa menjalankan rencana dengan baik, dasar payah" ucap Robert, mendengar perkataan itu, Jackie mengepalkan tangannya kuat


"Tuan Robert aku memang memebenci Jack, tapi siapa saja yang menghina Jack aku akan Membunuhnya" ucap Jackie mengangkat pistolnya


"Maafkan aku tuan Robert" ucap Jackie yang langsung menembak kepala Robert di hadapan kakek Charles


"Daddy" teriak Ethan


"Tuan" begitupun Jonathan juga berteriak


"Kurang ajar" ucap Ethan memberontak


"Lebih baik kau diam, kini giliranmu" ucap Darren yang mengangkat pistolnya


"Darren, apa kau akan menembakku? tanganmu saja gemetar memegang pistol" ucap Ethan tertawa


"Darren, kau tidak akan rugi jika kehilangan sampah seperti dia" ucap Arvin memegang tangan Darren untuk menahan agar tidak gemetar


"Kau tidak sendiri, kami selalu bersamamu" ucap Juan memegang pundak Darren


Darren melihat arah kedua sahabatnya yang lain, keduanya menganggukkan kepalanya


"Kau dengar bukan, aku tidak sendiri. Aku masih punya kakek, adikku, sahabatku, dan orang yang baik yang selalu mengelilingiku" ucap Darren memejamkan matanya dan langsung melepas tembakan beberapa kali di bagian dada Ethan


Sebelum ambruk Ethan menatap Darren dan tersenyum


"Da... Darren terimakasih" ucap Ethan tersenyum lembut pada Darren


"Ethan" lirih Darren yang langsung terduduk di hadapan Ethan

__ADS_1


Ethan menggenggam tangan Darren dan menatap Darren


"Ma...af, aku membuatmu kecewa. Aku tidak pantas menjadi saudara dan keluargamu" ucap Ethan terbata-bata


"Aku tidak tau harus memaafaknmu atau tidak, tapi hal yang sulit untukku adalah kehilangan dirimu" ucap Darren tak dapat menahan air matanya


"Jika ada kehidupan selanjutnya, aku ingin menjadi keluarga dan saudara yang baik untukmu" ucap Ethan dengan nafas tersenggal, Darren menganggukkan kepalanya


"Selamat tinggal" ucap Ethan yang langsung memejamkan matanya, dengan air mata yang mengalir


"Ethan, selamat jalan" ucap Darren yang masih menggenggam tangan Ethan


"Darren, biarkan dia pergi dengan tenang" ucap Arvin mengangkat tubuh Darren


"Darren, Ethan anak baik, hanya saja dia termakan omongan Robert" ucap Kakek Charles memeluk cucu tertuanya itu


"Arya, aku serahkan Jonathan padamu" ucap Arvin


"Kau tidak perlu khawatir, aku sudah mengirim dia di hutan, yang dimana dia tidak akan bisa keluar dari hutan itu sampai maut yang mengeluarkannya" ucap Arya tersenyum, namun senyuman itu terlihat begitu menakutkan


"Ternyata saat Darren menembak Ethan, Arya meminta anak buahnya membawa Jonathan ke tengah hutan


"Apa dia semenakutkan itu?" tanya Jackie pada Reyhan


"Itu belum seberapa, jika kau tau saat Arvin marah, rasanya kau ingin mati saat itu juga" ucap Reyhan yang membuat Jackie bergidik ngeri


. ***


. ***


Keesokan harinya


Lista sudah bersiap untuk kembali kenegara Indonesia. Namun sebelum itu, mereka masih mengadakan pesta untuk memperkenalkan Lista pada dunia bahwa dia cucu kedua keluarga Charles


"Terimakasih mas, aku sangat bahagia sekarang. Aku punya kakek, aku punya kakak, dan yang paling penting aku punya suami yang baik seperti kamu" ucap Lista


"Maafkan aku, perlakuan ku dulu kasar padamu, tapi sekarang aku sangat mencintaimu dan aku tak ingin kehilanganmu" ucap Arvin dengan lembut


"Ekhem, apa kalian tidak bisa melihat suasana?" tanya Darren kesal


"Kenapa, aku bermesraan dengan istriku tidak salahkan" ucap Arvin enteng


"Lista, bisakah kakak mengajakmu berdansa?" tanya Darren mengulurkan tangannya


"Tentu saja kak" ucap Lista menerima tangan Darren


Tanpa Arvin sadari seseorang menertawakannya karena melihat wajah kesal Arvin


"Hah, istri tercinta di bawa kabur oleh sang kakak" ledek Arya membuat Arvin menatap Arya tajam


"West, santai bro. Biarkan saja mereka berdansa, karena Darren tidak akan ikut kita kembali ke Indonesia" ucap Arya


"Kenapa begitu?" tanya Arvin


"Tuan Charles sudah tua, dia sudah tidak bisa meminpin perusahaan lagi. jadi dia yang akan menjalankan perusahaan kakeknya disini" ucap Arya


"Lalu bagimana dengan perusahaan miliknya?" tanya Arvin


"Aku tidak tau" jawab Arya

__ADS_1


"Haah, sudahlah nanti aku akan bahas dengan Darren" ucap Arvin meninggalkan Arya dan berjalan menuju arah istrinya yang sedang berdansa


"Hei, apa yang kau lakukan?" tanya Darren kesal


"Tentu saja mengambil istriku" ucap Arvin santai membuat Darren semakin kesal


"Sudahlah, bukankah kau tau bagaimana sifat sahabatmu" ucap Arya menarik Darren menjauh dari pasangan bucin itu


Setelah acara pesta dansa itu, Lista kembali berkumpul dengan ketiga sahabatnya itu


"Darren aku dengar kau akan menetap disini?" tanya Arvin


"Iya, aku tidak tega meninggalkan kakek sendiri disini" ucap Darren


"Lalu perusahaanmu disana bagaimana?" tanya Darren


"Bukankah kau bisa mengambil alih" ucap Darren


"Sialan, apa kau pikir aku tidak sibuk. Sekarang aku sudah memegang tiga perusahaan, di tambah milikmu. Apa kau ingin aku bekerja siang dan malam" ucap Arvin kesal


"Bukankah ada Daniel" ucap Darren


"Darren sudah memegang perusahaan milik Lista, dan dia juga masih menjadi asistenku" ucap Arvin


"Kau cari asisten lain saja" ucap Darren enteng


"Tuan, jika saya di pecat bagaimana nasib saya tuan" ucap Daniel memelas


"Arya, berikan Lexi padaku. Biarkan dia menjadi asistenku" ucap Arvin


"Tuan anda benar-benar ingin memecat saya" ucap Daniel lagi


"Aku tidak bisa memutuskan, kau tanyakan saja pada orangnya sendiri" ucap Arya sambil menegak minumannya


"Bagaimana Lexi, apa kau menerima tawaranku?" tanya Arvin


"Kalau saja saya menjadi asisten anda, bagaimana dengan nasib Daniel?" tanya Lexi


"Aku memecat Daniel menjadi asistenku. Tapi Daniel kau sekarang akan memegang perusahan milik Darren" ucap Arvin


"Ta..tapi saya tidak bisa melakukannya sendiri tuan" ucap Daniel


"Kau tidak perlu khawatir, kami akan membantumu" ucap Juan yang dapat anggukan dari Arya dan Reyhan


Daniel menatap Arvin dan Darren, lalu mereka menganggukkan kepalanya


"Baiklah, saya akan melakukan yang anda perintahkan tuan" ucap Daniel sopan


"Terimakasih Daniel" ucap Darren menepuk bahu Daniel


.


.


"Kak Lista, maaf aku terlambat" ucap Lula yang baru saja datang


"Tidak apa Lula, lagipun acara juga baru di mulai" ucap Lista lembut


"Lula duduklah" ucap Risa mempersilahkan Lula duduk

__ADS_1


"Kau" ucap Lula dan Arya bersama


**Bersambung**


__ADS_2