
Dua hari setelahnya, Arvin tidak pernah bertemu Lista. Seperti saat ini, Lista pergi lebih awal dan pulang sebelum Arvin pulang
"Bi, Lista dimana?" tanya Arvin
"Nyonya muda sudah berangkat dari tadi pagi tuan" jawab bi Ani
"Apa dia sarapan pagi ini?" tanya Arvin
"Tidak, tapi nyonya membawa beberapa roti untuk berbagi dengan temannya" ucap bi Ani
"Lista, aku harap kamu tidak menjauh dariku" ucap Arvin pelan
"Bi, minta seseorang untuk mencabut semua bunga di taman, dan ganti bangku ditaman dengan yang baru" ucap Arvin
"Baik tuan muda" ucap bi Ani
"Lista, aku benar-benar sudah jatuh hati padamu" ucap Arvin memejamkan matanya, dan memutar kursi rodanya meninggalkan meja makan
"Tuan, anda mau kemana?" tanya bi Ina
"Aku akan pergi dulu" jawab Arvin
"Tapi anda belum sarapan" ucap bi Ina
"Aku tidak lapar" jawab Arvin datar
"Daniel, kita pergi sekarang" ucap Arvin
Sebenarnya Daniel bingung, ingin pergi kemana, karena saat itu masih terlalu pagi untuk ke kantor. Namun melihat wajah Arvin yang sepertinya ingin mencari mangsa, Daniel menuruti saja keinginan Arvin dan tak bertanya
Daniel melajukan mobilnya menuju arah perusahaan
"Apa aku memintamu kearah perusahaan?" tanya Arvin, Daniel, menelan salivanya dan melihat Arvin dari spion depan
"Ma... Maaf tuan, saya tidak tau anda akan kemana?" tanya Daniel
"Pergi kearah kampus Lista" ucap Arvin dingin
"Baik tuan" ucap Daniel, dan segera memutar balik mobilnya menuju arah kampus Lista
Saat Arvin tepat di depan kampus Lista, Arvin melihat Darren yang sedang menuju arah Lista
Entah apa yang mereka bicarakan, Lista terlihat sangat bahagia saat bersama Darren
"Apa kau sangat menyukai Darren, apakah aku harus melepaskanmu" batin Arvin masih menatap Lista dengan tatapan sendu
"Daniel, segera kau urusi surat perceraian ku dengan Lista" ucap Arvin yang membuat Daniel terkejut
"Tapi tuan, pernikahan anda dan nyonya masih belum genap satu tahun" ucap Daniel
"Tidak apa. Biarkan dia hidup bahagia dengan Darren" ucap Arvin menatap kedekatan antara Lista dan Darren
"Tuan, saya harap kejadian dulu tidak akan terulang kembali" ucap Daniel
__ADS_1
"Tapi ini sudah terjadi" ucap Arvin, yang tanpa sengaja Daniel melihat buliran bening mengalir di pipi Arvin
"Tuan, apa begitu besar cinta anda pada nyonya, hingga anda meneteskan air mata. Saat Mega meminggalkan anda, anda tidak seperti ini" batin Daniel merasa iba kepada tuan mudanya itu
"Tuan, apa anda baik-baik saja?" tanya Daniel
"Kembali ke kantor" ucap Arvin mencoba mengalihkan pandangannya
Di sisi Lista...
"Itu seperti mobil mas Arvin, tapi untuk apa dia kemari?" ucap Lista pelan
"Lista, apa yang kau lihat?" tanya Darren
"Ehh, ti... tidak ada kak" jawab Lista tersenyum
"Ya sudah, aku kedalam dulu" ucap Darren mengelus pucuk kepala Lista
.
Sementara itu...
Seorang pria tersenyum puas melihat kerenggangan antara Lista dan Arvin
"Lista sebentar lagi kamu akan menjadi milikku, aku akan memilikimu seutuhnya" ucapnya pelan sambil berjalan menuju lorong kampus
Lalu pria itu, meraih ponselnya dan menghubungi seseorang dari balik ponselnya
"Semua sudah berjalan dengan lancar. Langsung ke rencana selanjutnya" ucap pria itu tersenyum miring
.
Di perusahaan Arvin, diam-diam Daniel melihat CCTV rumah Arvin yang langsung tersambung pada ponsel miliknya.
Daniel melihat Bian yang mengendap-endap untuk mengangkat telphonnya
Entah apa yang Bian katakan, terlihat dari wajah Bian, jika dia tersenyum puas
"Bian, akankah kau menghianati tuan muda?" tanya Daniel menghela nafasnya
"Tapi jika dilihat, Bian tidak ada dendam pada tuan muda ataupun tuan besar Ramon" ucap Daniel lagi masih berkutat dengan pikirannya sendiri
"Apakah aku harus bertanya padanya, atau aku harus tetap mengawasinya seperti ini" ucap Daniel yang semakin di buat pusing
Disaat Daniel memikirkan cara untuk menyelidiki kasus ini semakin dalam tiba-tiba saja sinyal pasar saham di komputer Daniel berbunyi
"Sial, kenapa bisa anjlok" ucap Daniel dan segera menuju ruangan Arvin
"Tuan, saham kita semakin anjlok" ucap Daniel
"Aku tau, hubungi Arya" ucap Arvin yang masih tetap tenang
Tanpa menunggu lama, Daniel segera menghubungi Arya, dan ternyata Arya sudah berada di depan komputer miliknya
__ADS_1
Saat ini Arya juga sedang mencari tau, siapa dalang di balik ini semua
"Daniel, aku sudah mendapatkan alamat IPnya" ucap Arya
"Segera minta anak buahmu bersiap menuju lokasi yang aku kirimkan" ucap Arya
"Baik tuan" jawab Daniel, sedangkan Arvin masih berada di depan komputernya untuk menstabilkan saham perusahaannya
"Tuan saya sudah mendapatkan alamat IP akun tersebut" ucap Daniel
"Segera pergi dan tangkap dia" ucap Arvin
"Tapi, bagaimana dengan anda?" tanya Daniel khawatir
"Jangan khawatir, kami sudah datang" tiba-tiba ucap seorang pria yang tidak asing bagi Arvin dan Daniel
"Syukurlah jika para tuan muda sudah disini, saya akan segera mengejar orang itu" ucap Daniel sedikit membungkuk hormat
Cukup lama meraka berkutat di depan laptop mereka masing-masing, kini akhirnya saham perusahaan Arvin kembali normal. Ketiga pria itu pun bernafas dengan lega
Di sisi Daniel...
Daniel dan anak buahnya segera mengepung tempat yang sudah Arya kirimkan
Dengan sangat hati-hati, Daniel menggeledah tempat itu, tapi ternyata mereka terlambat selangkah
Daniel menemukan seorang pria dengan dengan luka tusukan dan juga tembakan
Daniel meminta anak buahnya untuk memriksa keadaan pria tersebut
"Tuan, dia masih bernyawa" ucap salah satu anak buah Daniel
"Segera kirim dia kerumah sakit, dan jaga dia. Sisanya ikut aku memyusuri jalan ini" ucap Daniel yang mulai melewati jalan setapak itu
Baru saja Daniel melewati jalan setapak itu, Daniel melihat seorang berlari dengan tergesa-gesa
Dengan cepat Daniel mengejar orang itu, dan diikuti dengan anak buahnya
Namun bukan Daniel namanya jika tidak bisa mengejar orang itu
"Lepaskan aku, apa yang kalian lakukan?" tanya pria itu memberontak
"Katakan siapa yang menyuruhmu?" tanya Daniel
"Apa maksud kalian, aku tidak tau apa-apa" ucapnya
"Bawa dia kemarkas tuan Arya" ucap Daniel
"Baik tuan" ucap anak buahnya itu
Saat Daniel akan meninggalkan tempat itu, ternyata dia juga melihat seseorang yang sangat dia kenal
"Bian, kau"
__ADS_1
**Bersambung**