Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 26


__ADS_3

"Dari mana mami mendapatkan ini?" tanya Arvin menatap Elin


"Jawab pertanyaan mami" ucap Elin sedikit kesal pada Arvin dan juga Lista


Flasback On


Saat itu Elin masuk kekamar Arvin dan Lista. Awalnya dia hanya ingin mengganti pakaian Lista dengan yang baru


Namun siapa sangka, Elin menemukan sesuatu yang membuat dirinya sangat terkejut


"Papi, papi" panggil Elin terburu-buru


"Mi, ada apa?" tanya Ramon yang masih membaca koran


"Pi coba lihat, apa selama ini mereka menipu kita?" tanya Elin menunjukan selembar kontrak pernikahan Lista dan Arvin


"Apa apaan ini, apa mereka berniat bercerai" ucap Ramon geram


"Mami, harus minta Arvin dan Lista pulang" ucap Elin


"Tak perlu, tunggu sampai mereka pulang" ucap Ramon


Flashback Off


"Apa kalian memang berniat akan bercerai?" tanya Ramon dingin


Arvin menatap Lista, Lista menggenggam tangannya erat


"Iya" jawab Arvin, membuat Lista menatap Arvin


"Plaak" tiba-tiba saja Ramon menampar Arvin


"Papi, Lista mohon jangan pukul mas Arvin" ucap Lista yang saat itu Ramon mengangkat tangannya untuk menampar Arvin lagi


" Aku memutuskan untuk bercerai dengan Lista dalam waktu satu tahun" ucap Arvin, menatap Lista


"Kenapa, kenapa kau ingin menceraikan Lista?" tanya Ramon menyelidik


"Karena aku tak mencintainya" ucap Arvin, Lista masih diam menunduk di samping Arvin


"Apa kau masih mencintai Mega, apa dia pantas medapatkan cinta darimu" ucap Elin emosi, Arvin diam tak menjawab


"Lalu bagaimana disini tertulis hanya 6 bulan. Apa kalian akan segera bercerai ?" tanya Ramon lagi


"Lista yang merubahnya pi" jawab Lista masih menunduk


"Kenapa, apa kau tak mencintai putra mami, atau Arvin menyakitimu?" tanya Elin memegang kedua pundak Lista. Lista menggelengkan kepalanya


"Lista tidak mau menjadi orang ketiga. Dihati mas Arvin ada wanita lain. Jadi Lista mengalah" jawab Lista dengan nada pelan menahan tangis


"Kau istrinya, dan kau berhak atas Arvin Lista" ucap Elin terlihat marah pada Lista


"Sekarang aku sudah mencintai Lista dan juga ingin hidup bersama Lista" ucap Arvin menatap Lista lembut


"Lalu bagaimana dengan Lista?" tanya Ramon, menatap Lista tajam


"Lista juga mencintai mas Arvin pi" jawab Lista dengan suara pelan, Arvin mendekap tubuh Lista dan mencium kening istrinya


"Lalu bagaimana dengan kontrak ini?" tanya Ramon


Arvin mengambil kontrak itu, dan merobeknya di hadapan Lista dan kedua orang tuanya


"Sekarang tidak ada lagi kontrak pernikahan. Aku ingin pernikahan kita nyata, dan kita akan bersama sampai maut memisahkan" ucap Arvin lembut, Lista mengangguk sambil menangis bahagia


"Dasar kau anak nakal, kau selalu saja membuat mami khawatir" ucap Elin menjewer telinga putranya itu


"Ahhh, mami ampun mi sakit mi" ucap Arvin menahan tangan Elin, Lista hanya tersenyum kecil


"Lista pergilah ke kamar dan bersihkan tubuhmu dulu, lalu kita akan makan malam bersama" ucap Ramon, Lista menganggukkan kepalanya


Elin melepas jewerannya, dan meminta Arvin untuk duduk


"Mi, Arvin mau mandi" ucap Arvin


"Diam dulu, papi ingin bicara padamu" ucap Ramon


"Apa kau sudah tau keluarga Lista?" tanya Ramon


"Sudah" jawab Arvin


"Dimana mereka?" tanya Ramon


"Untuk sekarang aku tidak bisa mengatakan pada mami dan papi" jawab Arvin. Elin dan Ramon saling pandang tak mengerti


"Baiklah, mami dan papi menunggu informasimu" ucap Ramon tegas


Tanpa berkata-kata lagi, Arvin meninggalkan kedua orang tuanya menuju kamarnya


"Kau mau kemana?" tanya Elin

__ADS_1


"Mandi bersama istriku" jawab Arvin datar


"Dasar bocah tengik" ucap Ramon kesal membuat Elin tertawa kecil


.


.


Di sebuah bar mewah...


"Darren, kenapa kau terlihat sangat tidak senang?" tanya Juan yang melihat raut wajah tak enak sahabatnya itu


"Tidak apa-apa. Aku hanya merasa lelah" jawab Darren sambil menenggak minumannya


"Kau mungkin bisa membohongi yang lain, tapi kau tak bisa membohongi aku" ucap Juan menatap Darren


Darren menghela nafasnya kasar, dia tak ingin menjawab pertanyaan Juan


"Jika kau ada masalah katakan pada kami, kita akan membantumu" ucap Arya menghisap rokoknya


"Aku hanya berpikir bagaimana cara aku melindungi Lista" ucap Darren


"Apa mereka sudah bertindak?" tanya Reyhan


"Aku juga tidak tau. Tapi aku merasa beberapa hari ini ada seseorang yang mengikutiku" ucap Darren


"Aku akan membantumu, kau tetap tenang dan anggap tidak terjadi apa-apa" ucap Arya


"Arya, bisakah kau berikan aku satu anak buahmu" ucap Darren


"Bukankah kau juga memiliki anak buah?" tanya Juan


"Aku merasa ada penghianat di tempatku" ucap Darren


"Baiklah. Besok aku akan kekantormu" ucap Arya dan dapat anggukan dari Juan dan Reyhan


.


.


.


Sementara itu...


Seorang pria tampan baru saja keluar dari Bandara. Dia mengenakan topi dan juga jaket kulit yang membuat dia semakin terlihat keren


"Baik tuan" jawab sopir taxi itu


"Di mana aku harus menemukan dia, alamatnya saja aku tak tau" ucap pria itu pelan sambil menatap ponselnya


Tak berapa lama, sopir taxi itu menghentikan mobilnya di depan hotel


"Tuan, sudah sampai" ucap sopir taxi


"Baik, terimakasih. Ambil saja kembaliannya" ucap pria itu mengeluarkan selembar uang bewarna merah


"Terimakasih tuan muda" ucap sopir taxi terlihat senang


Saat pria itu akan masuk ke hotel, tiba-tiba seseorang menariknya dan membawanya ketempat sepi


Pria itu tak tinggal diam, dia langsung menyerang orang misterius itu


"Hei, ini aku" ucapnya berbisik


"Kau, kenapa kau mengejutkanku" ucapnya sedikit kencang


"Hust, lihat ada yang mengikutimu" ucapnya menunjuk beberapa orang di sana


"Bagaimana mereka bisa mengikutiku?" tanyanya


"Mana aku tau. Cepat ikuti aku" ucap pria itu berjalan lebih dulu hingga mereka sampai mobil


"Darren, kenapa kau bisa tau aku akan datang?" tanyanya sambil membuka topinya


"Uncle menghubungiku" jawab Darren


"Sekarang apa rencanamu?" tanya pria itu


"Malam ini kau tidur di rumahku, besok aku akan membawamu kesuatu tempat" ucap Darren


"Baiklah, aku juga ingin istirahat" ucapnya dan memejamkan matanya, sedangkan Darren melajukan mobilnya


.


.


Mentari telah menyapa, suara burung saling bersahutan menambah indah suasana pagi dikamar Arvin dan Lista


Lista membuka matanya, dan segera bersiap ke kamar mandi untuk bersiap pergi bekerja

__ADS_1


Setelah selesai dengan ritwal mandinya, Lista membangunkan Arvin tak lupa dia menyiapkan air untuk Arvin mandi


"Cup" tiba-tiba Arvin mencium bibir Lista


"Mas, kenapa kau mencium ku?" gerutu Lista


"Morning kiss sayang" ucap Arvin dan kembali mencium bibir Lista dan berlari ke kamar mandi


Sambil menunggu Arvin mandi, Lista bermain dengan ponselnya dan membuka grup persahabatan mereka


Lista: hy guys, sepi amat


Risa: Cie yang punya suami lupa sama kita


Cantika: Cie yang punya pacar baru lupa sama kita


Lista: Uuuh Cantika😘


Risa: Kapan aku lupa sama kalian?🤔


Viona: Kenapa kemarin waktu Cantika ajak ke butik kamu nolak😡


Risa: Sorry Vi, lagi ada acara😁


Viona: Dinner sama Daniel


Lista: Cie yang udah jadian gak mau di ajak sahabat😁😁


Risa: Kenapa sih kalian suka ngebully aku😭


Cantika: Gak usah drama. Nanti ketemu di cafe biasa


Risa: Sekarang aku gak bisa😁


Viona:😠😡


Lista:😠😡


Cantika:😠😡


Risa: Iya aku datang😱


Lista: Sampai ketemu di cafe, aku masih mau melayani suami aku😊


Cantika:🤗


Viona:😍


Risa:🙄


Setelah Arvin selesai mandi, Lista membantu Arvin mengenakan kemeja dan juga dasi suaminya itu


"Sayang, kenapa kau tersenyum sendiri?" tanya Arvin


"Gak papa mas. Mas nanti jam istirahat aku ke cafe ya kumpul sama anak-anak?" ucap Lista


"Pergilah" ucap Arvin lembut


Setelah itu mereka pun turun untuk sarapan dengan mertua idaman Lista


"Hari ini mami dan papi akan kembali ke rumah utama" ucap Elin


"Kenapa mi?" tanya Lista


"Mami dan papi mau berkemas, karena mami mau berlibur" ucap Ramon


"Cih, sudah tua masih mau berlibur" ejek Arvin


"Kenapa, jika kau ingin, kau bisa membawa istrimu" ucap Ramon kesal


"Aku akan membawanya keliling dunia" ucap Arvin tak mau kalah


"Kau... " ucap Ramon terhenti saat Elin berdehem


"Cih suami takut istri" ledek Arvin


"Mas" ucap Lista, Arvin langsung terdiam


Setelah sarapan dengan sebuah perdebatan kecil, akhirnya Arvin dan Lista segera pergi ke kantornya


.


Saat Lista dan Arvin sampai kantor, seseorang pria menatap Lista tanpa berkedip


Pria itu berlari mendekati Lista, namun belum sampai pria itu menyapa Darren menahan tangan pria itu


"Bibi"


**Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2