Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 15


__ADS_3

Di perusahaan Arvin, semua di buat kalang kabut dengan adanya seseorang yang berniat menjatuhkan saham perusahaan AV Corp


Arvin yang saat itu sedang mengadakan rapat dengan dewan direksi, tiba-tiba mendapat kabar bahwa anak perusahaan mengalami kegagalan proyek


Setelah rapat, Arvin segera menuju lokasi proyek bersama Daniel dan beberapa pengawalnya


"Apa yang terjadi?" tanya Arvin


"Sepertinya dia sudah beraksi" jawabnya


"Apa ada karyawan kita yang terluka?" tanya Arvin


"Hanya mengalami luka ringan tuan" ucap


"Arya, disini aku percayakan padamu, aku harus kembali lebih dulu" ucap Arvin


"Apa sekarang kau sudah jatuh cinta padanya? Di saat seperti ini, biasanya kau tak pernah meninggalkan pekerjaan" ledek Arya


"Sejak kapan tuan muda Arya Permana suka ikut campur masalah pribadi orang lain?" tanya Arvin


"Aku tidak ikut campur. Tapi jika nanti kau bercerai biarkan aku yang menggantikanmu menjadi suaminya" ucap Arya


"Jangan harap" ucap Arvin dingin dan menatap Arya dengan tatapan membunuhnya


"Baiklah, serahkan saja padaku" ucap Arya, si bos dunia bawah itu


"Oh iya satu lagi, aku masih belum membunuh Ratna dan Evan" ucap Arya


"Bukankah aku sudah bilang, berikan saja pada buaya peliharaanmu" ucap Arvin


"Buaya kesayanganku tidak suka makan daging manusia jahat" ucap Arya enteng, Arvin hanya mengernyitkan keningnya


"Baru tau aku ada buaya pilih makanan" batin Daniel


"Terserah kau saja" ucap Arvin datar


"Dari wajahmu aku melihat kau meragukan buaya milikku Daniel?" ucap Arya, Daniel terkejut dengan ucapan Arya bagaimana dia tau pikiran Daniel


"Bagaimana jika kau yang menjadi santapan buaya milikku, dia pasti suka" ucap Arya membuat Daniel menelan salivanya kasar


"Ti... tidak tuan, maafkan saya" ucap Daniel tersenyum kecut


"Kalau begitu saya permisi tuan" ucap Daniel segera mendorong kursi roda Arvin


"Tuan, sepertinya ada penyusup di perusahaan kita" ucap Daniel pelan


"Periksa kembali seluruh karyawan di kantor, dan juga di rumah" ucap Arvin

__ADS_1


"Baik tuan" ucap Daniel


.


Saat sampai dirumah, Lista sedang berada di taman belakang rumah Arvin


"Tuan muda, anda sudah kembali?" tanya Bian


"Hemh, dimana nyonya?" tanya Arvin


"Nyonya sedang berada di taman belakang tuan" ucap Bian


"Baiklah.Daniel" ucap Arvin, Daniel segera mendorong kursi roda Arvin menuju taman belakang rumah


"Lista" panggil Arvin, Lista segera menoleh ke arah suara tersebut


"Kenapa kau disini?" tanya Arvin


"Aku hanya ingin mencari udara segar" ucap Lista tersenyum pada Arvin


"Daniel, tinggalkan kami" ucap Arvin


"Baik tuan muda" ucap Daniel, sedikit membungkukkan badannya


"Mas, bolehkan aku bertanya?" tanya Lista


"Kenapa kau menggunakan kursi roda?" tanya Lista


"Aku tidak bisa memberikan kamu jawaban sekarang" jawab Arvin cepat


"Lista, apa kau masih belum bisa memberikan aku jawaban?" tanya Arvin mengalihkan topik


"Jawaban apa yang kamu inginkan?" tanya Lista tanpa menatap Arvin, Arvin mengernyitkan keningnya bingung


"Lihatlah, di bangku ini tertulis jelas nama Mega, dan juga bunga-bunga ini khusus untuk Mega. Benar kan?" tanya Lista pelan, Arvin terkejut karena Lista mengetahui tentang Mega


"Dari mana kau tau tentang Mega?" tanya Arvin menatap Lista


"Dari ruang kerjamu. Kau masih menyimpan fotonya, bahkan kau meletakkan di meja kerjamu" ucap Lista tersenyum getir


"Bukankah aku sudah bilang, jangan menyentuh barangku" ucap Arvin menatap Lista tajam


"Aku tidak sengaja melihatnya" jawab Lista, dan segera pergi dari taman itu


Arvin menghela nafasnya sambil memejamkan mata


"Iya, memang semua ini awalnya untuk Mega, aku ingin memberikan dia kejutan. Tapi siapa sangka dia yang memberikan aku kejutan lebih dulu" ucap Arvin mengingat kejadian beberapa tahun lalu

__ADS_1


"Lista, apa yang harus aku lakukan?" lirih Arvin memandang sekitar taman belakang


Arvin memutar kursi rodanya, dan masuk untuk istirahat


.


Di tempat lain, Citra merasa sangat bahagia. Dia bisa melihat perusahaan AV Corp akan segera hancur, begitupun dengan pria yang berada di sampingnya


"Dengan begini, aku akan mudah menghancurkan Arvin dan juga mendapatkan Lista" ucap pria itu


"Kenapa kau begitu tertarik pada Lista?" tanya Citra sedikit tak suka


"Dia wanita yang kuat dan tegar. Aku menyukainya karena dia mampu membuatku tertawa dan merasa nyaman saat berada di sampingnya" ucapnya tersenyum lembut


"Lalu, apa yang kau lakukan jika kau mendapatkan Lista?" tanya Citra


"Aku akan membahagiakan dia, aku akan menjadikan Lista sebagai ratu di istanaku ini" ucapnya, yang membuat Citra mengeratkan giginya


"Sial, kenapa Lista bisa bernasib baik. Arvin melindungi Lista, bahkan dia juga akan melindungi dan menjadikannya ratu di rumah yang mewah ini. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, aku akan menghabisimu Lista" ucap Citra mengepalkan tangannya


"Aku harap kau tidak akan menyakiti Lista. Jika kau berani, aku akan membuatmu mati mengenaskan" ucap pria itu yang mungkin mengetahui isi hati Citra


.


Daniel yang sudah memeriksa karyawan di kantor dan di kediaman Arvin merasa ada yang janggal


"Apa mungkin Bian penyusup itu, tapi tidak mungkin, dia sudah lama bekerja disini" ucap Daniel berkutat dengan pikirannya sendiri


"Daniel, apa kau sudah gila?" tanya Arya yang langsung masuk ke tempat Daniel


"Tuan muda Arya, anda mengejutkan saya" ucap Daniel


"Apa yang kau gumamkan?" tanya Arya


"Saya hanya mencurigai Bian sebagai mata-mata-mata"ucap Daniel


"Bukankah Bian sudah bekerja lama pada keluarga Prasetya?" tanya Arya


"Ini yang membuat saya bingung. Informasi yang saya dapatkan semuanya mengarah pada Bian" jawab Daniel yang juga bingung


"Apa kau sudah mengatakan pada Arvin?" tanya Arya, Daniel menggelengkan kepalanya


"Jangan beri tau dia dulu, aku akan meminta anak buahku membantumu" ucap Arya


"Baik tuan muda" jawab Daniel


** Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2