Suami Lumpuh Pilihan Papa

Suami Lumpuh Pilihan Papa
BAB 14


__ADS_3

Malam harinya, Lista enggan untuk keluar dari kamarnya. bi Ani dan bi Ina khawatir karena dari saat Lista datang dia tidak turun untuk makan


"Tuan muda, anda sudah pulang" ucap bi Ani terlihat khawatir


"Ada bi," ucap Arvin mengerutkan keningnya


"Nyonya muda tidak turun dari kamarnya, bahkan dia melewatkan makan malam" ucap bi Ina


"Apa dia sakit?" tanya Arvin mengerutkan keningnya


"Tuan, apakah ini karena masalah di kantor tadi?" tanya Daniel berbisik


"Tidak mungkin" ucap Arvin meminta Daniel membawanya keatas


Saat sampai di lantai atas, Arvin meminta Daniel menemui Bian dan bertanya tentang kejadian tadi siang


"Lista, boleh aku masuk?" tanya Arvin pelan dengan mengetuk pintu kamar Lista


Lista membuka pintu kamarnya, terlihat jelas mata Lista yang sembab


"Lista kamu kenapa?" tanya Arvin


"Aku tidak apa-apa" jawab Lista yang berjalan kearah sofa di kamarnya


Arvin masuk ke kamar Lista dan baru kali ini dia masuk kamar Lista


"Mas, bisakah aku merubah kontrak itu?" tanya Lista pada Arvin dengan pelan


"Apa yang mau kau rubah?" tanya Arvin mendekat pada Lista


Lista menunjukkan kontrak yang sudah dia dan Arvin tandatangani


"Apa maksudnya ini?" tanya Arvin saat melihat jangka waktu yang di rubah Lista menjadi enam bulan


"Aku tidak setuju" ucap Arvin cepat


"Aku sudah capek mas, aku lelah" ucap Lista pelan sambil menahan tangisnya


"Tidak, aku berjanji pada papamu untuk menjagamu" ucap Arvin dan memutar kursi rodanya


"Aku tidak akan bisa bertahan selama itu" ucap Lista yang tak dapat menahan air matanya lagi


"Kau tak bisa bertahan bersamaku?" ucap Arvin berhenti di ambang pintu kamar Lista


"Lalu aku akan pergi bersama Darren?" tanya Arvin dan kembali memutar kursi rodanya menuju Lista


"Kenapa kau membawa kak Darren?" tanya Lista menatap Arvin


"Kau pernah di antar teman kampusmu, lalu semalam kau di antar Darren, Lista apa kau semurahan itu?" ucap Arvin tanpa sadar, Lista menggelengkan kepalanya menatap Arvin


"Apa di matamu, aku wanita seperti itu?" tanya Lista pelan


" Iya, Kau wanita yang sudah menikah apa pantas kau pergi dengan pria lain?" tanya Arvin dengan nada keras


"Pernikahan ini hanya hitam di atas putih. Pernikahan kita hanya sebatas kontrak, dan aku berhak mencari pria lain diluar sana" ucap Lista tanpa sadar karena terbawa emosi


Amarah yang sedari tadi di redam oleh Arvin, kini tak terbendung lagi. Mata Arvin memerah, rahang Arvin mengeras dan menatap tajam Lista dengan tatapan membunuh


"Apa kau memang pemuas semua pria?" ucap Arvin, tanpa sadar Arvin berdiri dari kursi rodanya

__ADS_1


"Kau, bisa berdiri?" tanya Lista terkejut


"Kenapa jika aku bisa berdiri, apa kau terkejut?" tanya Arvin membuka dasi dan kemejanya


"A... apa yang mau kau lakukan?" tanya Lista memundurkan langkahnya saat Arvin mendekati Lista


Arvin menarik tangan Lista yang saat itu bersiap akan kabur, Arvin melempar Lista di kasur dan segera menindihnya


"Kalau kau memang wanita pemuas, puaskan aku dulu sebagai suamimu" ucap Arvin me****t bibir pink Lista


"Mas, jangan, maafkan aku" ucap Lista menangis di bawah tindihan Arvin


"Sudah terlambat" ucap Arvin kembali melakukan aksinya


Arvin sudah gelap mata, dia merobek baju Lista. Lista mencoba memberontak namun apa daya, kekuatan Lista tak dapat menandingi kekuatan Arvin


"Aaakkkh mas sakiiit" teriak Lista kala merasakan benda asing memasuki area sensitifnya


Arvin yang sudah terbakar nafsu tak memperdulikan teriakan Lista yang begitu menyakitkan


"Sudah terlambat untuk kau berteriak" ucap Arvin


Arvin membelalakkan matanya kala melihat darah yang mengalir dibawah sana


"K...kau masih perawan?" tanya Arvin, Lista menghindari tatapan Arvin dan memejamkan matanya


Arvin melanjutkan lagi dan menuntaskan hasratnya itu


Sedangakan dibawah, Daniel juga mendengar teriakan Lista yang begitu sangat menyakitkan


"Bi, saya pamit dulu. Dan tolong besok jaga nyonya dengan baik ya" ucap Daniel


"Baik tuan" jawab bi Ani


.


Sementara di tempat lain, seorang wanita tertawa puas dengan apa yang di lihatnya hari ini


"Aku lihat kau sangat bahagia?" tanya pria itu


"Tentu saja, belum apa-apa aku sudah melihat Lista dan Arvin sedikit merenggang. Kalau kita segera melakukan aksinya, aku yakin kita pasti dapat memisahkan Arvin dan Lista" ucap Citra itu tertawa


"Baguslah, kita bisa mulai rencananya" ucapnya tertawa


"Tapi, apa kau tidak menginginkan aku?" tanya Citra mendekati pria itu sambil meraba dada bidang sang pria


"Menjauh dariku, hanya Lista yang bisa menyentuh ku" ucap pria itu mendorong tubuh Citra dan segera pergi dari hadapan Citra


"Sial, apa yang dilihat dari Lista, jika di bandingkan dengannya aku lebih cantik" ucap Citra sinis


.


.


Keesokan harinya, Arvin bangun lebih dulu.


Arvin melihat Lista masih tertidur dengan wajah yang masih basah karena air mata


Arvin mengelus pipi Lista dengan lembut

__ADS_1


"Maafkan aku" ucap Arvin mencium tangan Lista lembut


"Lista sepertinya aku sudah jatuh cinta padamu" ucap Arvin lagi membenarkan selimut Lista


Arvin segera turun dan menuju kamar mandi


.


Di bawah...


"Pagi bi" sapa Daniel sopan


"Pagi tuan Daniel" jawab bi Ina dan bi Ani


Bagaiamana keadaan Lista dan tuan muda?" tanya Daniel


"Tuan muda dan nyonya muda belum turun tuan" jawab bi Ina


"Baiklah, aku akan pergi ke kantor dulu" ucap Daniel


"Baik tuan muda" ucap bi Ani


.


Saat Lista terbangun, dia melihat Arvin hanya mengenakan handuk. Tubuh atletis, perut yang sixpack membuat Lista menunduk, tak berani menatap tubuh Arvin


"Kau sudah bangun?" tanya Arvin mendekat pada Lista, Lista segera menutup dirinya dengan selimut


"Aku mohon jangan" ucap Lista pelan


"Aku minta maaf" ucap Arvin memeluk tubuh Lista


"Lista mari kita mulai dari awal" ucap Arvin, Lista menggelengkan kepalanya


"Kenapa?" tanya Arvin


"Aku tau kau tak mencintaiku, untuk apa memulai dari awal" jawab Lista mendorong pelukan Arvin


"Kenapa kau berfikir begitu?" tanya Arvin


"Bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa ada wanita lain di hatimu dan kau tidak akan pernah mencintaiku" jawab Lista menunduk


"Lihat mataku" ucap Arvin memegang dagu Lista


"Apa kau pikir aku lelaki yang mudah tidur dengan seorang wanita?" tanya Arvin, Lista menatap mata Arvin dalam


"Jujur saja, aku sangat marah melihatmu bersama pria lain" ucap Arvin, Lista masih diam


"Aku rasa aku sudah jatuh cinta padamu" ucap Arvin, Lista menatap mata Arvin semakin dalam


"Apa kau yakin mencintaiku?" tanya Lista, Arvin mengangguk


"Karena saat bersamamu aku merasa nyaman, dan bila tak ada kamu, aku merasa sepi" ucap Arvin, Lista tersenyum getir


"Mas Arvin yakin, mas Arvin merasa nyaman karena mencintaiku atau karena perasaan sudah terbiasa bersama dan tinggal satu rumah?" tanya Lista, Arvin menggelengkan kepalanya


"Tidak, aku benar mencintaimu. Aku tidak tau, sejak kapan perasaan ini muncul. Tapi yang aku tau, aku tidak mau kehilanganmu" ucap Arvin mengecup kening Lista dan memeluk tubuh Lista kembali


"Berikan aku waktu" ucap Lista kembali mendorong tubuh Arvin

__ADS_1


"Baik, aku akan menunggumu" ucap Arvin mengalah


**Bersambung**


__ADS_2