
Hari ini Arriel akan ada pemotretan dengan dua wanita lainnya. Dua orang wanita itu adalah Alicia Ghea-seorang dokter muda. Dia adalah salah satu dokter yang suka mengisi acara televisi. Memberikan edukasi tentang kesehatan pada publik. Satu wanita lagi adalah Shera Alexander. Pemilik hotel W yang sudah tersebar di beberapa kota. Seorang pengusaha wanita yang cukup menginspirasi.
“Arriel.” Arriel memperkenalkan diri. Mengulurkan tangan pada Ghea dan Shera.
“Wah … Anda pemilik Malya Jewelry?” Shera berbinar ketika melihat Arriel. “Aku Shera.” Dia segera menyambar uluran tangan Arriel.
“Iya.” Arriel mengangguk. Membenarkan ucapan Shera.
“Aku sering memakai koleksi perhiasan Anda, tetapi baru kali ini bertemu.” Shera tersenyum.
“Kabari aku jika kamu ke toko. Aku tentu akan menyambut.” Arriel langsung cepat akrab. Dia beralih pada wanita di samping Shera. “Aku Arriel.” Dia memperkenalkan diri.
“Aku Ghea. Ternyata pemilik Malya Jewelry cantik sekali. Pantas perhiasannya begitu sama cantiknya.” Ghea tersenyum memuji.
“Terima kasih. Perhiasan kami adalah gambaran kecantikan wanita. Jadi siapa pun yang memakai akan cantik.”
“Tentu saja. Aku seketika merasa cantik ketika memakai perhiasan buatanmu.” Ghea memang beberapa kali membeli di sana. Namun, karena dia dokter, jadi untuk sehari-hari dia tidak memakainya. Hanya pada acara-acara tertentu saja dia memakainya.
__ADS_1
Obrolan mereka akhirnya berakhir ketika penata rias datang. Mereka bertiga segera dirias agar penampilan mereka ketika di foto akan bagus. Arriel sengaja membawa beberapa koleksinya. Meminta Ghea dan Shera untuk memakainya. Ini jadi ajang promosi juga. Agar orang-orang melihat koleksinya.
Beberapa saat kemudian photographer datang. Kemudian menyiapkan set untuk foto ketiga wanita hebat yang datang. Photographer yang sudah siap pun meminta Arriel, Ghea, dan Shera untuk bersiap untuk pemotretan. Dengan segera Arriel, Ghea, dan Shera berpose di depan kamera. Membuat tampilan mereka sebaik mungkin untuk berada di sampul majalah.
Adriel datang ke tempat pemotretan. Dilihatnya dari jauh ketiga wanita tersebut sedang berfoto. Saat memerhatikan ketiga wanita tersebut, perhatian Adriel tertuju pada Arriel. Arriel memang benar-benar cantik sekali. Sejenak Adriel lupa jika usia Arriel itu tiga puluh lima. Berbeda dengannya tujuh tahun.
Sekitar dua jam pemotretan berlangsung. Tiga wanita itu sangat hebat. Photographer tidak perlu bersusah-susah meminta mereka berpose, karena mereka begitu lihat berpose di depan kamera.
Arriel, Ghea, dan Shera segera kembali ke ruang make up. Bersiap mengganti pakaian mereka untuk pulang.
“Bawalah, itu koleksi terbaruku. Baru akan rilis bulan depan.” Arriel memberikan koleksinya itu pada Ghea dan Shera.
“Ini untuk kami?” Shera menatap Arriel. Dia begitu terkejut dengan yang dikatakan Arriel.
“Iya.” Arriel dengan percaya diri mengangguk.
“Kami benar-benar merasa senang sekali mendapatkan koleksi terbaru dari Malya Jewelry.” Shera begitu berbinar. Apalagi perhiasan belum rilis. Jadi tentu saja itu membuatnya benar-benar senang.
__ADS_1
“Terima kasih sebelumnya.” Ghea tersenyum.
“Sama-sama.” Arriel merasa senang bertemu dengan Ghea dan Shera. Mereka adalah orang yang asyik. Memberikan perhiasannya bukan sesuatu yang berat. Mengingat keuntungan sudah banyak. Siapa tahu ketika dipakai oleh Ghea dan Shera, banyak yang justru akan membelinya kelak.
Dua wanita itu senang sekali mendapati koleksi yang belum rilis. Ini tentu akan membuat heboh keluarganya. Terutama mommy mereka.
Pemotretan yang selesai membuat mereka bertiga berpamitan. Pemotretan tadi memberikan kesan yang begitu baik bagi mereka. Jadi akan mereka ingat, dan tidak sabar menunggu majalah rilis.
“Sudah selesai.” Tiba-tiba suara Adriel terdengar dari belakang.
Arriel mengalihkan pandangan ke sumber suara. Dilihatnya Adriel di sana. “Kamu ke sini?” Dia pikir Adriel tidak akan datang.
“Iya, menjemputmu.” Adriel tersenyum.
Arriel tersenyum. Dia memang menduga jika pasti Adriel menjemputnya. Karena itu, tadi pagi-pagi dia menghubungi Mauren untuk mengantarkannya. Jadi pulangnya, dia bisa bersama Adriel.
“Ayo.” Arriel tentu saja tidak akan melepas kesempatan bersama Adriel. Mengobrol dengan Adriel, tentu membuatnya mengetahui seperti apa Adriel.
__ADS_1