Suami Terpilih

Suami Terpilih
Bab 26


__ADS_3

“Ayo, masuk.” Arriel mengajak Adriel untuk masuk ke kamar. Dia tidak sadar dengan yang dilakukannya. Karena dia hanya fokus menunjukan cincin dan gaun.


Adriel masih menimbang-nimbang mau ikut masuk apa tidak. Hingga akhirnya dia ikut masuk ke dalam kamar.


Saat masuk aroma manis parfum Arriel tercium. Kamar Arriel yang rapi dengan beberapa ornamen pink terlihat calon istrinya merupakan wanita feminim.


Arriel mengeluarkan cincin dari brangkas miliknya. Kemudian membawanya ke Adriel yang berdiri tak jauh dari tempatnya.


“Lihatlah.” Arriel membuka cincin yang bertabur berlian yang dibuatnya. Terlihat begitu cantik sekali.


Adriel melihat jelas cincin memang begitu cantik. Pantas saja Arriel begitu ingin memakainya. Apalagi itu adalah cincin khusus yang dibuatnya.


“Cantik seperti pemiliknya.” Adriel memberikan pujiannya.


Arriel tersipu malu ketika mendapati pujian dari Adriel. Dia merasa begitu senang dipuji oleh calon suaminya itu.

__ADS_1


“Aku akan tunjukan gaunnya.” Arriel memilih untuk segera berlalu mengambil gaun miliknya. Tak sabar untuk menunjukan pada Adriel. Namun, sebelumnya, dia meletakkan kembali cincinnya terlebih dahulu.


Adriel memerhatikan Arriel yang begitu bersemangat sekali. Tampak dia begitu senang ketika hendak menunjukan gaun pernikahannya. Itu tandanya jika dia sudah sangat siap untuk hari pernikahannya.


“Lihatlah, cantik bukan?” Arriel menunjukan pada Adriel.


Adriel melihat gaun dengan model A yang cantik. Payet indah yang terdapat di sana menunjukan jika tubuh Arriel akan begitu cantik nanti saat dibalut dengan gaun pernikahan.


“Cantik, aku jadi tidak sabar melihat kamu memakainya.” Adriel tersenyum menatap wanita yang dicintainya.


“Kamu pasti akan sangat cantik memakai ini.” Adriel menatap Arriel. Senyum manis tertarik di sudut bibirnya.


“Aku mau memakainya, tetapi nanti tidak akan jadi kejutan.” Arriel tidak mau Adriel melihatnya memakai gaun pengantin ini. Dia merasa jika dia akan memakai gaun pengantin nanti saja. Arriel segera mengembalikan gaun tersebut. Gaun sangat berat. Jadi tangannya cukup pegal memegangnya.


Adriel membantu Arriel yang tampak keberatan membawa gaun pernikahannya.

__ADS_1


“Aku akan menunggumu sampai hari itu tiba. Melihatmu berjalan ke arahku dan kita mengikat janji suci pernikahan.” Dia menoleh pada Arriel, sambil tangannya meletakkan gaun di dalam gantungan baju di lemari.


Ditatap oleh Adriel jelas membuat pipi Arriel merona. Tatapan itu begitu dalam dan membuatnya hanyut di dalamnya. Arriel menutup pintu lemari sambil terus menatapnya.


Adriel membalik tubuh Arriel untuk menghadap ke arahnya. Menempelkan tubuh Arriel pada pintu lemari. Tatapan penuh damba tampak jelas dari kedua sorot matanya. Menunjukan seberapa besar rasa cintanya.


“Aku tidak sabar menjadimu istriku.” Tangan Adriel membelai lembut wajah Arriel.


Sentuhan itu pun membuat Arriel menikmatinya. Seolah dia harus akan sentuhan. Arriel seorang yang pernah menikah. Jelas dia tahu seperti apa kenikmatan itu tercipta.


Melihat Arriel jelas membuat Adrriel tak kuasa menahan diri. Dia mengikis jarak antara dirinya dan Arriel. Memiringkan kepala dan mendaratkan bibirnya tepat di bibir Arriel. Ini kali pertama dirinya mencium Arriel. Jika ciuman tadi siang gagal, kali ini tidak akan gagal lagi.


Adriel menyesap bibir calon istrinya itu. Bibir kenyal nan menggoda itu terasa manis. Gerakan lembut bibirnya membuat suara kecapan terdengar di dalam kamar.


Arriel merasakan jelas gerakan lembut bibir Adriel di bibirnya. Dengan gerakan yang sama, dia membalas ciuman tersebut. Tangannya bergerak melingkar di leher Adriel. Membuat ciuman semakin dalam. Keduanya larut dalam pertukaran saliva. Menikmati setiap kecapan yang tercipta.

__ADS_1


__ADS_2