
Pagi ini Arriel menyiapkan semuanya. Makanan sudah sampai dan disusun rapi di atas meja. Mama Anggun hanya melihat sang anak yang sibuk. Saat ingin dibantu, anaknya justru tidak mau. Memintanya untuk menemani Loveta bermain saja. Terpaksa dia melakukan apa yang diinginkan anaknya.
Semua sudah siap. Jadi Arriel bernapas lega. Dia pun segera mengajak Loveta untuk bersiap. Mandi dan memakai pakaian rapi untuk menyambut tamu yang akan datang.
Di kamar Arriel sibuk memandikan sang anak. Kemudian memakaikan gaun yang dibelikannya beberapa hari yang lalu. Saat sang anak sudah rapi, Arriel meminta sang anak untuk diam di kamarnya terlebih dahulu. Melarangnya untuk keluar lebih dulu. Memintanya menunggunya untuk bergantian mandi.
Arriel yang selesai mandi, melanjutkan merias diri. Dia memang terbiasa merias wajahnya. Jadi itu sudah menjadi rutinitasnya wajib baginya.
“Mama sebenarnya ada apa?” Loveta bingung. Sang mama tadi sibuk sekali menyiapkan makanan. Ditambah mamanya bersiap dengan pakaian rapi.
Arriel menghentikan gerakan tangannya. Dia segera mendekat pada sang anak. Tangannya meraih tangan anaknya. Menggenggamnya erat.
“Papi Dathan sudah menikah dengan Mami Neta. Papi mendapatkan wanita yang cantik dan baik seperti Mami Neta. Mami Neta menyayangi Lolo. Apa Lolo senang?” Arriel bertanya akan hal itu lebih dulu pada anaknya.
“Iya, Lolo senang.” Loveta mengangguk pasti.
“Sekarang giliran Mami yang akan menikah. Mencari laki-laki yang baik untuk menjadi papa Lolo.” Arriel menatap anaknya dengan lekat. Meyakinkan sang anak.
“Jadi Lolo mau punya papa?” Loveta bertanya dengan polosnya.
“Iya.” Arriel mengangguk.
“Papa Lolo siapa?” Loveta justru penasaran akan hal itu.
__ADS_1
Arriel tersenyum. “Lolo tahu Uncle Adriel?” Dia bertanya terlebih dahulu.
“Tahu, Uncle Adriel baik sekali.” Loveta begitu girang ketika mendengar nama Adriel. Beberapa kali bertemu Adriel memang memberikan kesan baik pada Loveta.
Arriel merasa senang karena ternyata Adriel sudah berada di hati anaknya. Jadi tentu saja itu akan jauh lebih mudah untuknya.
“Jadi, Uncle Adriel yang akan jadi papa Lolo.” Arriel memberitahu sang anak.
Loveta berbinar. “Jadi papa Lolo nanti Uncle Adriel?” Dia memastikan.
“Ye … Uncle Adriel akan jadi papa Lolo.” Loveta senang mendengarnya.
Arriel senang ketika anaknya menerima Adriel. Jadi paling tidak dia tidak akan susah nanti menjalani hubungan dengan Adriel.
...****************...
Mobil sampai di rumah orang tua Arriel. Saat sampai di rumah orang tua Arriel, rumah tampak begitu mewah dan megah. Sejenak Adriel merasa rendah diri ketika mendapati jika ternyata Arriel begitu kaya.
“Driel, Ibu merasa tidak enak masuk ke rumah besar seperti ini.” Bu Kania menatap Adriel. Dia takut Adriel akan kecewa menikah dengan orang kaya. Takut kisah cintanya seperti ibunya.
“Tenang, Bu. Arriel bukan orang yang seperti itu.” Adriel mencoba meyakinkan Adriel.
Bu Kania tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya berharap jika keluarga Arriel benar-benar baik. Tak menyia-nyiakan Adriel.
__ADS_1
Mereka berdua turun. Pintu rumah sudah terbuka. Seolah memang menyambut kedatangan mereka. Seorang wanita paruh baya keluar, membuat Adriel dan Bu Kania tersenyum pada orang tersebut. Adriel yakin jika dia adalah mama dari Arriel.
Mama Anggun melihat dua orang di depan pintu. Satu pria tampan dengan setelan jas rapi terlihat berdiri dengan gagah. Namun, seorang wanita di sebelahnya tampak begitu sederhana. Itu membuatnya berpikir jika pria yang akan melamar anaknya itu bukan dari kalangan atas.
“Selamat pagi, Bu.” Adriel mengulurkan tangan.
Mama Anggun memerhatikan dengan jelas pria di depannya. Dia ingat jika pernah melihat pria di depannya.
Di mana aku melihatnya? Oh … di rumah Dathan. Mama Anggun yang melihat Adriel menemukan di mana dirinya melihat pria di depannya itu.
“Selamat pagi.” Mama Anggun menerima uluran tangan Adriel.
“Selamat pagi, Bu.” Bu Kania mengulurkan tangannya.
Mama Anggun pun menerima uluran tangan Bu Kania. Sambil memerhatikan Bu Kania dari atas sampai ke bawah.
“Kalian sudah sampai.” Suara Arriel terdengar.
Mama Anggun berbalik. Melihat anaknya yang datang. Adriel dan Bu Kania pun ikut mengalihkan pandangan melihat Arriel yang datang.
“Uncle Adriel.” Loveta berlari menghampiri Adriel.
Adriel yang melihat Loveta langsung merentangkan tangannya. Kemudian membawa Loveta ke dalam pelukannya.
__ADS_1
“Hai, Lolo apa.” Adriel tersenyum pada calon anaknya itu.
Mama Anggun melihat cucunya sudah begitu dekat dengan calon suami Arriel. Terlihat jika memang pria di depannya itu sudah mengenal lama.