
Sebulan berlalu dengan cepatnya, sejak permintaan program kehamilan yang diberikan Mama Anggun. Adriel dan Arriel menikmati hari-harinya seperti biasa. Mereka tetap berusaha untuk mendapatkan anak secara alami. Tidak terpengaruh oleh permintaan Mama Anggun.
Pagi ini Arriel kembali mencoba alat tes kehamilan. Sayangnya, hasilnya masih nihil. Garis yang tercetak tetap hanya satu. Tentu saja itu membuat Arriel sedih. Dia cukup stres karena tak kunjung memiliki anak. Namun, mau bagaimana lagi. Mengingat memang itulah yang terjadi. Mereka harus banyak bersabar.
“Kita konsultasi dokter saja.” Adriel memberikan saran pada sang istri. Dia merasa jika memang tidak ada salahnya konsultasi pada dokter. Lagi pula dengan begitu mereka bisa tahu keadaan tubuh mereka.
“Apa tidak apa-apa?” Arriel menatap sang suami.
“Tidak apa-apa. Kita coba saja.” Adriel tersenyum.
Arriel merasa jika mungkin mereka bisa mendapatkan solusi kenapa dirinya tidak kunjung hamil.
Akhirnya setelah sepakat untuk ke dokter, Arriel dan Adriel segera bersiap. Mereka bersama-sama ke rumah sakit. Mereka memutuskan ke Maxton Hospital. Rumah sakit ternama dan banyak didatangi pasien.
__ADS_1
Sampai di rumah sakit, mereka segera mendaftar. Mereka memilih dr. Lyra untuk melakukan pemeriksaan. Karena mereka tidak membuat janji khusus, mereka harus mengantre. Pasien dr. Lyra yang cukup banyak membuat mereka harus menunggu.
Selang beberapa saat akhirnya mereka dipanggil juga. Mereka segera masuk untuk berkonsultasi.
“Ada yang bisa saya bantu?” Dr. Lyra segera bertanya ketika pasien duduk.
Arriel menatap Adriel seolah meminta izin untuk berbicara. Adriel yang memberikan anggukan. Memberikan isyarat untuk Arriel menceritakan.
“Saya sudah menikah selama empat bulan, Dok. Umur saya tiga puluh lima tahun. Tapi, saya belum kunjung hamil.” Ragu-ragu Arriel akhirnya menceritakan.
“Lalu saya harus apa, Dok?” Arriel sadar jika usai pasti berperan penting dalam hal ini. Jadi wajar jika sampai sekarang dirinya belum hamil.
“Tapi, untuk memastikan. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan.” Dr. Lyra menyarankan akan hal itu untuk lebih menjamin hasilnya.
__ADS_1
“Baik, Dok.”
Akhirnya Arriel dan Adriel melakukan pemeriksaan. Mereka mengikuti pemeriksaan yang diminta oleh dokter. Dr. Lyra mengecek kandungan Arriel.
“Kandungan Ibu baik, tidak ada kista atau pun penyakit apa pun.”
Mendapati jawaban itu tentu saja membuat Arriel senang. Paling tidak hanya faktor keberuntungan saja.
Dr. Lyra kembali ke kursinya. Kemudian mencatat sesuatu. “Saya saran kan untuk mengonsumsi makanan bergizi. Saya akan meresepkan obat untuk merangsang pengeluaran sel telur. Semoga itu dapat membantu. Ini juga ada vitamin C dan D untuk meningkatkan kualitas calon ayah. Saya juga meresepkan vitamin B kompleks untuk meningkatkan kesuburan ibu hamil.” Dr Lyra mencatat vitamin apa saja yang akan diberikan pada Adriel dan Arriel.
Adriel dan Arriel mengangguk. Mereka pastinya akan meminum vitamin tersebut.
“Jangan terlalu stres. Itu tidak baik juga untuk mendapat anak. Selalu berpikir positif jika Ibu dan Bapak akan mendapatkan anak. Olahraga teratur dan hindari asap rokok dan minuman beralkohol.” Dr. Lyra menambahkan kembali.
__ADS_1
Adriel dan Arriel mengerti yang dijelaskan oleh dokter. Mereka pun akan melakukan seperti yang disarankan oleh dokter. Berharap dengan ini mereka akan dapat memiliki anak.