
Mendapati alat tes kehamilan dengan dua garis, akhirnya Adriel dan Arriel ke rumah sakit. Dia ingin mengecek anaknya secara langsung pada dokter kandungan.
Kali ini Adriel dan Arriel tidak pergi sendiri. Dia pergi dengan Loveta. Mereka ingin membagi kebahagiaan bersama sang anak.
“Mama, Papa, kita kau apa di rumah sakit?” Loveta yang penasaran sekali bertanya. Tangannya yang menggenggam tangan papa dan mamanya berayun, bersamaan dengan langkahnya yang berayun.
“Kita akan lihat adik kecil di perut mama.” Adriel tersenyum sambil pada sang anak. Posisi Loveta yang lebih rendah membuatnya sedikit menunduk.
“Lolo mau punya adik bayi lagi?” Loveta begitu berbinar. Dia benar-benar senang sekali mendapati akan punya adik lagi.
Arriel tahu apa kata ‘lagi’ yang dimaksud oleh anaknya. Neta-mama tirinya juga sedang hamil. Jadi artinya adik Lolo akan bertambah. Bukan hanya dari Neta, tetapi dari dirinya juga.
“Iya, Sayang.” Arriel membenarkan ucapan sang anak.
“Ye ... Lolo punya adik lagi.” Loveta begitu senang sekali. Tangannya yang menggenggam tangan Adriel dan Arriel langsung terangkat. Meluapkan rasa senangnya.
Adriel dan Arriel tersenyum. Dia merasa senang karena tidak hanya mereka saja yang bahagia atas kabar ini. Namun, juga Loveta.
Mereka sampai di bagian pemeriksaan dokter kandungan. Setelah mendengar namanya dipanggil, dia segera masuk. Sudah ada dr. Lyra yang menunggu mereka di dalam.
“Dokter.” Loveta menyapa dr. Lyra.
“Wah ... Lolo.” Dr. Lyra sudah kenal baik dengan Loveta. Mengingat Neta dan Dathan memeriksakan kandungannya padanya.
“Dokter-Dokter. Mama aku mau punya adik bayi.” Loveta dengan semangat memberitahu dokter.
“Oh ... ya?” tanya dr. Lyra yang begitu antusias.
“Iya, jadi nanti Lolo punya banyak adik.” Dengan semangat Lolo memberitahu. Dia segera beralih pada mamanya. “Mama, adik Lolo di perut Mama berapa?” Mengingat adiknya di kandungan Neta ada dua, jadi dia penasaran dengan perut sang mama.
“Bagaimana jika kita tanya dokter saja?” Arriel jelas tidak punya jawaban atas pertanyaan anaknya.
Lolo segera beralih pada dr. Lyra.
“Kita coba cek dulu.” Dr. Lyra tersenyum.
“Ayo, silakan duduk.” Kebetulan Adriel dan Arriel belum duduk. Jadi dia mempersilakan pasiennya duduk.
Adriel dan Arriel segera duduk. Adriel memangku Loveta dan menunggu Arriel yang sedang melakukan berkonsultasi.
“Tadi pagi saya mengecek, dan hasilnya dua garis, Dok.” Arriel memberikan alat tes kehamilan pada dokter.
Dr. Lyra mengambil alat tes kehamilan yang diberikan Arriel. Artinya program kehamilan pasiennya sudah berhasil.
“Sebaiknya kita cek lagi untuk lebih jelasnya.” Dr. Lyra mempersilakan Arriel untuk ke ranjang USG. Meminta Arriel untuk naik.
Arriel segera menuju ke ranjang pemeriksaan. Adriel ikut serta dengan istrinya. Bersama anaknya mereka melihat dokter yang sedang memeriksakan kandungannya.
__ADS_1
Perawat menuang gel. Melihat gel sudah berada di perut Arriel segera mengarahkan alat USG. Dia mengerakkan alat USG untuk melihat posisi janin di perut Arriel.
Adriel, Arriel, dan Loveta begitu penasaran sekali dengan hasil dari pemeriksaan. Mereka berhadap hasilnya sama.
“Selamat Ibu Arriel benar-benar hamil.” Dr. Lyra memberitahu hasil dari pemeriksaan USG yang dilakukan olehnya.
Arriel dan Adriel berbinar. Mereka begitu senang mendengar kabar tersebut.
“Lolo benar akan punya adik lagi.” Dr. Lyra memberitahu Loveta.
“Berapa?” Loveta begitu penasaran sekali.
Dr. Lyra yang mengecek kandungan hanya mendapati satu kantung janin. Jadi artinya hanya ada satu janin saja.
“Satu.” Dr. Lyra memberitahu.
“Ye ... jadi adik Lolo tiga.” Loveta meloncat senang. Dia bahagia akan mendapatkan tiga ada dalam waktu yang tidak lama.
Arriel dan Adriel hanya bisa tersenyum ketika melihat anaknya senang dengan kehamilan tersebut. Artinya kebahagiaan mereka tidak hanya dirasakan oleh mereka berdua.
...****************...
Adriel dan Loveta mencium perut Arriel yang masih rata. Mereka begitu senang dengan kabar bahagia ini. Mereka tidak sabar menunggu perut Arriel membesar. Arriel yang berada di tengah anak dan suaminya hanya bisa tersenyum melihat aksi anak dan suaminya itu.
“Nanti kalau begitu Lolo akan sering ke sini untuk bertemu dengan adik bayi.” Loveta sudah membuat rencananya sendiri.
Anaknya memang tinggal bersama mantan suaminya. Jadi wajar jika dia tidak bisa bertemu setiap hari.
“Siap, Mama.” Loveta memberikan hormat.
“Baiklah, sekarang sudah malam. Jadi Lolo harus tidur.” Adriel memberitahu sang anak. Hari ini anaknya ingin tidur dengan sang mama.
“Lolo mau tidur dengan mama dan adik bayi.” Loveta merebahkan tubuhnya. Dia memeluk sang mama yang duduk tepat di perut. Seolah dia mau tidur dengan adiknya yang berada di perut sang mama.
Arriel yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum saja. Membiarkan sang anak memeluknya. Tangannya membelai lembut rambut Loveta. Menemani anaknya yang tidur. Tidak butuh waktu lama, Loveta tidur. Membuat Arriel menghentikan tangannya Yang membelai rambut sang anak.
“Cepat sekali tidurnya.” Adriel hanya tersenyum melihat sang anak.
“Iya.” Arriel mengangguk.
“Dia terlihat mengemaskan saat memeluk adiknya.” Adriel mengomentari apa yang dilakukan oleh Loveta.
“Iya, yang merasakan bahagia ternyata bukan hanya kita saja, tapi Loveta juga.” Arriel kembali membelai lembut anaknya.
“Iya, dan paling bahagia adalah kita.” Tangan Adriel membelai lembut perut sang istri.
Arriel mengalihkan pandangan pada sang suami. “Akhirnya penantian kita berbuah manis. Aku berharap anak ini bisa tumbuh dengan baik. Lahir dengan sempurna dan tidak kurang apa pun.” Sebuah doa kecil terselip dari ucapan Arriel. Tangannya menempel pada tangan Adriel yang sedang membelai lembut perutnya.
__ADS_1
“Semoga doamu terkabul.” Adriel mendaratkan kecupan di dahi sang istri. Dia berharap apa yang menjadi doa mereka didengar oleh Tuhan.
Kebahagiaan mereka kini bertambah.
Setelah perjalanan panjang kisah mereka, akhirnya mereka mendapatkan kebahagiaan yang selalu dinanti. Kesabaran mereka akhirnya membuahkan hasil. Berharap kehamilan Arriel berjalan dengan baik dan anaknya kelak akan lahir dengan selamat.
...TAMAT
...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terima kasih sudah membaca kisah ini. Seperti di awal aku bilang. Kisah ini tidak akan panjang. Jadi cukup sampai di sini. Jangan minta tambah ya😁
Pasti banyak yang bertanya kenapa tidak sampai melahirkan?
Jawabannya, memang tidak. Nanti aku kasih kelahiran anaknya sebagai bonchap, tapi ga sekarang.
Setiap kisah pasti tidak sempurna. Ambil baiknya dan buang buruknya.
Setelah ini aku fokus ke novel Neta-Dathan. Dan aku bakal buat Bian ( Anak Bryan -Shea yang terakhir) Untuk info Bian, kalian bisa main ke IG Myafa16.
Aku ada sedikit GA. Kali bisa ikut ya. Selamat mencoba.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo, ketemu lagi sama aku Myafa.
Akhirnya aku umumkan pemenang GA tamat novel Suami Terpilih. Terima kasih atas dukungan kalian selama ini. Hadiah ini ucapan terima kasih dari aku atas dukungan kalian. Selamat buat pemenang. Yang belum menang bisa ikut GA selanjutnya. Masih ada Dathan juga yang akan segera tamat. Dan ada Bian di lapak sebelah. Next yang rajin ya ya komentarnya 🤩🤩
.
Buat pemenang bisa DM instagram aku ya Myafa16.
Ongkos kirim Myafa yang tanggung. Kalian tinggal duduk manis aja 😍
__ADS_1
Terima kasih🥰