Suami Terpilih

Suami Terpilih
Bab 30


__ADS_3

Mama:


“Riel, Mama mau ajak kalian makan siang.


^^^Arriel :^^^


^^^“Iya, Ma.” ^^^


Mendapati pesan sang mama Arriel merasa heran. Untuk apa sang mama memintanya untuk datang. Tentu saja ini membuat dia curiga. Apalagi ini sudah menjelang pernikahannya. Karena sang mama yang memintanya datang untuk makan siang, terpaksa Arriel menguhubungi Neta. Meminta Neta untuk menjemput Loveta. Mengingat Arriel tidak bisa membawa anaknya bersamanya. Yang ada nanti anaknya akan mendengar pembicaraan orang dewasa. Entah kenapa Arriel curiga dengan permintaan sang mama.


Setelah menghubungi Neta, Arriel menghubungi Adriel. Memberitahu Adriel dengan rencana siang ini.


“Halo, Sayang?” Suara Adriel terdengar di seberang sana.


“Sayang, mama meminta kita untuk makan siang.” Arriel memberitahu Adriel tentang rencana sang mama.


“Aku akan menjemputmu nanti.”


“Kamu tidak merasa curiga begitu, kenapa mama meminta kita untuk makan siang bersama.” Arriel merasa Adriel biasa saja ketika mendengar mamanya menghubungi.


Adriel terdengar tertawa. “Lalu aku harus bagaimana? Apa aku harus terkejut begitu?”


“Iya, merasa aneh saja. Karena mama mengundang kita berdua.”

__ADS_1


“Sudahlah, jangan berburuk sangka dengan mama.” Adriel mencoba menenangkan calon istrinya itu.


“Mama memang membuat selalu berburuk sangka.” Arriel sedikit kesal. Yang dilakukan sang mama selalu di luar perkiraannya. Jadi tentu saja itu membuatnya selalu curiga.


“Jangan seperti itu. Begitu-begitu dia mamamu.”


Arriel selalu kalah jika bicara dengan Adriel. Adriel memang begitu menyayangi wanita, termasuk ibu. Jadi wajar saja jika dia membela sang mama.


“Sudahlah, sampai bertemu nanti.” Arriel memilih mengakhiri pembicaraan dengan Adriel. Tak mau berdebat dengan calon suaminya itu.


...****************...


Arriel dan Adriel sampai di salah satu restoran. Mama Anggun sudah memesan tempat untuk mereka. Jadi Arriel dan Adriel tinggal masuk. Arriel heran. Kenapa sang mama memesan privat room. Itu membuatnya curiga.


Adriel yang gemas pun mencubit pipi Arriel. “Terus saja berpikir buruk.” Dia tertawa. Calon istrinya itu benar-benar tidak akur sama sekali dengan sang mama.


Arriel hanya menekuk bibirnya kesal. Adriel selalu membela sang mama. Arriel melingkarkan tangan di lengan Adriel. Berjalan ke arah ruangan yang dipesan sang mama. Mereka diantar oleh pramusaji restoran.


Mereka masuk ke ruangan di mana Mama Anggun berada. Saat masuk, tampak Mama Anggun berada di sana, menunggu.


“Ayo duduk.” Mama Anggun dengan ramah meminta Adriel dan Arriel bergabung.


Arriel jelas merasa jika sang mama sangat aneh. Jadi jelas jika dia semakin curiga. Dia berpikir, apa sebenarnya yang sedang direncanakan sang mama.

__ADS_1


Arriel sempat menghentikan langkahnya ketika melihat sang mama yang aneh. Hingga akhirnya, Adriel menarik perlahan tubuh Arriel. Mengajaknya untuk duduk bersama.


Sesaat duduk, makanan datang. Mama Anggun sudah memesan makanan terlebih dahulu. Jadi tentu saja itu membuat mereka segera menikmati makanan itu.


“Kita makan dulu.” Mama Anggun mengajak Adriel dan Arriel untuk makan. Senyumnya menghiasi wajahnya ketika mengajak dua orang di depannya.


Senyum itu membuat Arriel semakin dibuat curiga. Hingga, dia tak kuasa untuk melayangkan protesnya.


“Sebenarnya Mama mau apa?” Arriel begitu penasaran sekali. Sejak awal kehadiran Adriel, sang mama begitu ketus. Namun, kini tampak semringah sekali.


“Mama tidak mau apa-apa. Hanya mengajak anak dan calon menantu makan siang. Memang ada yang salah?” Mama Anggun balik bertanya.


“A—”


Baru saja Arriel ingin bicara, tetapi Adriel memegangi tangan Arriel. Meminta Arriel untuk jauh lebih tenang.


“Kita makan dulu.” Adriel tersenyum menatap Arriel.


“Betul itu. Makanlah, jangan terlalu banyak curiga.” Mama Anggun pun menyindir anaknya.


Arriel mendengkus kesal. Sekali pun mamanya berkilah, tetapi kecurigaanya tidak akan hilang. Dia yakin ada maksud tertentu dari undangan makan siang ini.


Adriel menatap Arriel. Memberikan kode untuk menyudahi perdebatan. Meminta calon istrinya itu untuk segera makan.

__ADS_1


Arriel tidak bisa menolak. Dia pun memilih segera menikmati makanan yang tersedia. Masalah mamanya. Dia akan tetap waspada. Berjaga-jaga. Karena tidak mau sang mama menyakiti calon suaminya.


__ADS_2