
Di kamar sebelah, Adriel juga bersiap. Jas yang dipakainya membuatnya begitu gagah sekali. Berbeda dengan tampilannya yang biasanya. Ada rasa bangga memakai jas pesanan khusus desainer terkenal.
“Kamu tampan sekali.” Bu Kania memuji Adriel. Dia merasa terharu akhirnya Adriel menikah juga. “Ibumu pasti senang melihat kamu menikah.” Bu Kania membelai lembut wajah Adriel. Dia sudah menganggap Adriel adalah ibunya sendiri. Jadi tentu saja itu membuatnya merasa begitu menyayangi Adriel.
“Iya, Ibu pasti senang Adriel akan menikah.” Sejenak Adriel teringat dengan ibunya. Wanita yang melahirkannya. Walaupun hanya sampai usia dua tahun dan tidak banyak kenangan, tetapi Adriel begitu menyayangi ibunya. Bu Kania selalu bercerita tentang banyak hal yang dilakukan oleh ibunya. Itu membuatnya mengenal sang ibu dengan baik.
Adriel menghapus air mata yang menetes di wajah Bu Kania. “Terima kasih, Ibu selalu ada untuk Adriel.” Bagi Adriel Bu Kania sudah seperti ibunya. Jadi tentu saja dia merasa bahagia sekali ada ibunya itu.
“Kamu anak Ibu, jangan berterima kasih.” Bu Kania tersenyum.
...****************...
Suara ketukan pintu terdengar. Bu Kania langsung membuka pintu. Tampak Neta dan Dathan yang masuk ke kamar. Mereka ingin bertemu dengan Adriel sebelum acara dimulai.
“Kak Adriel tampan sekali.” Neta memuji Adriel. Senyumnya manis sekali ketika memuji calon pengantin pria itu.
Dathan langsung menoleh ketika mendapati sang istri memuji pria lain di depannya. Apalagi pria itu adalah mantan kekasihnya. Tentu saja itu membuatnya sedikit kesal.
__ADS_1
“Iya, dia tampan. Kalau cantik artinya dia wanita.” Dathan dengan polosnya melempar sindiran.
Adriel melihat Dathan yang tampak kesal. Dia tahu jika Dathan kesal karena sang istri memujinya.
“Iya, benar. Jika aku cantik yang ada aku wanita.” Adriel membenarkan ucapan Dathan. Saat berbicara Adriel melihat ke sekitar. Tidak tampak calon anaknya di sekitar Neta dan Dathan. “Lolo ke mana?” tanyanya.
“Dia dan Liam bersama Mauren ke kamar Arriel.” Tadi saat hendak ke kamar Adriel, mereka bertemu dengan Mauren. Karena Dathan dan Neta akan mewakili pihak pria, jadi mereka memilih ke kamar Adriel, sedangkan Lolo akan ada di pihak sang mama.
Adriel menganggukkan kepalanya.
Sesaat kemudian, pihak WO memanggil Adriel. Meminta untuk ke tempat acara. Karena sebentar lagi acara pernikahan akan dimulai. Bersama dengan Bu Kania, Neta, dan Dathan, dia pergi ke tempat acara dilangsungkan pernikahan. Menunggu Arriel di sana.
“Tenanglah. Semua akan berjalan dengan lancar.” Dathan berusaha menenangkan Adriel yang tampak berdebar-debar.
Adriel terseenyum tipis ketika Dathan menenangkannya. Walaupun tidak benar-benar tenang, tetapi lumayan membuatnya jauh lebih baik.
...****************...
__ADS_1
“Mama cantik seperti princess.” Loveta memuji sang mama ketika melihat wajah sang mama. Dia senang sekali melihat mamanya yang cantik.
“Lolo juga cantik pakai gaun ini.” Arriel tersenyum.
“Iya, kata Kak Liam, Lolo cantik.” Loveta dengan bangganya menceritakan pada mamanya sambil melirik Liam di sebelahnya.
Liam tampak tenang dan tersenyum saja.
Arriel mencubit pipi sang anak. Gemas sekali. Anaknya centil sekali. Persis dirinya.
Arriel melanjutkan kembali merapikan gaunnya. Dilihatnya dari pantulan cermin penampilannya begitu sempurna. Riasan wajah dan gaunnya benar-benar pas sekali. Itu membuat jantung Arriel begitu berdebar-debar. Tak sabar acara pernikahan dimulai.
“Apa pengantin sudah siap?” Salah satu kru dari WO bertanya.
“Sudah.” Mauren yang menjawab.
Arriel ke tempat acara pernikahan didampingi oleh Mauren dan Mamanya. Loveta dan Liam akan jadi pendamping pengantin, jadi mereka juga ikut bersama Arriel.
__ADS_1
Arriel begitu berdebar-debar ketika berjalan ke tempat acara pernikahan. Dia hanya bisa berharap semua berjalan lancar. Tidak ada kendala apa pun.