Suami Terpilih

Suami Terpilih
Bab 40


__ADS_3

Adriel dan Arriel sampai di hotel. Hotel yang berada di dekat pantai menjadi pilihan mereka. Adriel ingin melihat indahnya pantai bersama dengan Arriel.


Setelah mendapatkan access card, Adriel dan Arriel segera masuk ke kamar hotel. Arriel tampak tak sabar sekali. Karena ini adalah bulan madu mereka.


Tepat di depan hotel, Adriel menempelkan access card. Arriel dengan semangatnya langsung bergegas masuk dengan menarik kopernya. Tampak dia tak sabar melihat kamar hotel yang dipesan Adriel.


Melihat sang istri yang begitu bersemangat membuat Adriel tersenyum. Dia masuk sambil menarik kopernya. Kemudian menutup pintu kamarnya.


Arriel yang masuk ke kamar melihat pemandangan hiasan bunga di atas tempat tidur berbentuk ‘love’ tampak begitu indah. Namun, yang menjadi perhatiannya adalah kolam renang yang berada di depan kamar. Satu kolam renang tampak begitu indah dengan hiasan mawar dan tulisan ‘I Love You’. Seketika Arriel menoleh pada Adriel. Memastikan jika sang suami yang meminta hal ini pada pihak hotel.


“Kamu yang minta?” tanya Arriel memastikan.

__ADS_1


“Kamu suka?” Adriel menghampiri sang istri. Tepat di depan sang istri, dia merengkuh pinggang sang istri.


“Tentu saja aku suka. Terima kasih.” Arriel melingkarkan tangannya di leher sang suami. Mendaratkan kecupan singkat pada sang suami. Merasa begitu senang sekali. Ternyata Adriel begitu romantis sekali. Dia tahu bagaimana membahagiakannya.


“Mau berenang?” Adriel tak mau kolam renang itu sia-sia begitu saja.


“Tentu saja.” Arriel tersenyum. Dia tak mau melepaskan kesempatan itu. “Aku akan ganti baju.” Arriel mendaratkan kecupan di pipi sang suami. Kemudian berlalu membuka kopernya. Sebuah baju renang diambilnya dari dalam koper, dan dibawanya ke kamar mandi.


Beberapa saat kemudian, Arriel keluar dari kamar mandi. Pakaiannya sudah berganti dengan baju renang. Adriel hanya membulatkan matanya saat sang istri hanya memakai baju renang two pieces. Jelas tubuh sang istri terlihat seksi sekali. Tubuh sang istri memang bukan yang kurus. Jadi jelas bentuk tubuhnya tampak sempurna dengan ukuran yang pas.


Baru saja melihat sang istri yang begitu seksi saja, membuat gairahnya mencul. Maklum, Adriel masih baru merasakan kenikmatan.

__ADS_1


Jadi tentu saja reaksi itu begitu cepat. Prinsipnya masih, wanita adalah pandangan hidup. Artinya saat dipandang hidup ....


Arriel tersenyum ketika melihat sesuatu di balik celana berbahan licra itu. Bahan yang tipis jelas membuat terlihat jelas sekali.


Rasanya lucu ketika melihat sang suami. Dia sadar jika sang suami baru melakukannya dengannya. Ditambah sang suami yang tidak pernah aneh-aneh jelas membuat mudah terangsang. Walaupun hanya memandang.


“Jangan tertawa.” Adriel memberikan peringatan. “Ayo cepat berenang, atau kita tidak akan berenang dan berujung ke tempat tidur.”


Arriel ingin berenang dulu. Jadi tentu saja dia tidak mau mengganti kegiatan mereka. Dengan segera dia menarik tangan Adriel. Membawanya ke kolam renang.


Di tepi kolam renang mereka berdua berdiri. Arriel melingkarkan tangannya di leher sang suami. Berpegangan padanya. Adriel memegangi pinggang sang istri. Memastikan jika dia berada di dalam dekapannya ketika tenggelam di kolam renang.

__ADS_1


“Satu ... dua ... tiga.” Mereka berdua menghitung dan menjatuhkan tubuhnya ke dalam kolam renang. Seketika air kolam renang terbelah. Tubuh mereka seolah masuk ke dalam lautan bunga. Membuat keduanya begitu bahagia dengan hal sederhana yang mereka lakukan.


__ADS_2