Suami Terpilih

Suami Terpilih
Bab 54


__ADS_3

Seusai pemeriksaan, mereka segera ke apotek. Menunggu apoteker menyiapkan vitamin yang diresepkan oleh dokter.


“Semoga ini berhasil.” Adriel memberikan dukungan pada sang istri.


“Iya.” Arriel juga berharap seperti itu.


Mereka menunggu antrean vitamin. Pasien hari ini cukup banyak. Jadi tentu saja mereka harus sabar mengantre.


“Arriel.”


Suara seseorang terdengar memanggil Arriel. Saat Arriel menoleh dia melihat Ghea di sana. Dokter cantik itu berjalan ke arahnya.


“Hai, Ghe.” Arriel yang berdiri segera menautkan pipi ketika Ghea menghampiri.


“Apa kabar?” Ghea yang menautkan pipi tersenyum.


“Baik.” Arriel membalas senyuman Ghea.


Ghea juga menyapa Adriel dengan menjabat tangan pria itu.


“Kamu sedang memeriksakan diri?” tanya Ghea.


“Iya, aku baru dari dokter kandungan.” Arriel menjelaskan pada Ghea.


“Kamu hamil?” Ghea menatap Arriel lekat.


“Tidak, hanya konsultasi biasa saja.” Arriel mencoba tersenyum. Rasa sedih ketika orang mengira jika dia sedang hamil.

__ADS_1


“Konsultasi untuk kehamilan?” Ghea memastikan.


“Iya.” Arriel mengangguk.


“Apa kalian akan melakukan program bayi tabung?” Ghea memastikan. Rumah sakit sedang mengadakan promo untuk program ini. Jadi dia berpikir Arriel akan melakukannya.


“Tidak, kami masih akan melakukan secara alami dulu.” Arriel tersenyum. Dia belum sejauh itu berpikir.


“Maaf aku pikir kamu akan melakukannya. Karena belakangan ini dr. Kandungan banyak didatangi karena program bayi tabung.” Ghea merasa tidak enak.


“Tidak apa-apa. Nanti jika usahaku tidak berhasil, aku akan coba.”


“Berusahalah dulu. Makan makanan yang sehat, minum vitamin dari dokter. Semoga itu akan membuatmu cepat hamil.” Ghea memberikan dukungannya.


“Terima kasih.” Arriel tersenyum.


Tepat saat hendak keluar dari rumah sakit, Adriel dan Arriel melihat promosi yang dipajang di dinding rumah sakit. Promosi itu berisi tentang program bayi tabung. Untuk sesaat dia berhenti untuk melihatnya. Adriel melihat jelas ada ketertarikan saat melihat promosi itu.


“Kenapa berhenti?” tanya Adriel.


“Tidak, ayo.” Arriel tersenyum. Dia segera mengayunkan langkahnya lagi. Mengajak sang suami ke mobil yang terpakir di tempat parkir.


...****************...


Arriel memandangi layar laptopnya. Pikirannya melayang memikirkan tentang program bayi tabung yang ada di rumah sakit.


“Riel, pembuatan kalung ini sudah edisi terbaru sudah hampir rampung, kita akan promosi jika semua sudah selesai. Sepertinya promosi kali ini akan tepat waktu.” Mauren berbicara dengan Arriel sambil melihat layat laptopnya.

__ADS_1


Sayangnya, tidak ada tanggapan dari Arriel. Wanita itu hanya diam saja. Hal itu tentu membuat Mauren mengalihkan pandangan pada Arriel. Saat melihat Arriel, temannya itu tampak melamun.


“Riel.” Mauren memanggil temannya itu.


“Hah ....” Arriel sedikit terkejut.


“Kamu kenapa?” Mauren merasa heran. Tidak biasa-bisanya Arriel seperti itu.


“Tidak apa-apa.” Arriel menggeleng.


Mauren tidak mau memaksa jika temannya tidak mau bilang. Dia pun kembali pada laptopnya. Berniat membuka file untuk menunjukkan pada Arriel.


“Ren, apa uang istri tidak boleh digunakan untuk kebutuhan dalam rumah tangga?” Tiba-tiba Arriel bertanya hal itu pada Mauren.


Mauren yang sedang menatap layar laptop kembali melihat Arriel. Dia menduga jika ada sesuatu yang terjadi pada temannya itu.


“Tentu saja boleh asalkan sang istri ikhlas dan suami menerima.” Mauren memberikan pendapatnya.


“Tapi, aku takut Adriel tersinggung.” Arriel mengembuskan napasnya.


“Memang sebenarnya kamu mau apa?” Mauren justru penasaran dengan apa yang ingin dilakukan sang teman.


“Aku ini ikut program bayi tabung. Hanya saja Adriel tidak ada uang. Aku tahu jelas tabungannya. Jadi aku berniat mengambil tabunganku dari keuntungan toko.” Arriel merasa jika ini adalah langkah untuk mendapatkan uang.


“Sebaiknya kamu bicarakan baik-baik. Siapa tahu dia setuju.”


Arriel merasa jika dia akan mencoba bicara dengan Adriel. Siapa tahu Adriel setuju. Lagi pula niatnya baik. Berharap Adriel akan mengerti dengan keinginannya.

__ADS_1


__ADS_2