Suami Terpilih

Suami Terpilih
Bab 25


__ADS_3

Arriel dan Adriel sampai di toko butik. Arriel sengaja meminta Adriel menunjukan di mana Adriel biasanya membeli jas. Namun, yang tidak pernah disangka Arriel, Adriel mengajaknya ke salah satu butik jas mewah. Arriel jelas tahu jika butik ini adalah butik mewah. Karena toko ini sudah berdiri sejak lama. Dulu Arriel sering mengantarkan Dathan ke butik ini.


“Kamu sering beli ke sini?” Arriel ragu-ragu bertanya.


“Tidak.” Adriel menggeleng.


“Lalu kenapa kamu ke sini?” Arriel tidak menyangka jika Adriel belum pernah ke butik ini dan ini pertama kalinya.


“Aku pernah berjanji pada diriku sendiri. Jika suatu hari aku menikah. Aku ingin tampil yang terbaik.” Adriel ingin ini menjadi yang spesial untuk hari pernikahannya. Jadi dia ingin yang terbaik.


Jika alasan Adriel itu, tentu saja Arriel tidak bisa menolak. Dia pun memilih untuk mengangguk. Selain dirinya, tentu saja Adriel ingin menjadikan momen sakral mereka untuk saling mendapatkan hal yang spesial.


Mereka segera masuk ke butik untuk memesan jas untuk pesta pernikahan. Di dalam Adriel menjajal banyak sekali jas. Mencari mana yang pas dan nyaman. Arriel pun memberikan bayangan gaunnya. Jadi tentu saja itu memudahkan untuk mencocokkannya.

__ADS_1


Dari butik, mereka melanjutkan untuk bertemu wedding organizer milik suami Ghea. Kemarin, Arriel menghubungi Ghea. Sewaktu pemotretan, mereka sempat mengobrol. Dari sana, Arriel tahu jika suami Ghea memiliki wedding organizer. Jadi, dia pun memanfaatkan itu.


Sayangnya, bukan suami Ghea sendiri yang menemui Arriel, melainkan karyawan. Namun, tidak masalah bagi Arriel, yang terpenting rencana pernikahannya lancar.


Di sana mereka membahas konsep apa yang akan digunakan. Arriel hanya mengundang sedikit orang. Jadi dia mau mengadakan garden party. Kebetulan di salah satu Hotel Davis terdapat taman yang cukup luas. Terdapat kolam renang yang akan menambah suasana semakin indah. Arriel sudah menghubungi temannya-Aletha untuk memakai taman hotel milik temannya itu. Jadi tidak ada masalah untuk tempat.


Tinggal pihak wedding organizer datang dan memasang dekorasi.


Mereka berdua sampai di apartemen Arriel. Adriel langsung duduk di sofa, sedangkan Arriel mengambil minuman.


Arriel kembali dengan minuman jus di dalam gelas pada Adriel. Memintanya untuk meminumnya. Adriel yang kelelahan, segera meminumnya.


“Semua sudah, tinggal menunggu undangan besok. Jadi lusa kita bisa bagikan undangan tersebut.” Arriel merasa lega. Dalam hitungan hari saja urusannya sudah selesai. Kini tinggal santai menunggu hari pernikahan.

__ADS_1


“Kamu menyiapkan pernikahan seperti sulap.” Adriel menggeleng heran.


“Aku juga tidak menyangka. Jika aku tidak bertemu Ghea, mungkin aku tidak tahu jika dia pemilik wedding organizer.” Arriel merasa pertemuannya itu benar-benar anugerah. Karena itu memudahkan rencananya.


Adriel merasa Tuhan memang merestui. Mengingat begitu lancar rencana mereka, hotel, wedding organizer, undangan, cincin pernikahan, dan juga gaun pernikahan, semua terselesaikan.


Saat mengingat gaun pernikahan dan cincin pernikahan, Adriel teringat jika dirinya ke sini untuk melihat hal itu.


“Mana gaun dan cincin pernikahan kamu?” Adriel menatap Arriel. Dia begitu penasaran sekali.


“Oh … iya, aku akan tunjukkan.” Arriel segera berdiri. Dia mengayunkan langkahnya ke kamar.


Adriel mengikuti Arriel, tetapi ternyata Arriel membawanya ke kamar. Langkahnya pun terhenti. Karena dia ragu ikut masuk ke kamar Arriel atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2