Suami Terpilih

Suami Terpilih
Bab 17


__ADS_3

Mobil Arriel sampai di rumah Dathan. Hari ini dia ingin menjemput anaknya. Saat sampai Arriel sudah disapa oleh sang anak. Sang anak berlari ke arahnya dan memeluk.


“Mama.” Loveta senang sekali karena akhirnya mamanya datang.


“Anak Mama.” Arriel mendaratkan kecupan di dahi sang anak. Merasa senang ketika melihat sang anak.


Dathan dan Neta menghampiri Arriel yang datang. Neta menautkan pipi pada Arriel menyapa mama dari anak sambungnya itu. Dathan yang melihat Arriel pun hanya menjabat tangan mantan istrinya itu. Tak banyak bicara. Membiarkan sang istri yang bicara.


“Aku akan bawa Lolo ke rumah mama.” Arriel meminta izin pada Dathan dan juga Neta.


“Tentu saja.” Neta tidak masalah. Lagi pula, Mama Anggun adalah neneknya juga. “Ini tasnya.” Neta memberikan tas berisi pakaian dan mainan milik Loveta. Tidak banyak yang dibawa mengingat jika Loveta hanya dua hari saja.


Arriel menerima tas yang diberikan oleh Neta. “Kalau begitu kami pergi dulu.” Arriel mengulurkan tangan pada anaknya. Mengajaknya untuk segera pergi.


“Da … Mami … da … Papi.” Loveta melambaikan tangan. Kemudian masuk ke mobil. Dia duduk di kursi depan berada di samping Arriel. Tak lupa, Arriel memasang sabuk pengaman di tubuh sang anak. Memastikan jika sang anak aman.

__ADS_1


Arriel yang sudah memastikan sang anak aman segera beralih ke kursi kemudi. Kemudian melajukan mobilnya, meninggalkan rumah sang mantan suami. Di jalan, Loveta begitu girang sekali. Terus bernyanyi ria. Membuat suasana di dalam mobil riang.


“Tadi Lolo panggil papi?” Arriel teringat dengan panggilan anaknya pada mantan suaminya. Dia merasa heran, kenapa panggilan anaknya berubah.


“Iya, sekarang Lolo panggilnya papi.” Loveta dengan semangat menceritakan pada sang mama.


“Kenapa?” Arriel begitu penasaran. Karena sejak awal ada Neta pun Loveta memanggil Dathan dengan panggilan papa.


“Kata mami, nanti kalau mama menikah dan Lolo punya papa, nanti papanya dua. Jadi satu dipanggil papi. Jadi Lolo panggil Papi Dathan.” Loveta menjelaskan dengan versi dirinya. Tetap khas anak-anak.


Perjalanan akhirnya sampai juga. Arriel dan Loveta segera turun dari mobil dan segera masuk ke rumah.


“Nenek.” Loveta berlari menghampiri sang nenek yang sedang duduk manis di ruang keluarga.


“Cucu cantik Nenek.” Mama Anggun memeluk Loveta. Dia segera memangku Loveta di pahanya. “Nenek rindu sekali.” Dia mendaratkan kecupan di pipi sang cucu.

__ADS_1


“Lolo juga rindu sekali.” Loveta tersenyum.


Mama Anggun mengalihkan pandangan pada anaknya. “Jadi besok kekasihmu itu datang?” Dia segera melemparkan pertanyaan pada anaknya.


Arriel memikirkan ucapan sang mama. Jika dibilang kekasih, mereka tidak mengikat hubungan dalam sebuah ikatan sepasang kekasih. Hanya menjalani dan memutuskan menikah. Terdengar lucu mungkin, tetapi hubungan itu berjalan begitu saja.


“Jadi, karena itu aku mau rapikan rumah dan bersiap untuk besok. Mama tidak perlu repot. Aku sudah memesan catering. Jadi semua tinggal beres.” Arriel tidak mau merepotkan mamanya yang sudah tua. Jadi dia memutuskan untuk memesan semuanya.


Mama Anggun pasrah. Lagi pula yang punya acara adalah anaknya. “Sebenarnya siapa pria itu? Berasal dari keluarga mana? Kamu mendatangkan pria untuk melamar, tetapi Mama tidak tahu sama sekali.” Mama Anggun merasa sedikit kesal. Karena sang anak masih belum menjelaskan semuanya.


“Itu kejutan, Ma.” Arriel tersenyum. Dia segera berdiri. “Aku taruh tas dulu.” Dia memilih menghindar ketika sang mama mengajaknya bicara. Dia memang tidak akan mengatakan apa-apa pada mamanya. Karena tahu mamanya pasti akan melakukan hal tak terduga. Bagi Arriel, biarkan ini jadi kejutan.


Mama Anggun hanya bisa menatap anaknya kesal. Anaknya sedang bermain rahasia dengannya. Hal itu membuatnya semakin penasaran. Seperti apa pria yang akan menikahi anaknya.


“Lolo mau main dengan Nenek.”

__ADS_1


Mendengar suara cucunya Mama Anggun tersadar. “Boleh, ayo.” Dia memilih mengabaikan urusan anaknya, dan memilih bermain dengan cucunya. Menggunakan waktu dengan baik dengan sang cucu.


__ADS_2