Suami Terpilih

Suami Terpilih
Bab 59


__ADS_3

Mama Anggun begitu terkejut ketika ternyata suara itu berasal dari Pak Dewa. Tentu saja dia merasa Pak Dewa tidak tahu apa-apa tentang Adriel. Yang tahu tentang Adriel adalah dirinya.


“Pak Dewa tidak tahu saja.” Mama Anggun menatap Pak Dewa yang berada di sebelah Adriel.


“Apa yang saya tidak tahu?” Pak Dewa begitu penasaran sekali dengan apa yang ingin dikatakan oleh Mama Anggun.


“Selama ini Adriel tinggal di apartemen Arriel. Apa itu namanya tidak menumpang? Belum lagi Arriel sampai harus keluar uang banyak selama tinggal bersamanya.” Mama Anggun mencoba menjelaskan pada Pak Dewa seperti apa Adriel sebenarnya.


Adriel hanya menggeleng heran melihat aksi mama mertuanya itu. Sejak kemarin memang mertuanya itu begitu kesal dengan uang yang diambil Arriel. Sampai hari ini pun Adriel tidak menanyakan hal itu pada istrinya. Adriel lebih memilih menunggu Arriel menceritakannya.

__ADS_1


Arriel yang baru saja dari toilet segera menghampiri sang suami. Namun, alangkah terkejutnya ketika baru datang dia mendengar semua yang diucapkan sang mama. Dia sudah tahu jika mamanya mengetahui jika dirinya mengambil uang. Namun, tidak menyangka jika akan diceritakan di depan umum, dan lebih parahnya menuduh Adriel yang menyuruh dirinya.


“Ma.” Arriel menghampiri sang mama. “Jangan sembarangan bicara.” Arriel memberikan peringatan pada sang mama. Dia merasa begitu kesal dengan mamanya itu.


“Mama bicara tidak sembarangan. Pasti pria ini kan yang memintamu mengambil uang dan menyerahkannya padanya. Kamu ini hanya dijadikan alat untuk mencetak uang olehnya. Sadarlah!” Mama Anggun yang melihat anaknya mencegahnya bicara pun justru semakin tersulut.


Arriel benar-benar tidak menyangka mamanya menuduh Adriel seperti itu. “Adriel tidak pernah meminta Arriel.” Dia mencoba membela suaminya.


“Jadi yang menurut Anda cocok adalah David?” Pertanyaan itu keluar dari mulut Pak Dewa di sela-sela perdebatan Arriel dan Mama Anggun. Apalagi nama anaknya disebut.

__ADS_1


Semua orang segera mengalihkan pandangan pada Pak Dewa ketika Pak Dewa ikut dalam urusan Mama Anggun dan anaknya. Termasuk Adriel.


“Iya, karena David memiliki keluarga yang jelas. Tidak seperti dia-anak yatim piatu yang hanya berasal dari panti asuhan.” Mama Anggun menatap sinis pada Adriel. Suara Mama Anggun cukup tinggi hingga beberapa orang di sekitar mengalihkan pandangan pada Mama Anggun. Arriel benar-benar tidak bisa mengontrol mamanya.


“Ma, sudah.” Arriel berusaha menarik tangan mamanya. Untuk segera pergi meninggalkan pesta. Tak mau merusak pesta pernikahan Mauren dan David.


Pak Dewa yang mendengar itu mengepalkan tangannya. “Apa Nyonya Anggun tahu siapa yang Anda sedang hina ini?” Pak Dewa yang merasa tidak terima ketika Mama Anggun menghina Adriel. Suaranya jauh lebih tinggi dibanding suaranya.


Adriel seketika mengalihkan pandangan pada Pak Dewa ketika mendengar Pak Dewa bicara. Ada hal yang ditakutkannya.

__ADS_1


“Pria yang Anda hina ini adalah anak saya. Jadi jangan sembarangan merendahkan dia.” Pak Dewa meninggikan suaranya. Dia tidak terima ketika anaknya direndahkan seperti ini.


Apa yang ditakutkan Adriel akhirnya terjadi juga. Papanya akhirnya mengakui dirinya di depan umum. Disaksikan banyak orang dan media yang ada.


__ADS_2