Suami Terpilih

Suami Terpilih
Bab 20


__ADS_3

Arriel, Mama Anggun, Adriel, Bu Kania, dan Loveta menikmati minuman yang disajikan. Loveta terus bercerita, membuat suasana menjadi hidup. Akhirnya, suasana berubah ketika Adriel mulai berbicara. Menyampaikan niatnya untuk datang.


“Sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena sudah menerima kami di sini.” Adriel memulai pembicaraannya tersebut.


Arriel tersenyum. Dia merasa Adriel akan mengatakan niatnya datang. Tak sabar menunggu Adriel yang menyampaikan keinginannya.


“Saya ke sini untuk menyampaikan jika saya ingin melamar Arriel.” Adriel mengatakan pada Mama Anggun tentang rencananya.


Mama Anggun hanya diam saja. Dia tidak bisa menerima Adriel yang ingin melamar anaknya. “Saya—”


“Mama setuju.” Arriel memotong ucapan sang mama. “Bukan begitu, Ma.” Arriel tersenyum pada sang mama. Dia tahu jika sang mama pasti menjawab tidak. Karena itu sebelum sang mama bicara, dia langsung memotong ucapannya lebih dulu.


Mama Anggun hanya tersenyum saja. Anaknya sudah memutuskan dan sepertinya tidak bisa diganggu gugat.


Bu Kania merasa senang ketika lamaran diterima. Walaupun, sejujurnya dia merasa ada raut wajah yang aneh dari Mama Anggun.

__ADS_1


Adriel tersenyum. Dia merasa senang ketika akhirnya lamaran diterima.


“Jadi apa lamarannya seperti ini saja?” Tiba-tiba Mama Anggun bertanya. Lamaran anaknya benar-benar tidak spesial sekali. Seolah benar-benar biasa saja.


Adriel dan Arriel saling pandang. Mereka bingung dengan pertanyaan dari Mama Anggun. Namun, akhirnya Arriel tahu maksud dan tujuan dari pertanyaan mamanya.


“Memang Arriel minta seperti ini saja, Ma. Karena kami akan langsung menikah. Tidak perlu acara lamaran-lamaran yang mengundang banyak orang.” Arriel segera menjelaskan pada sang mama.


Mama Anggun begitu terkejut sekali. Ternyata anaknya sudah memikirkan pernikahan berlangsung. “Memang kapan pernikahannya?” tanyanya yang ingin tahu.


“Dua minggu lagi.” Dengan tenangnya Arriel menjawab. Dia memang tidak mau membuang waktu. Jika semakin lama, yang ada mamanya akan bertingkah aneh. Itu akan sangat berbahaya sekali.


Adriel kalah terkejut. Arriel belum membahas ini dengannya. Namun, sudah memutuskan kapan dia akan menikah. Walaupun sebenarnya, dia tidak keberatan dengan keputusan ini.


“Riel, jika pernikahan diadakan dua minggu lagi, apa akan bisa? Kita belum menyebar undangan. Jika undangannya banyak, tentu saja waktu dua minggu tidak akan cukup.” Mama Anggun pun melemparkan protesnya.

__ADS_1


“Memang siapa yang mau mengundang banyak orang?” Arriel tersenyum. Dia memang tidak berniat mengundang banyak orang. Karena memang berniat untuk melakukan pernikahan sederhana, tetapi hikmat.


Mama Anggun semakin dibuat terperangah. “Jadi acara pesta tidak akan mewah?” Dia memastikan kembali.


“Tidak.” Arriel menggeleng.


Mama Anggun tidak bisa berkata-kata. Anaknya benar-benar luar biasa mengujinya hari ini. Setelah dadakan melamar, pria yang melamar tidak sesuai kriteria, pernikahan mendadak. Kini Arriel berencana melangsungkan pernikahan sederhana. Kepala Mama Anggun seketika pusing.


“Nanti setelah ini, kita akan siapkan semua.” Arriel tersenyum menatap sang calon suami.


Arriel mengangguk.


Mereka melanjutkan obrolan tentang pernikahan. Arriel banyak menjelaskan rencana pernikahan. Mulai cincin yang sudah ada. Gaun pernikahan yang sudah dibuat. Semua sudah disiapkan.


Dulu Arriel bermimpi ingin segera menikah. Jadi dia sengaja membuat semua itu. Berharap kelak bisa memakainya, dan kini dia bisa memakainya juga. Jadi dua minggu ini akan cukup untuk menyiapkan sisanya.

__ADS_1


Arriel juga akan menggunakan Hotel Davis sebagai tempat acara pernikahan. Mengingat dia kenal pemilik Hotel Davis, tentu saja akan lebih mudah mendapatkan tempat untuk acara pernikahan.


Mama Anggun hanya bisa memijat kepalanya. Dia pusing mendengar rencana sang anak yang sudah begitu matang. Jadi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


__ADS_2