Suami Terpilih

Suami Terpilih
Bab 36


__ADS_3

Arriel mencari Mauren, tetapi tidak menemukan temannya itu. Dia ingin meminta temannya menemani ke toilet. Namun, dia tidak tahu di mana keberadaan temannya itu.


Arriel terus mencari. Hingga akhirnya, dia mendapatkan temannya itu sedang berjalan menjauh dari pesta. Tampak temannya itu buru-buru sekali. Rasa penasaran Adriel pun membuat Arriel mengejarnya.


Saat mengejar Mauren, tampak Mauren bersembunyi di balik pilar. Arriel semakin dibuat bingung dengan temannya itu. Hingga akhirnya menghampiri untuk tahu apa yang dilakukan temannya itu.


“Ren.”


Suara Arriel yang tiba-tiba membuat Mauren begitu terkejut. Dia sampai terlonjak ketika mendengar suara Arriel.


“Kamu mengagetkan aku saja.” Mauren memegangi dadanya. Dia benar-benar terkejut sekali.


Arriel menautkan kedua alisnya. Padahal dia pelan-pelan sekali memanggil temannya itu, tetapi temannya itu justru kaget.


“Kamu sedang apa?” Arriel merasa penasaran dengan apa yang dilakukan temannya itu.


“Aku sedang bersembunyi.” Mauren menarik tubuh temannya itu.

__ADS_1


“Dari siapa?” Arriel melihat ke sekitar. Melihat siapa yang dihindari oleh Mauren.


Mauren tersenyum. “Jadi waktu itu aku menemui salah satu pria di foto yang diberikan mamamu. Kami mengobrol sampai malam, dan akhirnya kami melakukan hubungan intim. Aku baru tahu jika pria itu punya banyak skandal. Jadi aku tidak mau berurusan dengan pria itu. Apa bedanya dengan mantan suamiku.” Mauren waktu itu sengaja ingin mencari peluang. Saat melihat foto yang tercecar, dia melihat ada satu pria tampan. Jadi dia menemui pria itu. Sayangnya, dia salah menemui orang. Karena ternyata sama saja dengan mantan suaminya yang suka bermain wanita.


Arriel hanya bisa tersenyum. Temannya jelas-jelas kena batunya. Dia yakin pria itu datang atas undangan mamanya. Jadi wajar saja jika ada di pesta.


“Sudah ayo temani aku ke toilet saja.” Arriel memilih mengajak temannya itu dari pada bersembunyi tidak jelas.


Mauren masih melihat sekitar. Memerhatikan jika pria yang tadi dilihatnya tidak ada. “Ayo.” Mauren pun segera menuruti apa yang diminta Arriel. Menemani temannya itu ke toilet.


Di toilet Mauren membantu Arriel. Saat selesai, dia pun gantian ke toilet. Berlari-lari dari pria tadi membuatnya merasakan ingin buang air kecil juga.


“Bagaimana rasanya?” Di depan kaca toilet, Arriel menatap temannya.


“Apa?” Mauren yang sedang mencuri tangannya, mengalihkan pandangan pada temannya.


“Melakukan hubungan intim setelah sekian lama?” Arriel sedikit memelankan suaranya. Dia dan temannya adalah janda. Jika dirinya bercerai karena ingin fokus dengan pekerjaanya, Mauren bercerai karena suaminya selingkuh. Sejak itu mereka berdua fokus bekerja. Membangun usaha milik Arriel bersama. Bagi Arriel, Mauren bukan hanya teman, tetapi partner kerja dan saudara. Dia adalah tempatnya berkeluh kesah.

__ADS_1


Mauren mencoba mengingat kejadian itu. Namun, seketika dia menggelengkan kepalanya. Menghilangkan bayangan tersebut dari pikirannya.


“Aku tidak bisa menjelaskan. Rasakan saja nanti malam.” Mauren memilih menghindar.


Arriel menekuk bibirnya. Merasa kesal karena temannya tidak mau menjelaskan.


Mereka berdua yang selesai dari toilet, segera keluar. Kembali ke pesta. Arriel mengajak Mauren untuk menemui Adriel.


“Sayang.” Arriel memanggil suaminya yang sedang sibuk mengobrol.


Saat panggilan itu terdengar, Adriel melambaikan tangannya. Pria yang mengobrol dengannya itu pun ikut berbalik. Alangkah terkejutnya Mauren ketika melihat pria yang dihindarinya sedang asyik mengobrol dengan Adriel. Jika sudah begini tentu saja dia tidak bisa lari.


“Riel, itu pria yang aku ceritakan.” Mauren berbisik pada Arriel.


Arriel melihat pria yang bersama dengan suaminya. Dilihatnya pria itu tampak begitu tampan. Namun, baginya tetap saja yang paling tampan adalah suaminya.


“Sudah ayo, jangan kabur.” Arriel menarik Mauren. Mengajaknya untuk menemui pria yang sengaja dihindarinya tadi.

__ADS_1


__ADS_2