
Pov Leon
Aku masih duduk di bangku SMA saat ini, seharusnya anak sepertiku masih menikmati masa mudahnya di luar sana seperti jalan-jalan bersama teman-temannya, kemana pun pergi tak ada yang larang, bebas bergaul dengan wanita mana pun dan ada pula anak di luar sana yang bebas berganti pasangan atau tepatnya kekasih.
Beda dengan aku sekarang ini, aku sudah menikah padahal usiaku masih terbilang di bawah umur, aku menikah dengan wanita yang tidak aku kenal, bahkan kami bertemu saat ijab kabul itu di laksanakan. Yah, ini permintaan ke dua orang tuaku katanya mereka tidak ingin aku salah jalan nantinya dan membuat mereka kecewa, tentu saja mereka akan kecewa jika aku berbuat hal buruk dan aku tidak mau hal itu terjadi, aku tidak ingin membuat ke dua orang tuaku kecewa.
Aku turuki menikah dengan gadis yang seusia dengan adikku Dion dan ternyata dia juga masih sekolah denganku. Papi meminta aku pindah sekolah ke sekolah wanita yang sudah menjadi istriku, katanya untuk berjaga-jaga agar tak ada yang menyakitinya.
Sudah ada 10 hari kami menikah tapi dia belum juga mencintaiku sama sekali, wajar jika dia belum bisa menerimaku, 'kan kita cuman dijodohkan saja. Tapi bedah denganku, aku sudah jatuh cinta padanya saat pertama kali bertemu, yah bilang saja aku jatuh cinta pada pandang pertama.
Setelah menikah 2 hari, aku mengajaknya pindah ke apartemen yang sudah aku beli sebelum pulang dari Amerika, setiap hari kami selalu mengerjakan pekerjaan rumah bersama, dan tentunya aku selalu berbuat manja kepadanya, itu aku lakukan agar dia bisa dengan cepat membalas cintaku ini. Akh, cinta ini membuatku gila saja, setelah 10 hari menikah dengan wanita itu yang di panggil Risma, belum ada tanda-tanda dia mencintaiku juga yang aku rasakan dia hanya menerimahku sebagai suaminya saja saat ini dan itu membuatku sakit hati.
Aku selalu melihatnya berbicara dengan seorang pria tampan di sekolah tapi lebih tampan aku dong, jujur aku merasa cemburu padanya dan tentu saja aku cemburu jika melihat wanitaku bercanda dan tertawa lepas dengan pria lain selain denganku. Malam itu aku memilih bertanya langsung padanya tentang pria itu dan apa hubungan mereka sejauh ini, dari pada aku memendamnya sendiri lebih baik aku mengeluarkannya saja.
Aku sungguh sakit hati dan cemburu sehingga membuatku mengeluarkan air mata atau tepatnya menangis dan perlu kalian tahu bahwa ini pertama kalinya aku menangisi seorang wanita karna begitu mencintainya dan takut kehilangan dia. Saat aku menangis di pelukannya dia sepertinya merasa bersalah karna belum mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya selama ini.
Kalian tahu? Ternyata dia juga sudah mencintaiku karna perlakuanku selama ini kepadanya, tapi kenapa dia mengakuinya saat aku sudah menangis. Aisshh... Jika aku tahu dari dulu mungkin dari dulu juga aku menangis di depannya, aku jadi malu kepadanya, dia selalu saja mengejekku kalau aku ini anak kecil penangis, karna hari itu aku menangis sampai mataku sedikit bengakak, tapi tidak apa-apa karna semua itu ada hasilnya.
"AKU MENCINTAIMU RISMA"
Sudah 2 minggu kami menikah dan sekarang kami sudah saling mencintai, aku semakin manja saja kepadanya dan ternyata dia juga menerima manjaku ini setiap hari kepadanya dan itu membuatku semakin cinta saja.
Pov Author
"Ris, kita ke rumah Mami yah,ini hari?" ajak Leon pada istrinya.
Leon sedang berbaring di sofa di ruang tengah dan dia berbantalan kepada paha istrinya sambil menonton tv. Risma begitu lembut mengusap rambut Leon karna itu permintaan Leon sendiri.
"Yah sudah ayo," ucap Risma.
Leon bangkit dari pembaringan menuju ke kamar untuk bersiap-siap dan di susul ole Risma.
____________________________
Kini Leon dan Risma sudah berada di depan pintu rumah yang begitu besar dan bertingkat dua.
Setelah beberapa menit berada di sana kini pintu telah terbuka dari dalam dan menampakkan seorang wanita yang berusia 40 tahun tapi masih terlihat cantik.
"Haii, Sayang," ucap wanita itu lalu memeluk Risma dengan erat.
"Assalamualaikum, Mi," salam Risma bersamaan dengan Leon.
"Wa'alaikusalam," jawab Mami Leon dengan senyuman.
Mami melepaskan pelukannya lalu mengajak masuk dengan menarik tangan menantunya dan di susul Leon dari belakang.
"Ck, sebenarnya anak Mami aku atau dia sih? Aku malah dicuekin sekarang," gumam Leon.
"Mami sudah tak sayang aku lagi?" tanya Leon dengan mulut dikerucutkan.
"Siapa bilang Mami tidak sayang lagi denganmu?" ucap Maminya.
"Buktinya Mami hanya memeluknya saja dan aku dicuekin dari tadi." Leon mendudukkan dirinya di sofa dengan wajah dibikin sedih.
"Ulu,ulu,ulu... bayi besarku merajuk. Sini Mami peluk. Kok cemburu pada istri sendiri, sih?" ucap Maminya dan memeluk Leon.
__ADS_1
Leon membalas pelukan itu tak kalah erat karna dia juga sudah rindu pada Maminya, sudah 2 minggu sejak dia menikah dan baru pertama ini dia bertemu lagi pada Maminya.
"Papi mana, Mi?" tanya Leon saat pelukannya lepas.
"Papi ada di dalam lagi mandi," jawab Maminya.
"Eh, bagaimana hubungan kalian sekarang? Baik-baik saja 'kan?" tanya Maminya.
"Baik-baik saja, Mi. Malahan sekarang kita juga sudah saling cinta,hehe...." Leon cengengesan di akhir kalimatnya.
Risma hanya menunduk malu mendengar perkataan Leon, bisa-bisanya dia berkata seperti itu pada Maminya.
"Oh, bagus dong. Jadi tidak lama nih Mami meminang cucu," ujar Maminya, sambil senyum-senyum sendiri membayangkan dirinya sedang menggendong bayi.
"Minang apa sih,Mi?" tanya Papi Leon yang baru saja datang dari arah belang dan duduk di samping istrinya.
"Ini loh, Pi. Mereka sudah saling mencintai sekarang."
"Benarkah?" tanya Papi kepada Leon dan Risma.
Leon mengangguk dengan cepat dengan cengengesan sambil merangkul bahu Risma, sedangkan Risma hanya semakin menunduk karna malu karna perkataan mertuanya. Tidak anak tidak ibu sama saja yang ada dalam pikirannya hanya ada bayi dan bayi, Risma 'kan jadi malu untung Dion tidak ada di sana.
"Bagus, tapi kalian belum boleh memiliki bayi sekarang," ujar Papinya.
"Loh kenapa, Pi? Papi tidak mau punya cucu?" tanya Mami dan Leon.
"Bukan itu maksud Papi, tapi kalian masih sekolah sekarang," jawab Papinya.
Betul juga yang dibilang Papinya jika mereka sekarang punya Bayi, otomatis Risma harus hamil dan dia kan masih sekolah, apa lagi masih ada 6 bulan lagi baru tamat sekolah, masa iya harus hamil, 'kan bisa makin rumit urusannya.
"Aku setuju dengan pendapat Papi," ucap Risma dengan cepat.
"Kita itu masih sekolah dan masih lama sekolahnya, jika aku hamil sekarang pasti di keluarkan dari sekolah," jelas Risma.
"Betul yang dikatakan istrimu, Leon," sambung Papinya.
"Yah, tidak dapat jatah dong...," gumam Leon.
"Apa maksudnya?" tany Risma.
"Eh! Bukan apa-apa kok, Sayang," jawab Leon dengan senyuman.
Papi dan Maminya hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak dan menantunya.
"Yah sudah, ayo kita makan bersama," ajak Maminya.
Mereka pun berkumpul bersama dengan menikmati makan malam mereka.
"Dion kemana, Mi?" tanya Leon yang menyadari adiknya tidak ada di sana.
"Dia tadi keluar, katanya ada hal penting dia urus," jawab Maminya.
_____________________________
Setelah makan malam Leon masuk ke kamarnya bersama Risma, Leon meminta untuk menginap semalam di rumah orang tuanya dan Risma meng'iyakan saja permintaan suaminya.
__ADS_1
"Kamu sudah mau tidur?" tanya Leon yang melihat Risma sudah memejamkan matanya.
"Kenapa?" Bukannya menjawab, malah dia bertanya balik.
"Yah... tidak ada kiss malamnya apa?" ucap Leon dengan wajah cemberut berbaring di dekat Risma.
"Mau? Sini," ucap Risma. Biasanya memang Leon minta dicium sebelum tidur.
Leon pun mendekat dan mulai menindih Risma, tangan sebelah kanan Leon mengusap pipi Risma dengan lembut. Dia mulai mendekatkan wajahnya untuk mengecup kening Risma, Risma memejamkan matanya saat Leon mengecup keningnya dengan lembut. Kini Leon melepaskan ciumannya dia mulai mengarahkan bibirnya menuju ke bibir ranum itu.
Cup...
Kini bibir Leon mendarat di benda kenyal itu, dia mengecupnya dengan lama dan Risma hanya diam saja, tapi saat dia ingin mulai ******* benda kenyal itu, dia terhenti karna teriakan seseorang di depan pintu.
"Aaa... mata ade tidak suci lagi bang," ucap Dion dan menutup kedua matanya dengan cengengesan.
Risma dan Leon terkejut dengan teriakan Dion yang sudah berada di depan pintu yang terbuka Lebar, dengan cepat Risma yang bersembunyi di balik selimut karna malu dilihat Dion. Leon melempar adiknya dengan bantal karna merasa kesal sudah diganggu aksinya yang lagi bermesraan.
"Dasar! Kalau mau masuk ketuk dulu pintunya," ketus Leon. Dia sudah bangkit duduk di samping Risma yang masih saja bersembunyi di dalam selimut.
Dion memungut bantal yang dilemparkan tadi. "Salah sendiri, kenapa pintu tidak dikunci kalau mau bermesraan," ucap Dion.
"Tetap saja kamu yang salah," ucap Leon yang masih dengan wajah sedikit marah.
"Ok,ok. Aku minta maaf, lanjutin lagi aktivitasnya, asalkan buatkan aku kaponakan yang lucu dan imut, hehe...." Dion cengengesan memperlihatkan gigi putihnya dan menaik turungkan kedua alisnya lalu melemparkan bantal tadi ke arah Leon lalu menutup pintu.
Leon memutar mola matanya malas dan kini menatap Risma yang masih bersembunyi.
"Sayang, kamu sudah tidur," ucap Leon dan membuka selimut.
"Belum," jawab Risma dengan wajah masih memerah.
"Lanjutin lagi yuk," ajak Leon untuk melanjuti aktivitasnya yang sempat tertunda.
"Tidur saja, ini sudah malam." Risma membalikkan tubuhnya membelakangi Leon yang masih duduk menatapnya.
"Yah, gagal lagi," gumam Leon.
Leon membaringkan tubuhnya di samping Risma dan memeluk tubuh mungil itu dari belakang dengan erat, wajahnya di tenggelamkan di cekuk leher istrinya dan sesekali mengecup leher jenjang Risma.
"Ka Leon, hentikan. Aku geli," ucap Risma yang merasa geli dengan tingkah Leon.
"Sebentar saja," pinta Leon.
"Aaakh! Ka Leon kenapa menggigitku?" teriak Risma sambil memengang tengkuknya.
"Tidurlah." Bukannya menjawab, Leon malah menyuruh Risma untuk tidur dalam pelukannya dan mencium pipi Risma dengan lembut.
"Tapi-" Belum sempat Risma melanjuti ucapannya tapi sudah dipotong dengan Leon.
"Tidur atau aku gigit lagi?" ucap Leon. Risma memilih memejamkan matanya dari pada digigit lagi, Leon hanya tersenyum melihat ketakutan di wajah istrinya.
Setelah beberapa menit Risma sudah tertidur dan di susul oleh Leon dengan saling berpelukan, kini mereka sudah masuk di alam mimpi masing-masing.
.
__ADS_1
.
.