
"Aduh! Ka, hati-hati, " rintis Risma. Dia merasakan sakit karena Leon.
"Iya, ini juga sudah hati-hati," ucap Leon dengan tetap mengerjakan sesuatu.
"Auwh! Saki! Ka, pelan-pelan."
"Ck! Manja banget sih," ujar Leon.
"Bukan manja. Tapi, ini memang sakit, auwh!" rintis Risma menahan sakit.
"Dari tadi aku juga pelan-pelan, kok." Leon semakin melakukannya dengan lihai.
"Tapi ini pertama kalinya, diginiin. Ka Leon juga kasar banget," ucap Risma. Air matanya mulai berlinang karena sakit yang dia rasakan tapi di tahan.
"Bukan aku yang kasar. Tapi, kamu saja yang terlalu lemah," sindir Leon.
"Auwh! Ka, sudah yah? Aku tidak tahan lagi di tarik-tarik seperti itu." Risma mencoba meminta Leon untuk berhenti tapi sepertinya Leon tak mempedulikannya.
"Nanggung jika di hentikan, tinggal sedikit juga."
"Tahan ya, Sayang. Tidak lama lagi kok," sambung Leon.
"Dari tadi bilangnya tinggal sedikit, tapi belum selesai juga. Mana tambah sakit lagi," celoteh Risma. Leon hanya diam tak menghiraukan ucapan istrinya dia tetap mengerjakan pekerjaannya.
Setelah 3 menit yang di kerjakan Leon akhirnya selesai juga sedangkan Risma sudah tidak merasakan rasa sakit lagi.
"Nah, sekarang sudah selesai," ujar Leon.
__ADS_1
"Lama amat, bikin sakit pula."
"Salah sendiri selalu gerak, kalau tidak gerak 'kan cepat selesai," ucap Leon.
"Ck! Ka Leon bohongin aku, tadi bilang tidak sakit, ini malah buat aku sampai meringis kesakitan. Ka Leon 'kan tahu ini pertama kalinya bagiku." Risma cemberut menatap Leon yang tersenyum kepadanya.
"Tapi hasilnya cantik 'kan?" tanya Leon.
Risma berdiri dan bercermin di meja riasnya dan melihat apa yang dia maksud Leon, senyuman terukir di bibirnya melihat hasil tangan Leon.
"Cantik, aku suka," ucap Risma. Senyuman masih terukir di bibirnya sambil bercermin.
"'Kan sudah aku bilang hasilnya nanti akan cantik." Leon berdiri dari sofa dan menghampiri Risma yang sedang bercermin.
Leon memeluk pinggang Risma dari belakang dan meletakkan dagunya di bahu kiri Risma, lalu menatap wajah istrinya yang masih tersenyum di cermin.
Sebenarnya yang membuat Risma meringis dari tadi itu karena Leon mengepang rambutnya yang dari pucuk kepala sampai ujung rambut. Karena itu pertama kali buat Risma jadi dia merasa sakit saat rambutnya tertarik-tarik saat Leon mengepangnya. Risma tadi itu tidak mau tapi Leon membujuknya karena ingin melihat perubahan penampilan rambut istrinya.
"Aku itu dari dulu tahu mengepang rambut," jawab Leon.
"Pernah bekerja di salon?" tanya Risma lagi.
"Sembarangan, aku belajar dari Mami."
Risma berohriah saja dan tetap melihat perubahan rambutnya.
"Terimakasih," ucap Risma.
__ADS_1
"Makasih doang?"
"Terus? Maunya apa?" Risma mengalihkan pandangannya dan menatap wajah di bahu kirinya.
"Dasar, tidak peka banget." Leon mengerucut bibirnya karena Risma malah bertanya apa yang dia inginkan.
Risma tersenyum melihat wajah suaminya yang terlihat imut dengan wajah cemberut dan bibir di kerucut.
Cupu...
Satu kecupan mendarat di pipi kanan Leon yang singkat, Risma menatap Leon yang hanya terdiam tanpa respon. Risma kembali lagi mencium pipi suaminya dengan cukup lama lalu melepaskannya.
"Sudah, yuk kita berangkat nanti telat," ajak Risma.
Leon melepaskan dekapannya dan menciup pipi kiri Risma dengan singkat dan tersenyum.
"Aku ambil kunci mobil dulu."
Leon mengambil kunci mobilnya di laci meja belajarnya dan mengambil tas beserta juga milik Risma.
Leon memberikan Risma tasnya dan berjalan keluar dari kamarnya dan disusul Risma, mereka berangkat ke sekolah karena takut terhalang macet.
.
.
.
__ADS_1
maaf yah up nya dikit lagi cape banget soalnya..