Suamiku Anak Kelas Sebelah

Suamiku Anak Kelas Sebelah
06. pindah ke apartemen


__ADS_3

Leon sekarang sedang beres-beres di dalam kamarnya sedangkan Risma entah kemana.


Saat pintu terbuka Leon melirik sekilas ke pintu lalu melanjuti aktifitasnya.


"Mau kemana?" tanya Risma.


"Bereskan pakaianmu sekarang sebelum terlalu malam," jawab Leon.


"Emeng kita mau kemana sih?" penasaran lalu duduk di depan suaminya.


"Hari ini kita pindah rumah, kita pindah ke apartemenku," Jelas Leon pada istrinya itu.


"Tidak, aku tidak mau pindah. Aku tetap disini," ucap Risma sedikit meninggikan suaranya.


"Dengar, tempat itu lebih dekat dari sekolah jadi kita tidak akan terlambat jika kamu lambat bagun lagi."


"Tap-.."


"Tak ada tapi-tapian sekarang lakukan, apa kamu mau durhaka pada suami karna tidak menuruti ucapannya, aku juga sudah beri tahu papa dan mama dan mereka setuju," ujar Leon panjang lebar.


Risma terdiam sejenak memikirkan perkataan Leon, sebenarnya dia tak mau pindah ke tempat suaminya apalagi mereka baru beberapa menikah tapi papa dan mamanya setujuh dengan permintaan Leon, jadi percuma jika dia menolak.


Dengan berat hati dia bangkit dari duduknya menujuh lemari untuk mempersiapkan semua barang-barangnya untuk dibawah ke tempat barunya. Setelah beberapa menit meraka sudah selesai dengan pekerjaannya.


"Apa sudah selesai?" tanya Leon.


"Sudah," jawabnya.


"Yah sudah ayo kita turun," ajaknya pada Risma.


Mereka pun turun ke lantai bawah karna disana sudah ada keluarganya yang sedang menunggu.


"Pa kami berangkat dulu," kata Leon lalu menyalami mertuanya.


Risma pun ikut menyalami keluarganya satu persatu lalu memeluk mamanya, "ma, aku pergi dulu," ujanya dengan air mata yang sudah mulai membasahi pipinya.


"Nak, ingat pesan mama sama papa, jangan sampai kamu melawan atau membantah perkataan suamimu, jangan membuat suamimu malu dengan tingkahmu yang konyol karna itu semua akan menjadi dampak pada kami juga, jadi turuti perkataannya." Jelas mamanya panjang lebar dan didapati anggukan dari anaknya.


"Leon jika kamu sudah bosan atau tak sanggup lagi dengan istrimu antar dia pulang kerumah ini, pintu kami selalu terbuka untuknya, dan jangan pernah menyakiti dia." sambung papanya.


"Aku janji Pa,Ma. Aku tidak akan menyakitinya," jawab Leon.


Risma Dan Leon pun berangkat menujuh rumah baru mereka, selama di perjalanan hanya ada keheningan di antara mereka. Risma yang memilih melihat keluar jendela dengan tatapan kosongnya, sungguh dia belum siap sekarang ini berpisah dari orang tuanya tapi mau bagaimana lagi dia harus ikut suaminya. Sedangkan Leon tetap pokus pada pandangannya didepan sana.

__ADS_1


"Apa kau lapar?" tanya Leon memecahkan keheningan.


Tak ada jawaban dari orang di sampingnya, Leon sesekali melirik ke istrinya yang dari tadi diam biasanya selalu cerewet. Ternyata Risma lagi nangis dalam diam, Leon yang melihat itu pun lalu menepihkan mobinya kepinggir jalan.


Risma yang tersadarkan karna mobil berhenti di pinggir jalan, mengusap air matanya lalu menghadap ke Leon.


"Kenapa berhenti?" tanyanya heran.


Leon yang tak menjawab membuatnya makin heran. Leon menarik Risma ke dalam dekapannya membuat sang empuh terbalalat kaget. Leon memeluknya dengan lembut dan penuh kehangatan, membuat Risma tak mampu berkutik dia hanya diam. Jujur saja saat ini dia memeng membutuhkan pelukan karna kesedihannya.


"Menangislah jika kamu ingin menangis, jangan menahanya karna itu akan membuatmu semakin merasa sakit," ujarnya dengan tangannya mengusap pelan punggung istrinya.


Risma kembali menumpahkan air matanya, pipinya yang tadi sudah mengering kini kembalu lagi basah. Dia makin menagis dalam pelukan Leon dan menenggelamkan wajahnya di dada milik suaminya dan mulai membalas pelukan itu.


Setelah beberapa menit mereka berpelukan dan tangisan Risma juga sudah mulai redah, Leon melepaskan pelukannya lalu menangkup kedua pipi istrinya, "maaf karna membuatmu menangis."


Risma menatap wajah tampan itu lalu menggeleng pelan, "tidak apa-apa." ucapnya lirih.


Leon tersenyum dengan jawaban istrinya, lalu mulai mendekatkan wajahnya ke wajah mungil itu.


Cup..


Satu kecupan mendarat di kening Risma, sedangkan Risma yang mendapat kecupan itu tidak bergerak sama sekali bahkan matanya tampa berkedip. Ciuman kening itu adalah yang kedua kalinya yang pertama sewaktu di hari pernikahannya, dan baru pertama kali ini dia merasajan ciuman itu lagi.


Risma yang tersadarkan dengan perkataan Leon dengan cepat dia melepaskan tangan kekar yang memegang kedua pipinya dan kembali ke posisi duduknya semula.


"Apaan sih, ambil kesempatan dalam kesempitan," dengan wajah merona dia memalingkan wajahnya ke tempat lain.


"Tapi kamu suka kan, terus ini juga yang pertama kalinya kan?" lalu Leon mulai menjalankan mobilnya lagi.


Risma hanya kembali diam, sungguh dia sangat malu bagaimana bisa wajahnya merona saat Leon mencium keningnya.


____________________________


"Apa kau suka?" tanya Leon pada Risma saat membuka pintu apartemenya.


"Yah, sepertinya aku menyukainya." Risma melangkahkan kakinya masuk dan mulai menyusuri semua tempat itu.


Setelah puas melihat-lihat semuanya dia kembali keruang tengah dimana ada Leon yang sedang duduk disebuh sofa sambil memegang hpnya.


"Kamarnya ada berapa?" tanyanya saat berdiri di depan Leon.


"Kamarnya cuman satu," jawab Leon dan tetap pokus pada layar hpnya.

__ADS_1


"Jadi kita sekamar lagi."


"Tentu saja, apa salahnya kita ini suami-istri."


Risma menghembuskan nafasnya kasar, "yah sudah aku mau mandi dulu." Lalu meninggalkan Leon yang masih saja pokus di hpnya.


.


.


Selang beberapa menit Risma sudah selesai membersikan diri begitupun dengan Leon, mereka berdua sedang duduk di ruang tengah sambil nonton tv, suara bel berbunyi menandakan ada seseorang yang datang, Leon berdiri menujuh pintu dan ternyata yang datang adalah makanan yang tadi dia pesan.


"Siapa?" tanya Risma.


"Pesananku," lalu meletakkan sebuah kanton di atas meja.


"Makanlah, pasti kamu lapar."


"Yah sudah, ayo kita makan bersama," Risma membuka jantong tersebut tenyata isinya adalah nasi goreng kesukaannya.


Dia pun mengambil piring di dapur dan air minum sekalian. Mereka berdua menikmati makanan tersebut dengan diam, setelah selesai acara makannya Leon berdiri membersihkan mejanya lalu membawa piring kotor ke dapur. Setelah selesai semuanya dia menghampiri Risma yang masih duduk di sofa.


"Ayo, sekarang tidur besok masuk sekolah lagi," ajaknya lalu menuju ke kamarnya.


Risma mematikan tvnya dan bangkit menyusul suaminya ke kamar, dia saat ini memilih menurut saja dulu dari pada membantah tiada gunanya. Pasti dia juga yang akan kalah jika berselisih dengan Leon.


Mereka kembali lagi tidur malam ini dengan seranjang karna tak ada pilihan lagi. Risma yang berbaring disamping kiri Leon, sambil membelakangi suaminya dan mulai memejamkan matanya tapi baru juga beberapa detik sebuah tangan kekar menarik bahunya dari belakang.


"Kalau tidur, jangan membelakangi suami," ucap Leon.


Risma membalikkan tubuhnya menghadap Leon, "Emengnya kenapa?"


"Dosa jika tidur membelakangi suami saat tidur," lalu mejamkan matanya.


Risma pun mulai memejamkan matanya, "good night," ucapnya.


Leon yang mendengarnya kembali membuka matanya lalu berbalik menghadap ke istrinya, "good night too my wife." lalu kembali memejamkan matanya dan masuk ke alam mimpinya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2