Suamiku Anak Kelas Sebelah

Suamiku Anak Kelas Sebelah
20. Leon makin manja


__ADS_3

Risma kadang mengeluh tentang kelakuan suaminya bagaimana tidak, semenjak dia mengakui kalau dia juga mencintanya, semenjak itu pula kelakuan Leon semakin menjadi-jadi.


Leon semakin hari semaki manja saja terhadap Risma, tidak di rumah tidak di sekolah dia selalu dengan tingkah seenak jidatnya mencium Risma jika tidak ada orang lain yang melihatnya.


Tapi Risma bersyukur, dia mendapat suami yang sangat mencintainya dan menyayanginya, bukan hanya suaminya itu tapi mertua dan adik iparnya juga menyayanginya. Bahkan mereka tak menganggap Risma sebagai menantu saja tapi sebagai anak mereka.


Risma selalu berdoa agar dia tidak dapat dipisahkan dari orang lain atau tepatnya wanita penggoda, walaupun suaminya sangat manja tapi dia juga sayang dan cinta karna Leon adalah pria pertama yang membuat dia jatuh cinta. Waktu pertama mengetahui bahwa dia akan dijodohkan dengan Leon, dia punya niat untuk membuat Leon tidak betah dengan keras kepalanya. Tapi nyatanya Leon malah mengubahnya dengan setiap memberikan cinta dan kasih sayang ke padanya dan akhirnya Leon memenangkannya karena sudah berhasil membuat Risma jatuh cinta juga padanya.


.


"Ka, aku lapar?" ucap Risma. Dia duduk di samping Leon yang sedang bermain game di hpnya di ruang tengah.


"Mau makan apa?" tanya Leon. Dia menatap Risma yang sudah berada di dekatnya.


"Makan nasi goreng," ujarnya.


"Yang lain saja, tidak baik untuk kesehatanmu jika selalu makan nasi goreng, apa lagi 'kan sudah tadi pagi," ujar Leon.


"Hem, baiklah. Buatkan aku mie goreng," pintahnya.


"Sayang, mie goreng sama nasi goreng itu apa bedanya?" tanya Leon.


"Yah, bedalah. Yang satu nasi yang satu mie," jawab Risma dengan mulut di kerucut.


"Iya, tapi tetap tidak baik untukmu." Leon mengusap lembut pipi istrinya.


"Tapi aku pengen makan mie goreng sekarang," lirihnya lalu menunduk.


Leon yang melihat istrinya menunduk sedih, merasa tak tegah dengan melarangnya lagi.


"Tunggu di sini aku buatkan dulu," ucap Leo lalu berdiri.


Risma yang mendengar ucapan itu dengan cepat mendongak menatap suaminya dengan mata berbinar karena permintaannya dituruti.


"Aku ikut," ucap Risma.


"Yah sudah, ayo."


Leon pun menuju ke dapur untuk membuatkan mie goreng untuk istri mungilnya yang sudah lapar dan tentunya di ekori Risma di belakangnya.


"Duduk saja di kursi," pinta Leon. Risma pun duduk di kursi untuk menunggu Leon membuatkan mie untuknya.


Leon mengeluarkan 2 bungkus mie dari lemari penyimpan dan mengambil 2 butir telur di kulkas lalu memasaknya, setelah beberapa menit mie goreng permintaan Risma kini sudah siap dan Leon membawanya ke meja makan di mana sudah ada Risma yang menunggunya sedari tadi dan sesekali mengelus perutnya yang semakin lapar mencium aroma makanan buatan suaminya.


"Nih, sudah jadi. Silahkan dimakan tuan putri," ucap Leon. Dia duduk di dekat Risma dan meletakkan piringnya di depan istrinya.


"Makasih, suamiku. Tapi kok, cuman sepiring?" tanya Risma.


"Kamu tidak makan?" sambungnya lagi.


"Makanlah, tapi suap," ujar Leon.


"Kebiasaan." Risma hanya menggeleng dengan perkataan suaminya.


"Jadi tidak mau nih, disuap?" tanya Leon dengan muka cemberut.


"Mau kok." Risma mencubit pipi kiri Leon dengan gemes.

__ADS_1


Mereka pun memakan mie goreng bersama sepiring berdua dengan saling suap-suapan.


"Aku sudah kenyang," ucap Risma.


Leon berdiri mengambilkan istrinya air minum di kulkas lalu kembali lagi dengan segelas air di tangannya


"Minum dulu," sondornya.


"Makasih." Risma merai gelas itu lalu meminumnya setengah.


"Makasih doang?" Leon mengambil gelas sisa yang diminum Risma tadi lalu meminumnya.


Risma yang paham dengan ucapan suaminya dengan cepat memberikan sesuatu yang diminta Leon.


Cup...


Satu kecupan mendarat di pipi kiri Leon, Leon memegang pipinya yang di cium tadi. Dia tidak menyangka kalau istrinya melakukannya itu karena ini pertama kalinya Risma mencium Leon duluan.


"Makasih yah, suamiku yang tampan," ucap Risma dengan senyuman.


Leon yang merasa istrinya sudah mulai berani menciumnya terbesit di pikirannya untuk menjahili dengan menggoda istrinya itu sekalian mumpung ada kesempatan.


"Di pipi doang, di sini tidak?" tunjuk bibirnya.


"Tidak, akh!"


Risma berdiri lalu mengambil piring kotor itu dan membawanya ke wastafel untuk mencucinya. Sebenarnya dia menghindari Leon yang mulai menggodanya dan kini wajahnya sudah bersemu merah.


Leon ikut berdiri dang menghampiri istrinya. Dia melingkarkan tangan kekarnya ke perut istrinya lalu memeluknya dengan erat, dagunya dia letakkan di bahu kiri Risma.


"Kenapa tidak mau?" tanyanya.


"Ka, lepas tangannya," pintahnya.


"Tidak mau."


"Jangan peluk terlalu erat, aku tidak bisa nafas," ujarnya. Dia mencoba melepaskan tangan kekar itu tapi tetap tidak bisa.


Leon hanya melonggarkan sedikit pelukannya, dia menyembunyikan wajahnya di cekuk leher istrinya karna itu adalah tempat yang paling nyaman baginya.


"Ka, aku sudah selesai. Ayo kita menonton tv lagi," ajaknya pada Leon.


"Tapi cium dulu," ucapnya. Dia sesekali mencium leher putih milik istrinya, Risma merasa Risih dengan tingkah Leon sekaramg ini.


"Ck! Kenapa kamu semakin hari semakin mesum saja?" ujar Risma.


"Tapi cuman sama istriku saja aku mesum," jawab Leon.


"Ok, lepas dulu pelukannya," pintah Risma. Leon melepaskan pelukannya dan memutar tubuh istrinya agar menghadap kehadapannya.


"Tutup matanya," pintah Rusma lagi.


Leon pun tanpa basa-basi menutup matanya karena tidak sabar mendapat ciuman dari istri mungilnya, sudah ada 1 menit dia menutup mata tapi belum juga merasakan jika Risma menciumnya. Dia mulai merasa curiga dan dia pun memilih membuka matanya dan alangka terkejutnya orang yang di harapkan menciumnya kini sudah tidak ada di hadapannya.


"Rismaaaa," teriaknya geram.


"Hahaha...."

__ADS_1


Risma kini sudah berada di ruang tengah duduk di sofa sambil tertawa terbahak-bahak karena sudah menipu suaminya. Sedangkan orang yang dia tertawai sudah berjalan mendekatinya dengan wajah cemberutnya.


"Ulu,ulu ... suamiku cemberut," ucap Risma. Dia masih menertawai Leon yang kini sudah duduk di dekatnya.


"Tegah banget sih, bohongi suami sendiri? Tidak takut dosa?" ucap Leon. Wajahnya semakin di bikin cemberut seperti anak kecil yang merajuk pada ibunya.


"Ka Leon sih, udah dikasih hati malah minta jantung," ujar Risma.


"Jantung dan hati tak boleh dipisahkan, Sayang. Mereka itu saling membutuhkan," jawab Leon.


"Modus." Risma masih sedikit tertawa mengingat wajah suaminya yang sudah siap dicium tapi malah dia tinggalkan.


"Sudah ah, aku mau tidur," sambungnya lagi.


Risma bangkin sofa dan menuju ke kamarnya dan Leon pun mengikuti istrinya dari belakang tapi madih dengan wajah cemberutnya. Setelah beberapa menit berada di kamar mandi bersama Leon untuk menyikat giginya terlebih dahulu sebelum tidur. Kini dia sudah menaiki ranjangnya dan mulai merebahkan tubuhnya untuk istrahat karena besok aka masuk sekolah lagi.


"Sayang, kamu sudah mau tidur?" sahut Leon.


Risma membuka matanya kembali dan menatap Leon yang masih duduk di samping kanannya. Dia sebenarnya paham dengan maksud suaminya karena biasanya jika mau tidur, Leon selalu saja minta jatah di cium dulu baru tidur.


"Tidurlah, Ka," ucapnya. Dia menarik Lengan Leon agar ikut berbaring.


Leon tak bergerak sama sekali dengan masih wajah cemberutnya karena permintaannya tadi ditolak dan malah dikerjain.


Risma merentangkan tangan kanannya di kasur dengan senyuman, dia berpikir semoga saja kali ini Leon bisa berhenti cemberut padanya.


"Tidurlah di sini." Risma menepuk lengannya agar Leon berbaring di sana.


Leon akhirnya pun berbaring dengan berbantalan lengan mungil istrinya karena tarikan dari Risma. Risma memiringkan tubuhnya menghadap ke Leon, dia mengusap rambut halus itu dengan lembut.


Cuupp..


Risma mengecup kening Leon dengan penuh cinta. "Jangan merajuk lagi," ucapnya.


Leon mendongak menatap istrinya yang masih setia mengelus rambutnya itu. "Aku maunya di sini," tunjuk di bibirnya lagi.


"Apa bedanya di kening dengan di bibir?" tanya Risma. Padahal dia tahu kalau Leon setiap malam minta dicium di bagian itu.


"Ck! Yah sudah, aku mau ke-" Belum sempat Leon melanjuti perkataannya tapi kini dia sudah membulatkan matanya.


Cuupp...


Risma dengan cepat mencium bibir itu karena dia tahu kalau Leon mau bangkit dan keluar dari kamarnya. Setelah beberapa detik Risma menjauhkan wajahnya dari wajah sang suami.


"Sudah puas?" tanyanya. Tapi hanya dapat jawaban senyuman dari suaminya itu.


"Sekarang tidurlah, hem." Risma mulai memejamkan matanya kembali.


Tapi baru juga sekitar 1 menit mata itu tertutup kini kembali lagi terbuka karena merasa ada pergerakan di sampingnya. Dan benar saja kini bukan Leon yang berbaring di lengannya tapi kini dia yang sudah berbaring di lengan kekar milik Leon dan berada di dalam pelukan sang suami.


"I love you my wife," bisik Leon dan mencium kening istrinya.


"Aku juga mencintaimu," lirih Risma. Dia melingkarkan tangannya di pinggang Leon dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2