
Sudah seminggu pernikahan Risma dan Leon tapi tetap saja dia belum bisa merasakan cinta pada suaminya, dia hanya menurut pada Leon karna ingat dengan batasannya kalau dia adalah seorang istri sekarang. Risma takut jadi istri durhaka jika membangkang pada suami, tapi dia juga tidak bisa sepenuhnya menuruti permintaan Leon, dia mencoba untuk ikhlas tapi yang ada masih rasa pasrah saja dalam hatinya saat ini. Tapi lain dengan Leon semenjak dia menikah dengan Risma sejak itu juga dia membuka hatinya dan mencintai wanita yang sudah halal baginya, walau dia tahu istrinya belum mencintainya tapi dia tak menyerah untuk berjuang mendapatkan hati istrinya.
Sekarang adalah hari minggu, jadi meraka hanya berada di apartemen saja. Leon ingin mengajak Risma keluar jalan-jalan dari pada tinggal di rumah terus tampah ada kegiatan.
"Ris, ada kerjaan ngak?" Leon menghampiri Risma di dapur.
"Ngak ada, semua pekerjaan udah selesai juga, ada apa?" Risma sedang mengelap tangannya karna baru saja selesai mencuci piring.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan ini hari bumpung ini hari minggu," ucapnya berdiri di belakang Risma.
"Ngak ah, bagaimana kalau ada anak yang lain liat kita?" Tanyanya sambil menuju ke ruang tengah.
Leon mengikutinya dari belakang, "emengnya kenapa?"
"Ck," Risma berdecak, "kan bisa terbongkar masalah kita."
"Kan mereka tau kita sepupuan, jadi tak ada masalah kan," ucapnya sambil duduk dekat Risma.
"Ok, aku mandi dulu kalau begitu," Risma meninggalkan Leon lalu masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap.
Setelah beberapa menit Risma keluar dengan sudah siap untuk berangkat dan menghampiri Leon yang masih duduk di sofa sambil memainkan hpnya.
"Yuk, aku udah siap," ajaknya.
Leon kagum melihat penampilan istrinya walau pun penampilannya hanya sesederhana saja tetap aja dia suka. Leon berdiri dan mengambil kunci mobil di atas meja lalu menghampiri Risma dan berbisik sesuatu yang membuat wajah Risma sedikit memerah.
"Cantik," ucapnya terus tersenyum manis.
"Eh, makasih." Risma memalingkan wajahnya ketempat lain karna tak mau Leon melihat wajahnya yang sudah memerah.
"Kenapa wajahnya memerah, apa kamu sakit," gombalnya pada Risma, padahal dia tau kalau istri mungilnya lagi malu.
"Apaan sih, jadi kan perginya kalau ngak aku tidur saja," ucapnya sedikit ketus.
"Kok marah sih, aku 'kan hanya jujur."
"Kamu pergi saja, aku ngak jadi," ucapnya lalu berbalik lagi menujuh kamarnya.
Leon yang merasa bersalah karna membuat istrinya marah, dengan sigap memeluk tubuh mungil itu dari belakang, karna dia sudah tau kalau saat ini Risma sudah mulai marah.
"Maaf," ucap Leon.
Risma yang merasakan pelukan Leon sontak kaget karna dipeluk tiba-tiba dari arah belakang, setelah mendengar kata 'maaf' itu dia pun melepaskan pelukan itu lalu berbalik menghadap ke Leon.
"Jangan diulang lagi," ucapnya sambil melihat wajah Leon yang memasang muka sedih.
__ADS_1
Leon mengangguk kecil lalu tersenyum karna merasa dimaafkan.
Mereka pun berangkat ke sebuah taman yang terdapat di pinggir danau.
Setelah beberapa menit mereka telah sampai di tempat tujuan.
"Wah, keren banget tempatnya," Risma berucap sambil tersenyum melihat pamandangan yang begitu indah di depan mata.
"Kamu suka?" tanya Leon berada dekat Risma.
Risma mengangguk lalu tampa sadar dia menarik tangan Leon untuk dudut disalah satu bangku yang terdapat dekat danau. Leon begitu gembira melihat wajah ceriah istrinya karna tidak salah memilih tempat untuk jalan-jalan ini hari.
"Leon mau itu," ucapnya sambil menunjuk penjual es crem.
"Tunggu disini," Leon berdiri menghampiri penjual es crem dan membeli 2 bungkus, setelah beberapa menit dia kembali ketempat semula.
"Nih," Leon menyondorkan sebungkus es crem berwarna coklat pada Risma.
"Makasih," tersenyum, "kok kamu tau kalau aku suka rasa coklat."
"Yah taulah kamu kan istri aku," Leon membuka es cremnya dan mulai memakannya.
Sedangkan Risma begitu menikmati es cremnya sampai mulutnya berplepotan, Leon tertawa melihat wajah istrinya karna makannya mirip anak kecil saja.
Risma terdiam melihat wajah tampan itu yang begitu dekat dengan wajahnya, dan jari-jari Leon begitu lembut membersihkan ujung hidung dan terakhir di bibirnya.
Degg
Ada rasa sesuatu di dalam sana saat Leon menyentuh bibirnya dan entah kenapa dia merasa kalau ini bukan yang pertama kalinya Leon menyentuh benda kenyal itu, dia berusaha mencoba mengigatnya tapi dia tak dapat ingat kapan dan dimana.
"Lain kali kalau makan es crem itu jangan seperti ini," Leon melepaskan tangannya dan kembali menatap kedepan.
Risma kembali tersadar karna perkataan Leon, "hehe... Makasih," Risma cengengesan dan memegang tengkuknya karna merasa malu.
"Emm... Leon," panggilnya dengan pelan.
"Apa?"
"Em, itu.. Esnya sudah habis," tunduknya karna sedikit malu.
"Mau lagi?" Leon menaikkan sebelah alisnya, karna belum juga 10 menit tapi esnya sudah habis.
Risma mengangguk cepat mirip anak kecil yang meminta sesuatu lagi pada ibunya. Leon menyondorkan es crem yang berada di tangannya ke Risma.
"Mau," Leon berpura-pura memberi es miliknya, karna dia tau kalau Risma tidak akan mungkin menerimanya.
__ADS_1
Risma mendongak menatap Leon dengan mata berbinar lalu dengan cepat dia menerima es itu dan mulai memakannya, ternyata Leon salah harap karna mengira kalau Risma tidak akan menerima es miliknya karna itu sudah dia makan separunya, tapi ternyata Risma malah menerimanya dengan senang hati dan menikmatinya.
Setelah puas menikmati pemandangan di sana, Leon mengajak Risma untuk makan siang dulu karna ini sudah menunjuk jam makan siang. Risma begitu menikmati jalan-jalan hari ini bersama Leon. Bahkan mereka sudah sudah mendatangi beberapa tempat yang membuat mereka menikmati hari libur sehari ini.
Sekarang sudah menunjuk pukul 05:20 sore, dan Leon mangajak Risma ke sesuatu tempat yang akan membuat Risma lebih menyukainya. Setelah beberapa menit mereka telah sampai di tempat tujuan, Risma begitu gembira melihat pemandangan di depan sana, bagaimana tidak ini adalah tempat yang paling dia sukai dari dulu. Leon membawahnya ke dermaga untuk melihat senja dan dan sampai matahari terbenang di upuk barat.
"Apa kau suka?"
"Tentu saja, ini adalah tempat yang paling aku sukai dari dulu," Risma melihat kedepan karna senja mulai muncul.
Leon ikut berdiri dekat Risma dan ikut melihat senja yang mulai mengeluarkan warna indahnya.
"Dari mana kau tau tempat kesukaan ku ini?" Risma melirik kesamping tempat Leon berdiri.
"Seminggu yang lalu, waktu kau menghilang dan ka Baim beri tahu tempat ini, katanya kamu suka dengan senja. Jadi aku membawamu kesini lagi," ucapnya.
"Terimah kasih," Risma memberikan senyuman manis pada Leon.
"Justru aku yang berterimah kasih," Leon menangkup kedua pipi Risma dan mulai mendekatkan wajahnya.
Cup..
Leon mengecup kening Risma sekilas lalu kembali menatap wajah itu yang mulai memerah dan menegang.
"Terimah kasih karna kamu mau jalan-jalan ini hari dan menghabiskan waktu denganku, walaupun sehari tapi aku merasa senang. Apa kamu juga senang ini hari?" tanya Leon yang masih tetap menangkup kedua pipi istrinya.
Risma mengangguk karna dia juga senang dan menikmati perjalanannya hari ini.
Leon kembali mendekatkan wajahnya dan menyentuh benda kenyal itu yang selama ini yang membuatnya tercandu untuk kembali merasakannya.
'Firsh kissku' batin Risma.
Risma terbelalak saat Leon menyentuh bendah kenyal itu, tapi dia tak bisa bergerak karna ulah Leon. Dia tak membalas atau melepaskan ciuman itu dia juga merasa aneh karna ini adalah pertama kali baginya, dia merasa kalau ini pernah terjadi tapi dimana dia menyentuh bibir itu karna seingatnya dia tak pernah menyentuhnya sama sekali. Tidak dengan Leon, ini sudah kesekian kalinya dia menyentuh benda kenyal itu, tapi ini pertama kalinya dia mencium bibir Risma dengan keadaan sadar.
Setelah beberapa menit Leon melepaskan ciumannya dan tersenyum penuh kemenangan, bagaimana tidak Risma ternyata tidak menolaknya sama sekali.
"Terimah kasih," Leon membawah tubuh mungil itu dalam dekapannya, dia memeluknya dengan lembut sambil melihat senja yang makin mengeluarkan cahayanya.
Sedangkan Risma masih terdiam dengan pemikirannya sendiri, dia masih memikirkan tentang ciumanya itu. Mereka perpelukan di dermaga itu dengan senja yang sebagai saksinya.
.
.
Bersambung........
__ADS_1