
Hari ini mereka sudah bersiap-siap untuk pindah ke rumah barunya dan tentunya dibantu oleh Dion. Dion datang setelah mendapat kabar dari kakaknya, setelah berganti pakaian Dion langsung pergi.
"Apa semuanya sudah siap?" Dion kini sudah berada di depan pintu.
"Sudah." Leon mengambil dua koper miliknya dan milik sang istri.
"Ayo, kita berangkat sekarang," ajak Leon. Risma pun mengangguk lalu mengikuti sang suami menuju ke pintu.
Sedangkan Dion sudah duluan pergi membawa dua koper kakaknya.
.
Saat di perjalanan menuju ke rumah baru mereka, hanya ada keheningan saja, Risma yang memilih menatap keluar jendela sedangkan Leon memilih pokus menyetir mengikuti Dion dari belakang.
Tak butuh begitu lama di perjalanan kini mereka sudah sampai dan memasuki gerbang rumah yang begitu besar dan bertingkat.
Leon keluar dari mobilnya setelah mematikan mesin mobilnya dan tentunya Risma juga ikut keluar. Risma menatap kagum bangunan besar yang berada di depannya.
"Apa ini Rumahmu?" Risma bertanya karena seakan tak percaya jika rumah besar ini milik suaminya sendiri.
"Kamu tak percaya?" Leon merangkul bahu Risma yang masih menatap kagum sangat rumah.
"Sudahlah, ayo kita masuk," ajak Dion. Dion berjalan duluan ke arah pintu dan membukanya dengan lebar.
Risma mengikuti langkah Leon memasuki rumah barunya karena Leon masih merangkul bahu Sang istri.
"Tunggu." Risma menghentikan langkahnya.
Leon mengerutkan kening melihat tingkah istrinya yang langsung berhenti berjalan.
"Ada apa?"
"Kita lupa mengambil kopernya." Risma ingin mengambil koper tersebut tapi di cegah oleh Leon.
"Biarkan saja, biar pembantu yang mengambilnya." Leon kembali menarik tangan Risma dan mengge mamnya dengan lembut.
Mereka masuk ke dalam rumah tersebut, setelah mengucapkan salam Risma dan Leon masuk, mereka di sambut para pembantu dan Dion yang sudah masuk terlebih dahulu.
__ADS_1
"Perkenalkan dia istriku, nama Risma." Leon memperkenalkan Risma pada para pembantunya.
Para pembantu itu pun menyapa Risma dengan ramah, Risma pun menyapa mereka bahkan melemparkan senyuman manis.
Bi Ita yang sudah berusia 50 tahun sedangkan Bi Ros berusia 49 tahun. Mereka bekerja mulai jam 7 pagi sampai jam 12 siang setelah itu meraka pulang kerumah masing-masing, sedangkan satpam yang berjaga di gerbang tetap bermalam.
"Kalian boleh pergi, jika semuanya sudah selesai kalian boleh pergi." Leon menarik pergi ke salah satu ruangan tersebut di lantai atas.
Setelah sampai di depan pintu tersebut Leon menyuruh Risma yang membukanya, Risma pun membukanya dengan pelan.
Risma menganga saat pintu terbuka lebar, bagaimana tidak. Risma berjalan masuk melihat ruangan yang begitu luas, memiliki ranjang yang berukuran besar, dia berjalan menuju salah satu pintu dan ternyata itu adalah ruangan ganti. Di sana sudah ada lemari besar yang berisi pakaian Leon dan beberapa perlengkapan lainnya lagi.
Risma berjalan menuju ke sisi kiri ruangan yang terdapat pintu kaca, Risma membukanya da keluar ke balkon tersebut. Arah balkon menuju ke jalan sedangkan di bawah balkon kolam renang yang begitu luas.
Leon menghampiri Risma yang sedang berdiri di balkom. Leon langsung memeluk Risma dari belakang dan melingkarkan tangannya di perut ramping sang istrinya.
"Apa kau suka?" tanya Leon. Wajahnya dia tenggelamkan di cekuk leher sang Istri.
"Hem, aku sangat suka," sahut Risma. Dia mengangkat tangan kirinya mengusap rambut sang suami dengan lembut.
Saat pulang sekolah mereka tak sempat makan siang karena Leon menyuruh Risma buru-buru siap karena tak mau pindah jika di malam hari.
"Kita ke bawa sekarang," ajak Leon. Dia melepaskan pelukannya lalu mengecup pipi istrinya dengan mesra.
"Kebiasaan." Risma mengusap pipinya yang di cium Leon.
"Kenapa dihapus bekasnya?" tanya Leon.
"Jijik," jawab Risma. Lalu berjalan meninggalkan Leon yang masih berdiri di balkon menatapnya.
Leon berdecak kesal lalu menyusul Risma, sebelum Risma membuka pintu kamar tersebut. Leon sudah menarik lengan Risma terlebih dahulu sehingga gag membuka pintu. Risma menatap wajah Leon dengan heran dan kening berkerut.
"Ada apa, Bukannya tadi lapar?" tanya Risma.
Leon tak menjawab pertanyaan Risma, dia malah menarik Risma semakin dekat dan langsung mencium pipi yang sebelahnya lagi.
"Jangan menghapusnya, jika tidak mau dicium di lainnya." Leon berbisik setelah melepaskan ciumannya.
__ADS_1
Risma pun hanya diam saja, di atau jika Leon sudah berbisik seperti itu, maka perkataan suaminyaitu serius dan akan melakukannya seperti apa yang dia katakan.
Leon memundurkan wajahnya dari telinga sang istri dan menatap wajah Risma yang terdiam kaku.
"Apa mau yang lebih sekarang, sayang?" tanyanya dengan suara menggoda.
Risma tersadar dengan ucapan Leon, dengan sigap dia menggeleng lalu menutup bibirnya. Leon yang melihat tingkah istrinya hanya tersemyum, dia malah semakin mendekatkan wajahnya tapi Risma mendoronng dada bidang suaminya dengan pelan. Leon pun menggeleng pelan seakan menandakan dia tak mau keinginannya di tolak oleh sang istri.
Leon mendorong tubuh Risma bersandar ke daun pintu, sebelah tangannya terangkat membelai rambut istrinya lalu turun ke pipi lembut itu, ibu jari Leon mengusap bibir mungil itu dan mulai mendekat ingin menikmatinya. Sedangkan Risma hanya menatap Leon dengan diam dia tak bisa bergerak lagi dan percuma juga jika menolak Leon sudah tak bisa di hentikan aksinya.
Leon hanya tersenyum kemenangan karena Risma kini tak menolaknya lagi, Leon semakin dekat dan kini hanya tinggal beberapa senti saja.
Tok tok tok
Sial!
Leon mengumpat dalam hati, rencananya gagal karena ketukan pintu. Sedangkan Risma mengucap syukur di dalam hati, dia bersyukur karena aksi Leon terhenti.
Risma mendorong Leon sedikit menjauh lalu memutar dirinya menghadap ke pintu untuk membuka pintu tersebut.
Ceklc...
Orang yang mengetuk pintu hanya cengingir kuda..
"Ka, ayo makan. Aku sudah sangat lapar." Dion berucap lalu pergi.
"Dasar anak curut, mengganggu saja." Leon menggerutu kesal karena Dion.
Risma hanya senyum dan menggeleng lalu mengusap pipi suaminya dengan lembut.
"Anda kurang beruntung. Haha...."
Risma tertawa dan meninggalkan Leon yang menggaruk kesal kepalanya yang tak gatal.
.
.
__ADS_1