Suamiku Anak Kelas Sebelah

Suamiku Anak Kelas Sebelah
08. Risma


__ADS_3

POV_Risma


Umurku saat ini 17 tahun dan masih duduk di bangku kelas 3 SMA tapi sekarang sudah memiliki suami, sekarang aku tinggal di apartemen bersama Leon. Itu kemauannya karna beralasan sekolah lebih dekat dari tempat tinggal kami, mau tidak mau aku harus ikut dengannya. Yang pertama permintaan kedua orang tuaku katanya aku harus ikut kemana suamiku pergi jadi aku pun ikut dengannya, yah itung-itung jadi istri baik dan penurut dan sekarang ini aku belum bisa merasakan cinta terhadapnya. Entah kapan rasa itu akan muncul aku juga tak tahu. Tapi aku suka dengan perhatiaanya terhadapku.


Saat di kantin bersama teman-temanku lagi menikmati makan siang, ternyata Leon juga datang bersama Dion tapi kenapa dia harus dengan Geng kecentilan itu, apa dia mau membuatku cemberu? Oh tidak, aku tidak cemburu sama sekali aku hanya tidak setuju jika dia bersama Geng itu. Karna siapa yang tak tahu dengan sifat ke 3 gadis itu, mereka hanya mementingin keinginan mereka yang selalu mau terlihat eksis dan terkenal karna bisa dekat-dekat cowok tampan.


Dan saat kami sedang berbincang-bincang Leon selalu melirik kepadaku dan itu membuatku khawatir bagaimana kalau anak-anak yang lain akan curiga dengan hubunganku dengannya, bisa-bisa aku dikeluarkan dari sekolah ini. Jadi aku memilih pergi dari sana dari pada makin ribet urusannya, dan aku memilih pergi ke perpustakaan karna masih ada waktu 30 menit lagi sebelum masuk.


________________________________


Risma kini sedang memulai mencari buku-buku yang akan dipelajarinya, dan setelah menemukan buku yang dicari dia duduk disalah satu bangku di dekat jendela.


"Hai. Yang lain kemana?" tanya seseorang yang baru saja datang dan duduk di depannya.


"Mereka ada di kelas," ucapnya dengan tetap pokus pada bukunya, karna dia tau siapa yang menegurnya.


"Tumben hari ini kau cuman sendiri kemari, apa ada masalah?" Riki mulai membuka buku yang di ambilnya tadi.


"Tidak, aku hanya ingin kesini saja." ucapnya.


"Oh iya Rik, kamu kok jarang lagi ke kelas?" Risma menatap Riki yang sedang membaca.


"Akhir-akhir ini lagi banyak tugas jadi aku jarang ke kelasmu, kenapa kau rindu?" Riki tersenyum mengoda menatap Risma.


"Ge'er baget sih lo," ucapnya dengan memukul kepala Riki dengan buku.


"Awuuh, sakit dodol," ringis Riki dan memengan kepalanya.


"Rasain, makanya jangan kege'eran," Risma tertawa terbahak-bahak begitupun dengan Riki.


Tampah mereka sadari ternyata ada seseorang yang sedari tadi melihatnya tingka mereka, dan siapa lagi kalau bukan Leon. Leon mengikuti Risma dari kantin. Tapi saat dia mau menghampiri istrinya dia melihat ada seseorang yang duduk di depan istrinya dan ternyata itu adalah Riki teman sekelasnya, jadi dia memilih untuk tidak menghampiri istrinya.


______________________________


Kini Risma dan Leon sedang berada di apartemennya mereka baru saja pulang.


"Ha, capeknya," Risma berbaring di sofa ruang tengah dengan lelah.


"Nih minum dulu," Leon memberi segelas air minum pada Risma.


"Aku tak haus," ucapnya lalu bangun.

__ADS_1


"Tapi kamu harus minum, bibir kamu pecah-pecah karna kamu jarang minum air putih," Ujar Leon lalu duduk di dekat Risma sambil memegang gelas yang berisi air.


"Ok. Aku minum," Risma mengambil gelas di tangan Leon dan mulai meneguknya sampai tandas.


"Sekarang pergilah ganti baju dulu baru sarapan," suruhnya pada Risma, saat dia melihat Risma mulai mengambil posisi mau baring lagi.


"Nanti saja aku masih capek."


"Mau pergi sendiri atau aku gendong," ancam Leon dan mulai mendekatkan diri pada Risma.


"Ck! Oke,oke. Bawel baget sih kayak emak-emak aja," ucapnya lalu berdiri dan menujuh ke kamarnya.


Leon hanya menggeleng melihat tingkah istrinya yang mengomel-gomel, Leon berdiri dan menujuh ke dapur lalu memulai memasak sesuatu. Leon memeng dulu pintar memasak sejak dia tinggal di Amerika bersama Dion, dia memilih memasak sendiri dari pada menyewah tenaga kerja. Setelah semuanya selesai dia juga mau membersihkan dirinya apa lagi tubunya sudah terasa lengket. Saat di dalam karam dia melihat istrinya yang sudah tertidur dengan pulas, dia tidak mau menggangu tidur nyenyak istrinya dan memilih masuk kekamar mandi saja.


Selang beberapa menit Leon sudah keluar dengan pakaian yang sudah lengkap, dia melangkahkan kakinya mendekati istrinya yang masih tertidur pulas di atas ranjang, dia mulai menggoyangkan tuhuh istrinya untuk bangun.


"Hei, bagun dulu." ucapnya dengan menggoyangkan tubuh mungil itu.


"Hem," Risma hanya berdehem saja lalu menutup kepalanya dengan selimut karna tak mau terganggu.


"Bangun dulu makan baru nanti lanjuti lagi tidurnya." Leon menarik selimut dan masih setia membagunkan istrinya tapi tetap saja tak bangun-bangun malah Risma mulai mendengkur halur.


Leon yang mendengar dengkuran istrinya itu berhenti membangunkanya dia menatap wajah itu dengan lekat, dia tersenyum melihat wajah tentram itu dan tangannya mulai menyentuh pipi dan berakhir di bibir merah jambu milik Risma, Leon mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Risma, Leon kini kembali menikmati bibir ranum Risma.


Leon begitu menikmati ciumannya setelah beberapa menit dia melepaskan bibir merah jambuh itu karna dia tidak mau mengganggu tidur nyenyak istrinya. Leon mengecup kening Risma lalu membaringkan tubuhnya di dekat Risma dan ikut memejamkan matanya.


____________________________


Leon terbangun dari tidurnya dan melirik jam di atas nakas samping ranjangnya dan ternyata sudah menunjuk pulul 04:25 sore. Leon melirik kesamping kirinya ternyata Risma masih juga terlelap dengan tidurnya.


"Ris, bagun dulu yuk," ucapnya menyentu pipi Risma dan sedikit menepuk kecil agar Risma terbangun.


Risma yang merasakan tepukan di pipinya pun mulai membuka matanya, "hoaam. Ada apa," dengan suara serak kas bangun tidur sambil mengucek matanya.


"Bangun, kita makan dulu yah ini sudah terlalu sore," Leon bangun dari pembaringannya dan menuju kamar mandi dan disusul Risma.


Setelah beberapa menit kini mereka sudah berada di meja makan dan mulai ritual makannya.


"Kamu yang masak?" Risma menatap makanan yang terhidang di atas meja.


"Iya, siapa lagi mana mungkin kamu, kamu kan tadi tidur." Leon mulai memakan masakannya sendiri.

__ADS_1


"Maaf, seharusnya aku yang masak?" jawabnya dengan sedih laluh tertunduk.


"Tidak apa-apa, besok kamu yang masak. Jadi sekarang makanlah," Leon mengusap kepala istrinya dengan lembut yang tertunduk karna merasa bersalah.


Risma mendongak menatap Leon yang tersenyum, "terimah kasih," ucapnya dengan membalas senyuman Leon.


Risma mulai memakan makananannya, "hem, enak."


"Benarkah? Jika begitu makanlah yang banyak," ucap Leon sambil menyendok udang goreng dan membawahnya ke piring Risma.


"Kamu sudah lama pintar memasak?" Risma bertanya dengan mulut mengunya makanannya.


"Hem, sejak aku tinggal di Amerika bersama Dion."


"Masakannya lebih enak dariku," gumam Risma.


"Aku bisa mengajarimu jika kamu mau," ujar Leon karna mendengar ucapan Risma tadi.


"Benarkah?" tanyanya denga sedikit bahagia dalam hatinya.


"Hem, makanlah. Besok kita masak bersama,"


"Ok," jawab Risma dan langsung melanjuti ritual makannya bersama Leon.


_____________________________


Leon dan Risma menonton tv di ruang tengah, mereka tertawa terbahak-bahak karna menonton film lucu.


"Bisakah kau mengambil cemilan di dapur?" tanya Leon yang tetap pokus pada layar tv.


Risma yang mendengar permintaan Leon dengan segera berdiri kedapur dan mengambi beberapa cemilan dan kembali lagi keruang tengah.


"Ini makanlah," Risma menyondorkan sebungkur cemilan pada Leon yang sudah dia buka. Leon mengambilnya dan mulai menyuapinya.


"Kau makan juga," Leon menyondorkan tangannya ke mulut Risma. Risma mulai membuka mulutnya dan memakan cemilan yang diberi Leon.


Kini mereka menonton sambil memakan cemilan tentunya kadang saling menyuapi satu sama lainnya. Dan itu membuat Leon sedikit gembira di dalam hatinya, karna hubunganya kini dengan istrinya sedikit membaik dan Risma tidak menolaknya perlakuan Leon kepadanya dia malah menerimahnya dengan senang hati. Risma juga tak tau kenapa dia tidak menolak kelakuan Leon kepadanya malah dia menikmati suapan itu.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2