Sweet 17

Sweet 17
13


__ADS_3

Sepulang dari sekolah Kimora dan Elkhan pergi ke mall tempat mereka janjian dengan orang tua Elkhan dan juga adiknya. Sebulan pacaran dengan Elkhan, udah kesekian kalinya Kimora pergi hangout dengan adik dan orang tua Elkhan.


Kimora yang mudah bergaul, bertemu dengan orang tua Elkhan yang gaul juga. Jadilah mereka klop.


"Kak Ara..." Kayra yang pertama kali melihat Kimora berjalan bersama Elkhan.


"Hallo Kay.. Hallo tante, om.." Kimora sempat terkejut saat melihat papanya Elkhan yang juga akan ikut hangout bareng mereka.


"Om nggak kerja?" tanya Kimora lagi.


"Kerja tadi, tapi ini udah nggak ada kerjaan jadi om ingin ikut jalan-jalan kalian." jawab Gio dengan ramah. Sama seperti istrinya, Gio juga sangat menyukai Kimora.


Menurutnya, gadis itu selain cantik juga baik dan sopan. Gio dan Alenka merasa aura positif dari dalam diri Kimora.


Selain itu, mereka juga melihat anaknya terlihat bahagia. Sepertinya, kedekatan Elkhan dengan Kimora membuat Elkhan lebih baik. Dia tidak lagi terlihat murung.


"El, bibir kamu kenapa lebam?" tanya Alenka dengan panik.


"Nggak kenapa-napa ma. Tadi nggak sengaja kena bola waktu main bola." Elkhan memundurkan kepalanya. Mungkin dia malu dilihat banyak orang.


"Kamu main bola dengan muka?" sahut Gio tidak percaya dengan jawaban Elkhan.


"Kamu berantem kan?" tanya Alenka lagi.


"Jujur sama mama! Kamu berantem kan?" Alenka semakin panik karena Elkhan tidak menjawab pertanyaan mamanya. Dia terus membisu.


"Ra, El kenapa? Dia berantem sama siapa?" tanya Alenka kepada Kimora. Mamanya Elkhan tampak khawatir.


Kimora juga membisu. Dia melirik Elkhan yang hanya diam di sebelahnya. Kimora tidak berani menjawab pertanyaan Alenka. Dia lebih memilih diam adalah emas.


"Tadi sekolah El diserang ma, El nggak sengaja kena. Tapi nggak apa-apa kok, tadi udah diobatin Ara, jadi udah sembuh." jawab Elkhan.


"Ya udah kalau udah nggak kenapa-napa. Lain kali kalau ada yang nyerang sekolah kamu. Langsung telepon ke om Boy aja!" kata Alenka.


"Iya mamaku sayank.. Udah yuk kita kan mau jalan-jalan, keburu sore." jawab Elkhan lagi.


Mereka pun segera jalan-jalan sesuai dengan rencana mereka. Berhubung suaminya ikut, Alenka menjadi kalap dalam belanja. "Mama nggak salah nih?" tanya Kayra.


Dia kaget melihat mamanya kalap saat belanja. Dia tidak pernah melihat mamanya kalap seperti itu.


"Biarin aja Kay. Mama kamu lagi ulang tahun, jadi biarin aja mama belanja sesukanya. Itu hadiah papa untuk mama." sahut Gio.

__ADS_1


"Kamu kalau mau belanja, ambil aja nak!" kata Gio kepada anak perempuannya.


"El sama Ara juga, ambil aja apa yang kalian suka!" ucap Gio.


Elkhan dan Kayra pun sangat bahagia. Berbeda dengan Kimora yang justru malah tidak enak hati. Dia menolak apapun yang dipilihkan Elkhan untuknya.


"Nggak usah El. Lo aja yang beli. Gue belum kepengen kok." katanya.


"Ambil aja Ara! Nggak perlu sungkan sama om. Anggap saja hadiah dari calon mertua." ucap Gio.


"Om Gio apaan sih.." Kimora merasa malu karena Gio berkata sembarangan seperti itu.


"Iya, jangan sungkan!" Alenka menarik tangan Kimora dan mengajaknya memilih-milih. Namun tetap saja, Kimora tidak mau memilih dengan dalih dia tidak kepengen apapun.


Sekitar dua jam kemudian. Gio mengajak mereka makan terlebih dulu sebelum pulang. "Ra, ini untuk kamu." Alenka memberi Kimora sebuah gaun yang indah.


"Nggak usah tan, aku nggak biasa pakai gaun."


"Pakai ini untuk nanti malam! Tante mau adain acara ulang tahun. Kamu harus datang pakai gaun ini! Ini kembar sama tante dan Kayra." pinta Alenka.


Tentu saja Kimora enggan menolak pemberian tersebut. "Ma..makasih ya tante.." katanya.


****


Malam harinya.


Elkhan menjemput Kimora dan mengajaknya menghadiri acara ulang tahun mamanya. Acara tersebut tidak banyak mengundang orang. Hanya beberapa teman dekat orang tua Elkhan juga kerabat terdekat.


Saat Kimora keluar. Mata Elkhan membulat dan sulit berkedip. Gaun selutut berwarna merah cerah itu sangat cocok untuk Kimora.


"Ngapain sih lihatnya kayak gitu? Gue nggak pede anj*r.." kata Kimora yang terlihat ribet dengan gaun yang dia kenakan.


Selama ini Kimora tidak pernah memakai gaun seperti itu. Setiap hari dia hanya memakai pakaian casual dengan celana jeans panjang. Karena Kimora termasuk cewek tomboy.


Tapi kali ini, dia terlihat begitu cantik nan anggun. Dengan gaun yang pas untuknya dan riasan tipis dari ibunya. Benar-benar tidak bisa membuat Elkhan berkedip.


"El, anj*r lo ya. Gue pantes nggak sih pakai baju kayak gini?" tanyanya sembari memukul lengan Elkhan.


"Lo cantik banget, Ra." puji Elkhan kembali menatap Kimora dengan lekat.


"Anj*r emang lo.. Pakai pakaian cowok bisa cantik, pakai pakaian kayak gini makin cantik.. Ih.." Elkhan gemas sekali dengan kekasihnya yang selalu cantik memakai pakai apapun.

__ADS_1


Sementara Kimora hanya tersenyum kecil.


"Anj*r cantik banget lo, mau kemana sih?" tiba-tiba Galih dan Hendri muncul entah dari mana.


Kimora dan Elkhan sempat njondil karena tiba-tiba kedua orang itu muncul. Bahkan suara motor mereka tidak kedengaran.


"S*t lo, bikin kaget aja.." umpat Kimora.


"Idih, jangan ngumpat dong! Kan nggak pantes sama gaun lo.. Mau kemana sih?" tanya Galih lagi.


"Kepo.. Ngapain kalian kesini? Klinik curhat gue tutup.."


"Gabut kita makanya kesini. Anak-anak juga mau nyusul katanya." jawab Hendri juga memberitahu jika teman-temannya yang lain akan ke rumah Kimora juga.


"Gue mau dinner sama El dan keluarga. Kalau kalian mau, kalian disini aja sama abang gue."


"Lama nggak sih lo? Wawan lagi galau berat katanya."


"Ya agak malam sih. Bilang ke Wawan, besok aja curhatnya. Gue mau udah janji sama mamanya El.." bukannya Kimora menolak mendengar curhatan teman-temannya. Tapi dia udah ada janji dengan orang tua Elkhan. Tidak enak kalau tidak jadi pergi.


"Udahlah, dia udah nggak kayak dulu semenjak punya cowok.." ucap Galih yang membuat Kimora kaget.


"Bukan gitu nj*r.. Gue beneran udah janji sama mamanya El." Kimora semakin bingung dibuatnya.


Akan tetapi, Galih mengajak Hendri pergi dari rumah Kimora. "Lih, Hen," Kimora menghentikan kedua temannya. Tapi keduanya tidak mau mendengarkan Kimora.


"Lih, jangan gini dong. Gue minta maaf, tapi hari ini mama gue ulang tahun, dan dia ingin Ara hadir di acara ulang tahunnya." Elkhan juga mencoba menjelaskan agar Galih dan Hendri tidak salah paham kepada Kimora.


"Hen.." namun tetap saja kedua teman Kimora tersebut tidak mau mendengar penjelasan Elkhan.


Elkhan memeluk Kimora yang nampak sedih dan kecewa. "Gue nggak berubah El.. Gue tetap Ara yang dulu.." lirihnya.


"Iya gue tahu kok. Jangan sedih lagi! Kita jelasin ke mereka besok lagi aja ya! Kita berangkat yuk! Mama udah nunggu." Kimora mengangguk pelan.


Dia merasa tidak bersemangat seperti tadi. Antara bingung dan tak tahu apa yang harus dia lakukan.


Sepanjang perjalanan, Elkhan terus menggenggam tangan Kimora. Sesekali dia akan menatap Kimora dan tersenyum, sambil terus fokus menyetir.


"Maafin gue ya. Karena gue, lo jadi berantem sama teman-teman lo." kata Elkhan yang semakin membuat hati Kimora sakit.


"Bukan salah lo kok. Jangan ngomong gitu!" ucap Kimora. Tetapi, meskipun Kimora tersenyum. Dia masih nampak sedih.

__ADS_1


__ADS_2