
BAB 24
Langkah Diky melambat saat melihat Chelsea memasuki gerbang sekolah seorang diri. Dengan sengaja dia ingin berjalan bersama Chelsea. Entah kenapa, Diky ingin sekali dekat dengan Chelsea.
Dia merasa bahwa Chelsea itu manis dan imut. "Chel.." sapanya dengan agak gugup.
"Hai.." Chelsea yang tidak tahu akan disapa oleh Diky pun sempat kaget.
"Sendirian aja? Temen-temen lo?" tanya Diky mensejajarkan langkahnya dengan Chelsea.
"Mungkin udah di kelas, gue kita nggak bareng soalnya." jawab Chelsea terlihat lebih santai dibanding Diky yang terlihat begitu gugup.
"Lo naik apa ke sekolah?"
"Gue naik angkot."
"Gimana kalau nanti siang gue anter pulang?" Diky memberanikan diri mengajak Chelsea pulang bareng.
"Lo mau nganterin gue pulang?" Chelsea sempat geli mendengar perkataan Diky. Dia pun tertawa kecil, mengira bahwa Diky sedang bercanda.
"Nggak usah bercanda deh. Gue takut digampar Santi." imbuh Chelsea.
Menurut kabar yang beredar. Diky dan Santi sedang pendekatan. Mereka juga sering menjadi bahan olok-olokan teman-temannya. Teman-temannya menjodoh-jodohkan mereka berdua.
"Nggak ada hubungannya keles ama Santi. Gue ama dia cuma olok-olokan temen-temen sekelas kita." Diky memperjelas kabar yang beredar.
"Gue ama Santi nggak ada hubungan apa-apa. Hanya temen sekelas aja." lanjut Diky sembari tersenyum.
Namun, Chelsea yang mulai agak gugup. Dia merasa jika Diky sedang memberi penjelasan kepadanya. Tentu saja itu membuat Chelsea agak canggung. Dia berkata hanya untuk candaan semata.
"Gimana? Mau nggak gue anter? Atau lo malu naik vespa?" kata Diky lagi.
"Bukan.. bukan karena itu. Tapi ntar siang kan ada pertandingan futsal antara sekolah kita dengan sekolah Tunas Bangsa. Gue diajak Ara buat nonton." Chelsea membantah bahwa dirinya malu naik vespa dengan Diky.
"Gue juga mau lihat El." sahut Diky.
"Oh ya? Kalau gitu gimana kalau habis nonton lo anter gue pulang?" tutur Chelsea. Dia ingin membuktikan jika dia tidak malu pulang bersama dengan Diky naik vespa-nya.
Diky pun tersenyum sembari menganggukan kepalanya. Dia merasa senang karena Chelsea mau diantar pulang. Mereka lalu melanjutkan langkah mereka menuju kelas masing-masing.
Ketika menaiki anak tangga menuju lantai dua tempat dimana kelas mereka berada. Tanpa sengaja Chelsea tersenggol oleh salah seorang teman mereka yang sedang main kejar-kejaran.
__ADS_1
"Akh.." Chelsea hampir terjatuh. Untungnya Diky dengan sigap menangkapnya.
Chelsea dan Diky sempat saling menatap dan memandang. Ada perasaan aneh di hati Chelsea. Apalagi jantungnya berdegup dengan cukup kencang.
"Ma..makasih.." katanya dengan rasa gugup yang tak bisa dia sembunyikan.
"Lo nggak kenapa-napa?" tanya Diky yang terlihat khawatir.
Chelsea tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Dia kemudian melanjutkan langkahnya menuju kelas. "Makasih ya Dik.. Gue masuk ke kelas dulu.." katanya saat tiba di depan kelas 10A.
"Ya. Gue ke kelas gue." kata Diky sambil tersenyum.
Seketika mata Chelsea enggan berkedip. Dia melihat Diky yang tersenyum begitu manis. Kenapa dia tidak melihatnya sejak dulu. Dan lagi, hatinya berdebar tak karuan.
"Iya.." Chelsea segera bangun dari lamunannya.
Setelah Diky melanjutkan langkahnya. Chelsea menepuk-nepuk kedua pipinya. Meminta dirinya sendiri untuk segera sadar dari khayalan. "Sadar Chelsea! Kenapa hati gue berdebar kayak gini anj*r.." gumamnya seorang diri.
Sedangkan Ciara dan Agata menatap aneh kepada Chelsea yang berulang kali menepuk pipinya sendiri. "Lo kenapa? Kesambet lo?" tanya Ciara merasa aneh.
"Kesambet apaan? Orang dedemitnya aja ada disini. Noh lagi telepon sama pacarnya." sahut Agata.
Namun tiba-tiba Galih bangkit dari bangkunya. Lalu mendekat ke Agata dan menjitaknya. "Woi kampret lo.. Kenapa lo jitak kepala gue? Sakit tahu.." seru Agata dengan kesal.
"Iya yank, bentar, ini ada orang rese.." ucapnya ke seseorang yang ada diseberang telepon.
"Dia siapa yank? Kok lo panggil dia sayank? Lo selingkuh?" Agata berpura-pura menjadi pacar Galih dan menggoda Galih yang sedang teleponan dengan pacarnya.
"Eh anj*r lo.. Jangan macem-macem ya!" Galih yang kesal kembali menjitak kepala Agata.
"Jangan dengerin dia yank. Dia emang rese orangnya. Dia temen sekelas gue." Galih sibuk menjelaskan kepada pacarnya. Sepertinya orang diseberang telepon itu marah saat mendengar perkataan Agata.
"Kok gitu sih yank. Lo nggak mau ngakuin gue? Ya udah kalau gitu kita putus!" ucap Agata lagi.
"Anyink lo.."
"Nggak yank, bukan. Dia temen gue, sumpah.." Galih segera meninggalkan kelas sambil terus berusaha menjelaskan kepada pacarnya.
Sementara teman-temannya tertawa keras melihat Galih yang keluar kelas sembari mengomel. "Lo ya bener-bener.." kata Chelsea juga ikutan tertawa.
"Biarin aja. Besok juga udah ganti pacar lagi dia." Agata tidak merasa bersalah sama sekali.
__ADS_1
"Emang rese lo.. Ara belum datang?" tanya Chelsea yang belum melihat Kimora dan juga tas Kimora tidak ada dibangkunya.
"Katanya sih di kantin, biasalah pacaran." jawab Ciara.
"Enak ya kalau punya pacar satu sekolah?" Chelsea mulai memikirkan Diky kembali. Dia bahkan membayangkan jika berpacaran dengan Diky.
Tiba-tiba Chelsea mengusap wajahnya dengan panik. "Kenapa gue mikirin dia dan juga bayangin kayak gitu?" gumamnya seorang diri.
"Lo kenapa Chel? Dari tadi lo aneh banget.." tanya Agata yang curiga kepada Chelsea.
"Nggak. Nggak kenapa-napa gue." Chelsea menyanggah.
****
Sepulang sekolah. Murid-murid mempersiapkan diri untuk mendukung tim futsal sekolah mereka yang akan bertanding. Mereka telah menyiapkan segala sesuatunya termasuk spanduk untuk mendukung tim sekolah kebanggaan mereka.
Lalu mereka segera menuju tempat dimana pertandingan tersebut dilaksanakan. Berbondong-bondong murid dari sekolah tersebut menuju tempat dilangsungkannya pertandingan futsal antar sekolah.
"Semangat ya bro!" kata Kimora kepada Elkhan.
"Siap bro.." balas Elkhan. Dia memanggil Kimora dengan sebutan bro juga.
"Semangat El..." seru Ulfa dan teman-temannya.
"Hadeh.." Kimora memutar bola matanya. Dia sangat tidak suka dengan cara Ulfa mencari perhatian Elkhan.
Elkhan segera menangkup kedua pipi Kimora. "Jangan badmood! Nanti gue juga jadi nggak fokus mainnya." kata Elkhan.
Kimora menatap Elkhan. Dia kemudian tersenyum tipis dan menganggukan kepalanya. "Ingat! Lo hanya perlu dengerin suara gue aja!" katanya.
"Iya sayankku.." Elkhan mencubit kedua pipi Kimora dengan gemas.
"Buruan main! Malah pamer kemesraan.." Kresna tiba-tiba muncul membuat Kimora kesal. Karena dia muncul tiba-tiba seperti hantu.
"Anj*r kenapa tiba-tiba nongol sih? Udah kayak dedemit aja tiba-tiba nongol." kata Kimora dengan sewot.
Namun Kresna hanya tersenyum kecil saja mendengar omelan Kimora. "Ngapain lo disini? Cari tempat lain aja!" Kimora mengusir Kresna yang duduk bersama dengan dia dan teman-temannya.
"Gue jagain lo supaya nggak lirik-lirik lelaki lain. Biar Elkhan bisa fokus mainnya." jawabnya dengan santai meskipun Kimora terus menyuruhnya untuk pergi.
"Gue nitip Ara bro!" Elkhan pun segera masuk ke lapangan pertandingan untuk melakukan pemanasan.
__ADS_1
"Yoi. Lo tenang aja. Fokus main aja biar menang!" jawab Kresna.
Sementara di sisi lain. Chelsea, Agata dan Ciara menatap pemandangan itu dengan melongo. Seorang pacar menitipkan pacarnya kepada mantannya.