Sweet 17

Sweet 17
48


__ADS_3

BAB 48


Sejak malam itu, Elkhan menjadi lebih pendiem dari biasanya. Sudah beberapa hari dia murung. Tapi, setiap malam dia pergi ke rumah Kimora hanya untuk sekedar meminta pelukan dari Kimora.


Karena, pelukan Kimora-lah yang mampu membuatnya tenang. Di sekolah, Elkhan menjadi sangat dingin kepada siapapun kecuali Kimora.


"El, minggu depan akan ada reuni lagi. Lo ikut nggak?" tanya Ulfa yang masih belum mau menyerah mendekati Elkhan.


"Nggak males." jawab Elkhan dengan dingin. Bahkan lebih dingin dari biasanya.


"Lo lagi ada masalah? Gue perhatiin lo kayak gimana gitu." tanya Ulfa lagi.


"Jangan sok tau.." seketika Elkhan beranjak dari tempat duduknya. Meninggalkan Ulfa begitu saja.


Lalu memilih duduk seorang diri di depan kelasnya. Dengan wajah muram dan suram. Tidak ada yang berani mendekatinya termasuk Diky. Dia bahkan tidak berani bertanya kenapa dan mengapa.


Hanya Kimora yang berani mendekati Elkhan. Dan hanya dengan Kimora-lah, Elkhan melunak. "Hai.. kok sendirian?" tanya Kimora.


"Hmm.." Elkhan menyenderkan kepalanya di bahu Kimora.


"Kenapa? mama kamu masih marahan sama papa kamu?" Elkhan menganggukan kepalanya.


"Papa sih masih sama, tapi mama yang masih marah." jawab Elkhan sedih.


"Yang sabar, lambat laun mama kamu pasti akan luluh lagi. Gimana kalau nanti siang kita main ke mall? Udah lama kita nggak main." ajak Kimora. Dia ingin membuat Elkhan melupakan masalahnya untuk sejenak.


Elkhan tidak menjawab tapi menganggukan kepalanya. Dia juga paham apa maksud dan tujuan Kimora mengajaknya main. Meskipun dia masih tidak mood. Tapi dengan Kimora dia selalu senang.


"Ba.. pacaran mulu..." seru Dian mengagetkan mereka berdua.


"Apasih Yan.." ucap Elkhan dengan sewot.


"Kenapa sih sewot mulu? Cuma bercanda doang." kata Dian yang juga bingung dengan perubahan sikap Elkhan beberapa hari ini.


Kimora mempelototi Dian agar diam. Sementara Elkhan tidak mau menanggapi Dian. Dia tetap bermanja kepada Kimora.


"Peletnya Ara bener-bener ampuh. Semua orang dimusuhi tapi tetap bermanja sama Ara. Bukan main." sindir Dian sembari tersenyum.


"Pelet pala lo. Sorry aja gue anti dong kayak gitu." kata Kimora.


"Kalau nyari Ayudya langsung masuk aja! Jangan bikin kesel!" sahut Elkhan yang memang lagi tidak mood buat bercanda.


"Iya, anj*r gitu aja sewot." kata Dian sambil berjalan masuk sebelum Elkhan beneran marah.


Kimora merangkul Elkhan. Tangannya mengelus lengan Elkhan dengan lembut. "Jangan seperti itu! Mereka kan tidak ada sangkutannya dengan masalah lo." Kimora menasehati Elkhan agar tidak bersikap ketus kepada orang lain.


"Gue akan selalu buat lo." imbuh Kimora.

__ADS_1


"Janji?" Kimora menganggukan kepalanya.


"Iya."


"Sayank nggak sama gue?" tanya Elkhan pelan.


Kimora menatap Elkhan yang masih menyenderkan kepalanya di pundaknya. "Masih tanya?" tanya Kimora.


"Janji nggak akan tinggalin gue?" Kimora tersenyum kecil.


"Iya.." jawabnya sembari mengelus pipi Elkhan.


Tettt.. Tett... Tett..


Bel masuk berbunyi. Elkhan masih enggan melepaskan Kimora. "Belajar dulu, nanti istirahat gue kesini lagi." kata Kimora.


"Beneran?"


"Iya.." barulah Elkhan membiarkan Kimora pergi.


Begitu Kimora pergi, dia kembali bersikap dingin lagi.


Di kelas 10A.


Kimora mendapat banyak pertanyaan dari teman-temannya perihal perubahan sikap Elkhan akhir-akhir ini. Dian yang sudah berteman cukup lama dengan Elkhan pun juga bingung dan penasaran.


"Ra.." Dian menendang kursi Kimora di depannya.


"El kenapa sih? Anj*r dia beda banget dengan Elkhan yang gue kenal." keluh Dian.


"Lagi ada masalah. Tapi gue nggak bisa cerita karena itu privasi." kata Kimora.


"Lo bilangin ke dia jangan galak-galaklah, anj*r gue kena semprot mulu." gerutu Dian.


"Iya nanti gue bilangin. Maaf ya." kata Kimora.


"Hmm.." Dian malah merasa tidak enak hati karena Kimora meminta maaf.


****


Kimora dan Elkhan pergi jalan-jalan ke mall. Mereka main sampai melupakan sejenak masalahnya. Setelah beberapa hari, akhirnya Kimora melihat Elkhan tertawa lepas.


Kimora terus menatap Elkhan dengan tersenyum senang. Membuat Elkhan menjadi salah tingkah. "Kenapa sih?" Elkhan mendoroang pelan kepala Kimora.


"Kalau ketawa gitu, lo kelihatan ganteng tahu. Kenapa kemarin-kemarin nggak ketawa gitu?" kata Kimora yang membuat Elkhan menundukan kepalanya karena malu.


"Laper nggak?" tanya Elkhan.

__ADS_1


"Makan yuk!" ajaknya.


"Yuk!" Kimora segera menarik tangan Elkhan menuju foodcurt.


Elkhan sudah nampak ceria. Dia sudah bisa tersenyum dan tertawa. Semua berkat Kimora yang perlahan-lahan membangkitkan kembali mood-nya.


"Makasih ya yank, karena lo udah begitu sabar memahami perasaan gue." ucap Elkhan sambil menggenggam tangan Kimora.


"Iya.."


Saat Kimora sedang makan, dia mulai celingukan. Dan itu membuat Elkhan penasaran. "Kenapa sih?" tanya Elkhan.


"Nggak, gue kayak lihat kakak sepupu gue." jawab Kimora masih celingukan.


"Lo punya kakak sepupu?" Kimora menganggukan kepalanya.


"Ibu gue punya kakak tiri, nah itu anaknya."


"Itu.. itu.. itu orangnya." seru Kimora.


"Kak Raisa.."


"Bentar ya.." Kimora pamit mendekati kakaknya yang sedang jalan bareng temen-temennya.


Karena sudah lama tidak bertemu. Kimora merasa kangen dengan kakak sepupunya. "Ya.." jawab Elkhan lembut.


Kimora berlari mendekati kakak sepupunya. Dia merasa sangat senang karena ketemu kakaknya yang lama tak bertemu.


Sementara Elkhan terus memperhatikan Kimora yang sedang bicara dengan kakak sepupunya. Namun Elkhan merasa aneh karena ekspresi kakak Kimora yang tidak ramah.


Elkhan hendak bangkit. Tapi, tiba-tiba matanya membulat, tangannya mengepal dengan erat.


Bukan karena sikap kakaknya Kimora. Tapi karena kakaknya sepupu Kimora ternyata orang yang telah merusak hubungan papa dan mamanya. Wajah yang tadinya ceria kembali suram.


Bahkan Elkhan langsung berdiri dan pergi begitu saja meninggalkan Kimora. Melihat Elkhan yang pergi, Kimora pun menjadi terkejut. Dia segera berlari mengejarnya.


"El, tunggu!" serunya sembari mengejar Elkhan.


Akan tetapi Elkhan tidak menghiraukan panggilan Kimora. Dia terus mempercepat langkahnya. Dan Kimora terus mengejarnya. Kimora bingung, kenapa dengan Elkhan yang tiba-tiba pergi meninggalkannya. Bahkan kelihatan begitu marah.


Yang semakin membuat Kimora bingung. Elkhan bahkan meninggalkannya di mall. "El...." seru Kimora.


"Anj*r kenapa sih dia?" gumam Kimora semakin kebingungan.


Akhirnya Kimora pulang naik taksi. Tetapi, setelah Kimora masuk ke dalam taksi. Elkhan mengikuti taksi itu dari belakang. Memastikan bahwa Kimora pulang dengan selamat sampai rumah.


Sementara Kimora yang bingung dengan sikap Elkhan hanya berpikir kenapa dan mengapa. Bahkan dia tidak bisa menghubungi Elkhan sama sekali.

__ADS_1


"Ada apa sih sebenarnya anj*r..." Kimora melempar tubuhnya ke kasur. Dia bingung dengan sikap Elkhan yang tiba-tiba berubah.


Matanya menyapu langit-langit kamarnya. Pikirannya melayang kemana-mana. Menerka-nerka apa yang membuat Elkhan marah sampai begitunya kepadanya.


__ADS_2