Sweet 17

Sweet 17
35


__ADS_3

BAB 35


Waktu istirahat Kimora datang ke kelas Elkhan. Dia sengaja mencari kekasihnya supaya bisa ke kantin bareng. Waktu masuk ke kelas, dia melihat Ulfa sedang bersitegang dengan Ayudya, anak baru. Entah apa yang membuat mereka berdebat.


Tetapi Kimora tidak ingin mempedulikan mereka. Dia segera mendekat ke bangku Elkhan yang saat itu sedang memasukan buku ke dalam tas.


"Hai," sapanya.


"Yank," Elkhan terlihat sangat senang melihat kekasihnya masuk ke dalam ke kelas untuk menghampirinya.


Pada saat itu teman sebangku Elkhan sudah keluar terlebih dulu. Jadi Elkhan meminta pacarnya untuk duduk disebelahnya.


Kemudian Diky mendekat dan berkata dengan pelan. "Mereka berdua berantem karena El.." sembari melirik Ulfa dan Ayudya yang masih saling menatap tajam.


Kimora mengerutkan keningnya. Bukan karena cemburu atau marah, tapi bertanya-tanya kenapa mereka sampai bersitegang karena pacarnya.


"Kenapa?" tanya Kimora.


"Tadi pagi anak baru itu ngajak Elkhan kenalan. Ulfa nggak terima." jawab Diky yang sudah dikasih tahu temannya.


Tapi teman-teman sekelas mereka tidak ada yang peduli dengan keributan antara wanita-wanita itu. Karena menurut mereka tidaklah penting. Bahkan Elkhan pun sama sekali tidak peduli kalau mereka beradu mulut karena dirinya.


"Kenapa nggak dilerai?" tanya Kimora.


"Nggak penting. Di kelas ini kalau bukan yang sampai parah, dibiarin aja. Nggak penting katanya. Elkhan aja yang jadi rebutan malah sama sekali tidak peduli." jawab Diky menggerak kepalanya supaya melihat Elkhan yang terkesan biasa aja melihat keributan di kelasnya.


"Lo nggak ditunggu Chelsea?" tanya Elkhan karena Diky sudah terlalu banyak bicara.


Diky tersenyum lalu pergi. Dia sudah ditunggu pacarnya di kantin. Sementara Kimora dan Elkhan masih di kelas.


"Kakinya masih sakit?" tanya Kimora.


Elkhan menggelengkan kepalanya. Dia terus menatap Kimora yang duduk di sebelahnya. Tanpa berkata hanya tersenyum tipis.


Tentu saja itu membuat Kimora menjadi agak malu. Dia menutup mata Elkhan dengan telapak tangannya. "Jangan lihatin kayak gitu terus!" katanya.


Namun, lagi lagi Elkhan tidak membuka mulut. Hanya menyingkirkan tangan Kimora kemudian menatapnya lagi.


Tatapan yang begitu tajam dan menusuk ke hati. Kimora menjadi salah tingkah karena tatapan itu. Meskipun mereka telah berpacaran selama beberapa bulan. Tapi Kimora masih saja merasa tersipu saat Elkhan menatap sedalam itu.


Mata dengan bola mata yang indah. Senyuman tipis yang memperkuat ketampanannya. Hidung agak mancung dan juga bibir tipis berwarna merah muda. Benar-benar membuat Elkhan terlihat sangat tampan. Belum lagi kulitnya yang putih bersih, turun dari mamanya.


Tidak heran jika banyak wanita yang berebut mendekatinya. Untung saja dia memiliki sifat seperti papanya yang begitu sangat setia dengan pasangan.

__ADS_1


"Kalau masih lihatin terus, gue tinggal ke kantin!" ancam Kimora yang wajahnya telah memerah karena malu.


"Makasih ya yank." katanya.


"Untuk?" Kimora tidak tahu apa yang dimaksud oleh Elkhan.


"Untuk semuanya. Untuk semua cinta dan kasih sayang lo. Untuk semua perhatian dan kekhawatiran lo. Gue sayang sama lo." Kimora tersenyum tapi tidak bisa menyembunyikan wajahnya memerah.


"Gue juga." katanya dengan malu-malu.


"Juga apa?"


"Juga... juga... juga sayang sama lo." Kimora menjawab dengan gagap.


Elkhan tersenyum kecil. Dia kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam tas-nya. Kotak kecil ia berikan kepada Kimora. "Kemarin gue diajak oma Elsa jalan-jalan, gue liat ini terus keinget lo." kata Elkhan sambil mendorong kotak itu ke depan Kimora.


"Ini apa?" Kimora ragu-ragu menyentuh kotak tersebut.


"Buka aja!"


Kimora menyentuh kotak tersebut kemudian membukanya. keningnya mengerut saat tahu isi kotak tersebut. "Ini?"


"Untuk lo. Gue juga pakai." Elkhan menunjuk kalung yang dia kenakan.


Kimora terbahak mendengar perkataan Elkhan. Namun, seketika matanya melebar saat melihat sebuah cincin di bawah kalung tersebut. "Ini apa?" tanyanya.


"Kalau di tempatku itu namanya cincin." jawab Elkhan dengan konyol.


"Ish, tahu kalau ini cincin. Tapi untuk apa dan buat siapa?" tanya Kimora sedikit agak kesal.


"Siapa lagi, ya buat lo-lah." jawab Elkhan lagi.


Elkhan segera mengambil cincin itu kemudian memakaikannya dijari manis Kimora. "Harus dipakai! Kalau lo beneran cinta sama gue!" Elkhan memaksa. Dia tahu Kimora pasti akan menolak dengan berbagai alasan. Oleh sebab itu dia mengatakan itu untuk mengancam Kimora.


Setelah itu Elkhan memakaikan kalung yang dia beri ke leher Kimora. Muncullah ide jaih Elkhan. Dia sengaja meniup telinga Kimora membuat Kimora merinding.


"Elkhan!" Kimora segera memukul Elkhan.


Tentu saja beberapa pasang mata menatapnya dengan tatapan tajam. Termasuk Ayudya si anak baru.


"Sadar diri lo! Dia udah punya cewek." kata Ayudya kepada Ulfa yang masih menatap Kimora dan Elkhan dengan tajam.


Ayudya segera meninggalkan kelas. Akan tetapi, Ulfa dan kedua temannya masih berdiam diri di dalam kelas. Mereka ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Kimora dan juga Elkhan.

__ADS_1


"El, lo nggak ke kantin?" Ulfa mendekat ke bangku Elkhan.


"Lo nggak ke kantin Ra?" Ulfa juga bertanya kepada Kimora.


Tentu saja Kimora kaget. Tidak biasanya Kimora akan bersikap baik seperti itu. Baru saja dia menatap Kimora dengan tajam. Tapi kini dia bersikap baik.


"Nggak, gue udah minta temen-temen gue buat beliin makanan dan minuman buat kita." jawab Kimora masih dengan sedikit ketus.


"Kalian nggak ke kantin?" tanya Kimora balik.


"Nggak, kita nggak lapar." jawab Ulfa.


"Tapi gue lapar, Fa.." sahut Chila yang langsung kena omel oleh Santi.


"Ra, anak baru tadi ingin deketin Elkhan." kata Ulfa memprovokasi Kimora.


"Lo atau anak baru itu yang ingin deketin El?" tanya Kimora balik.


"Fa, nyerah ngapa sih? El udah sama gue. Lo cari yang lain saja!" kata Kimora tanpa basa basi.


Ulfa membulatkan matanya mendengar perkataan Kimora. Tak menyangka jika Kimora akan langsung berkata seperti itu.


"Nggak, sebelum gue ungkap niat lo pacarin El." kata Ulfa masih tidak punya malu.


"Niat gue pacarin El? Yakin lo mau tahu?" Kimora menanggapi itu dengan santai. Dia tahu Ulfa sedang memprovokasinya. Tapi Kimora bisa menanggapinya dengan tenang.


"Niat gue apalagi kalau bukan karena El itu anak orang kaya." Kimora balik memprovokasi Ulfa. Dia sengaja mengatakan hal itu agar supaya Ulfa terpancing.


"Lo denger sendiri kan El? Dia deketin lo karena lo anak orang kaya." Ulfa berniat mengadu kepada Elkhan yang duduk disamping Kimora.


"Hmm, terus kenapa? Apa bedanya dengan lo?" kata Elkhan.


Jleb. Kata-kata Elkhan tersebut membuat Ulfa terbelalak sekaligus kena mental. Dia pikir Elkhan akan marah dan terpengaruh. Tapi ternyata Elkhan bersikap biasa saja.


"Asalkan itu Ara, mau niat dia deketin gue cuma karena gue anak orang kaya. Mau apa, nggak masalah. Cinta gue tetep sama." Elkhan meraih tangan Kimora.


Baik Ulfa maupun teman-temannya terkejut mendengar perkataan Elkhan yang terlalu bucin. Dulu saat masih bersama Ulfa. Elkhan tidak sebucin itu.


Namun, tentu saja dari awal Elkhan sudah percaya bahwa Kimora tulus mencintainya. Bukan karena status sosialnya. Dia sengaja berkata seperti itu hanya untuk memprovokasi Ulfa saja.


"Kenapa lo nggak seperti itu dulu ke gue?" tanya Ulfa dengan kesal.


"Karena lo bukan Ara." jawab Elkhan dengan sengit. Bahkan dia tidak mau menatap Ulfa.

__ADS_1


Ulfa semakin kesal saat melihat kalung couple yang dikenakan oleh Kimora. Serta cincin yang tadi dipasangkan oleh Elkhan. Dia pun segera pergi meninggalkan kelas dengan kesal.


__ADS_2