
BAB 38
Elkhan melangkahkan kakinya dengan cepat. Bahkan sedikit berlari menuju kelas Kimora begitu bel pulang berbunyi. Hatinya belum bisa tenang karena pacarnya masih ngambek.
Sayangnya, Kimora ternyata sudah meninggalkan kelas lebih dulu. Dian memberitahu jika Kimora pulang bersama teman-temannya. "Ara udah balik bareng temen-temennya." kata Dian yang bertemu dengan Elkhan di depan kelas 10A.
Elkhan pun segera berlari mengejar ke parkiran. Dia melihat Kimora masuk ke dalam mobil Ciara bersama dengan Agata. "Ara.." serunya mencoba menghentikan Kimora.
Elkhan segera mendekat. Tapi Kimora malah langsung menutup jendela mobil Ciara. Dia sama sekali tidak mempedulikan Elkhan yang terus mengetuk jendela mobil Ciara. "Buka Ra!" pintanya.
Tok. Tok. Tok. Tok. Elkhan terus mengetuk jendela. Ciara menatap kasihan kepada Elkhan. Dia enggan menjalankan mobilnya karena merasa kasihan.
"Ra?" gumamnya.
"Jalan aja!" Kimora mengeraskan hatinya. Dia sama sekali tidak mempedulikan Elkhan yang terus memohon.
Mau tak mau. Tega tidak tega. Ciara pun menjalankan mobilnya meninggalkan Elkhan yang menyedihkan.
Sementara Kimora memejamkan matanya. Dia tidak ingin melihat Elkhan dengan keadaan seperti itu. Dia tidak mau mendengarkan Elkhan untuk sementara waktu. Hatinya benar-benar lagi kacau.
"Akh.." Elkhan menghentakan kakinya karena kesal.
Dia segera menyusul kemana perginya Kimora bersama teman-temannya. Tetapi, karena terhalang beberapa kendaraan. Elkhan tidak bisa menyusul kemana mobil Ciara melaju.
Dari kejauhan. Ulfa dan kedua temannya tersenyum. Meskipun dia juga kesal melihat Elkhan dengan Ayudya. Tapi itu ada baiknya, karena hubungan Elkhan dan Kimora akhirnya renggang.
....
Kimora dan teman-temannya pergi ke kafe Moon. Kafe tempat mereka sering nongkrong. Namun, tidak seperti biasanya yang suka heboh. Mereka bertiga lebih banyak diam. Itu karena suasana hati Kimora yang sedang tidak baik.
"Chelsea jadi nyusul?" tanya Agata mencairkan suasana.
"Kayaknya sih jadi. Dia masih dijalan kayaknya." jawab Ciara sembari menatap ponselnya. Menunggu balasan chat dari Chelsea.
Kimora juga melihat ponselnya. Dia menerima banyak pesan masuk dan juga panggilan tak terjawab dari Elkhan.
"Lo masih marah sama Elkhan? Kasihan tahu Ra.." kata Ciara. Yang sebenarnya kasihan melihat Kimora yang terlihat sedih.
"Gue minta Elkhan kesini ya!" imbuhnya.
"Nggak usah. Gue masih males ketemu dia." Kimora masih belum mau ketemu Elkhan.
"Tes.. Satu.. Dua.." tiba-tiba terdengar bunyi dari arah panggung kecil yang biasa untuk perform live musik.
"Selamat siang semua. Maaf mengganggu kalian. Gue disini ingin menyanyikan sebuah lagu untuk wanita yang sangat special buat gue. Wanita itu ada disebelah sana." semua mata tertuju ke arah Kimora dan teman-temannya yang juga terkejut saat melihat Elkhan berada di panggung kecil itu.
"Namanya Kimora Gavrillia, tapi kalian bisa panggil dia Ara. Wanita yang membuat gue bahagia setiap bersama dia. Wanita yang selalu memenuhi pikiran gue. Wanita yang tentunya pemilik hati gue." kata Elkhan sembari menatap Kimora.
__ADS_1
Prok.. Prok.. Prokk. Tepukan tangan dan kehebohan memenuhi kafe yang didominasi anak muda tersebut. Kafe yang emang awalnya khusus didirikan untuk nongkrong anak-anak muda. Kafe itu sudah berdiri belasan tahun lamanya. Tapi tetap saja ramai pengunjung. Keutamaan kafe itu ialah live musik yang selalu ada setiap harinya. Dan bebas bagi pengunjung yang ingin menyalurkan bakat menyanyi mereka.
"Yank, gue minta maaf karena udah buat lo kesal bahkan marah. Tapi itu semua tidak seperti yang lo pikir. Gue hanya mencintai lo, dan lo tak akan pernah terganti."
Elkhan memainkan piano sembari menyanyikan sebuah lagu untuk Kimora.
'Meski waktu datang, dan berlalu sampai kau tiada bertahan. Semua tak kan mampu mengubahku. Hanyalah kau yang ada di relungku. Hanyalah dirimu mampu membuatku jatuh dan mencinta, kau bukan hanya sekedar indah. Kau tak akan terganti.'
"Huu... Elkhan lo romantis banget.." seru Ciara kegirangan.
"Cowok lo noh udah kayak gitu, lo masih mau ngambek?" tanya Ciara ke Kimora.
Prokkk.. Prokkk.. tepuk tangan semakin bergemuruh. Elkhan pun segera mendekat ke meja Kimora. Saat itu wajah Kimora sudah memerah. Dia benar-benar karena banyak sekali orang yang menatapnya.
Elkhan jongkok di depan Kimora. Semakin membuat Kimora canggung. Menggenggam tangan Kimora dengan begitu erat. "Yank, maafin gue ya! Jangan ngambek lagi! Gue nggak bisa didiemin kayak gini." katanya.
"Bangun Elkhan! Malu dilihatin banyak orang!" ucap Kimora dengan pelan.
"Kalau lo masih ngambek, gue bakal kayak gini terus."
"Bangun nggak!"
"Jangan ngambek lagi?" Kimora menatap mata Elkhan yang berair. Dia tidak tega melihatnya. Tanpa sadar, kepalanya pun mengangguk.
Elkhan pun melompat kegirangan. Dia segera bangkit kemudian memeluk Kimora. Sorak sorai pun mengikuti. Para pengunjung yang sedari tadi memperhatikan Elkhan dan Kimora pun menjadi ikut bahagia. "Yeay..." seru mereka.
"Kalian bisa makan sepuasnya, gue yang traktir." ucap Elkhan.
"Asyikk.." teman-teman Kimora pun berseru.
"Om, makasih.." seru Elkhan kepada Rama sang manager kafe tersebut.
Rama hanya tersenyum sambil mengacungkan jempolnya. Kedatangan Elkhan ke kafe Moon, ternyata karena Rama yang menghubunginya.
Rama tidak sengaja melihat Kimora yang datang bersama teman-temannya tapi terlihat murung. Rama pun berinisiatif memfoto Kimora diam-diam lalu mengirimnya ke Elkhan.
Dan ternyata, itu menjadi penolong buat Elkhan. Dia segera bergegas ke kafe milik orang tuanya itu.
"Lo kenal?" tanya Kimora.
"Temen papa, namanya om Rama." jawab Elkhan. Namun, sampai sekarang Kimora belum tahu bahwa kafe yang biasa dia buat nongkrong sama teman-temannya itu adalah kafe milik keluarga Elkhan.
Pada akhirnya, Elkhan yang mengantar Kimora pulang. "Mampir dulu atau langsung pulang?" tanya Kimora ketika sampai di depan rumahnya.
"Mampir dulu aja." Elkhan ikut turun dari motor. Namun, dia tidak masuk ke rumah Kimora. Melainkan menuju gazebo yang ada di halaman rumah Kimora.
Sementara Kimora berganti pakaian serta mengambil minuman dan camilan untuk Elkhan dan juga untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Agak lama, karena harus ke kamar mandi terlebih dulu. Saat dia keluar dan menuju gazebo. Dia melihat Elkhan yang tertidur di tempat itu.
Kimora sengaja tidak membangunkannya. Melainkan menatap kekasihnya dengan seksama. Bulu mata yang lentik, bibir tipis, dan hidung yang mancung. Kimora benar-benar terpesona oleh ketampanan pacarnya tersebut.
Rambut lurus bergaya under cut, dengan tindik kecil ditelinga khas gaya anak muda jaman sekarang. Terlihat seperti badboy. Tapi Elkhan justru salah satu tipe cowok setia dan goodboy.
Cukup lama, sekitar setengah jam Kimora menunggui Elkhan yang masih terlelap. Bahkan sampai kakaknya Kimora pulang. Elkhan masih belum bangun.
"Dia tidur?" tanya Aldo begitu keluar dari mobilnya.
"Hmm.." Kimora menjawab singkat.
"Anak orang kaya bisa tidur ditempat seperti ini juga." gumam Aldo sembari tersenyum. Kemudian dia masuk ke dalam rumah.
Sementara Kimora masih setia menunggu Elkhan yang masih tidur. Kimora melipat baju seragam Elkhan yang dia lepas. Elkhan hanya memakai kaos ********** saja.
Karena hari mulai petang. Terpaksa Elkhan membangunkan Elkhan. Dia menekan-nekan pipi Elkhan menggunakan jari telunjuknya. "El, bangun! Lo nggak pulang? Mama dan papa lo cariin lo!" katanya dengan lembut.
Namun Elkhan tidak bergeming. Kimora menggoyang-goyangkan tubuh Elkhan. "Yank, bangun!" katanya lagi.
Akan tetapi, tetap saja Elkhan tidak bergeming. Kimora pun mengecup pipi Elkhan dengan sangat lembut. "Bangun sayank!" bisiknya tepat ditelinga Elkhan.
Seketika Elkhan pun membuka matanya. Dia melihat langit yang mulai berwana jingga. Dengan segera dia bangun. "Gue ketiduran? Maaf ya yank, gue ngantuk banget." katanya sembari menguap.
"Mama lo udah nanyain lo, buruan pulang gih!" ucap Kimora.
"Hoam... iya, maaf kalau kesini cuma numpang tidur doang." kata Elkhan lagi.
Kimora menganggukan kepalanya. Meskipun matanya masih merah karena masih mengantuk. Tapi Elkhan harus segera pulang karena dia tidak ingin membuat mama dan papanya khawatir.
"Gue pulang dulu!" pamitnya sembari mencium pipi Kimora.
"Love you.." imbuhnya.
"Iya hati-hati.." jawab Kimora.
"Love you.." Elkhan mengulangi perkataannya lagi.
"Iya hati-hati.."
"Love you.." nada suara Elkhan semakin tinggi.
"Iya, hati-hati sayank.." jawab Kimora lagi.
"I love you.." Elkhan masih mengulangi perkataannya lagi sambil melotot.
"I love you too.." barulah Elkhan mulai tersenyum kemudian pamitan dan melajukan motornya meninggalkan rumah Kimora.
__ADS_1
Begitu punggung Elkhan menjauh. Kimora tersenyum kecil mengingat sikap kekanak-kanakan Elkhan. Lalu dia segera masuk ke rumah karena hari sudah semakin petang.