Sweet 17

Sweet 17
28


__ADS_3

Galih bersama Putra dan juga Angga berlari mencari Kimora ke kantin. Mereka bertiga berlarian dengan masih membawa tas mereka.


"Ra, lo tahu nggak?" tanya Galih yang tanpa sengaja mendorong Kimora sampai Kimora terkaget dan menyemburkan minumannya.


"Ara! Anj*ng lo.." seru Putra yang tanpa sengaja terkena semburan Kimora.


"Setan emang lo.." Ciara juga mengomel karena juga terkena semburan Kimora.


"Sorry, sorry, sorry.." Kimora langsung meminta maaf kepada Putra dan Ciara.


"Abisnya gue kaget Galih tiba-tiba dorong gue." katanya sembari memukul Galih yang malah tertawa ngakak.


"Ngapain sih lo kagetin gue?" omelnya.


"Chelsea pacaran di kelas." katanya masih dengan tertawa.


"Dah tahu, makanya kita ke kantin." jawab Kimora dengan santai.


"Jadi Chelsea sama Diky sekarang?" Kimora menganggukan kepalanya dengan cepat.


"Anj*r gercep juga mereka." kata Galih lagi.


"Iya lah, dia kan nggak mau kalah dari lo." kata Kimora mendengus.


Galih hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja. "El gimana keadaannya?" tanyanya.


"Udah membaik. Nanti sore udah boleh pulang." Kimora segera beranjak. Sudah cukup lama dia di kantin dan ingin segera kembali ke kelas. Kebetulan bel juga akan segera berbunyi.


"Balik yuk!" ajaknya.


Teman-temannya pun segera mengikutinya termasuk Galih, Putra dan juga Angga. Sepanjang perjalanan ke kelas. Angga dan Putra sangat usil sekali. Dia berulang kali menjahili Ciara membuat Ciara mencak-mencak.


"Putra! Angga!" seru Ciara dengan marah. Dia hampir terjatuh karena Putra dan Angga bergantian menjegal kakinya dari belakang.


Sementara Putra dan Angga justru malah terbahak dan semakin senang menggoda Ciara. Kali ini tidak lagi menjegal kaki Ciara. Tapi Putra dengan sengaja menarik kuncir Ciara. Dan Angga mengacak-acak rambut panjangnya.


"Lo lebih cantik kayak gini tahu.." ucap Angga sembari mengacak-acak rambut Ciara.


"Angga, kampret lo!" Ciara berseru dengan marah. Dengan kakinya di nendang Angga dan Putra. Namun sayang, Putra dan Angga dengan cepat menghindar. Sehingga dia hanya menendang angin.


Ciara mengejar Putra yang membawa lari kuncir rambutnya. Namun Putra malah melempar kuncir itu kepada Angga. Setelah Ciara mengejar Angga. Angga melempar kuncir itu kembali kepada Putra. Begitu seterusnya sampai tanpa sadar mereka telah berlari sampai ke kelas mereka.


Ciara yang kelelahan pun tidak lagi mengejar kuncirnya. Dia mengambil kuncir lain di dalam tas-nya. Dan melirik Putra dan Angga secara tajam.


Putra dan Angga pun malah semakin terbahak. Bahkan mereka bertos ria karena berhasil membuat Ciara kesal.


"Kenapa nggak kalian pacarin aja sih si Ciara. Daripada kalian godain terus." ucap Kimora yang baru saja masuk ke kelas bersama Agata dan Galih.


"Gue sih yes.." sahut Agata.

__ADS_1


"Idih najis.." seru Ciara yang masih kesal.


"Kita juga ogah. Emang nggak ada cewek yang lebih melek dikit." sahut Putra.


Bukk..


Tapi tiba-tiba Ciara melempar buku ke arah Putra dan Angga yang duduk dalam satu bangku. Dia benar-benar kesal dengan kedua cowok rese itu.


Lalu, karena melihat wajah Chelsea yang berseri-seri. Kimora pun segera menyenggol tangan Agata. Mengisyaratkan dengan kepalanya supaya melihat Chelsea.


"Roman-romannya ada yang baru jadian nih.." seru Agata sembari melirik Chelsea.


"Seneng bener neng, jangan lupa traktirannya!" Kimora dengan genit mencolek dagu Chelsea.


"Iya nih, peje peje.." sahut Galih sembari berjalan menuju tempat duduknya.


"Peje apaan." kata Chelsea dengan malu-malu. Wajahnya bahagia memang tidak bisa dia sembunyikan.


"Jadi udah jadian apa belum nih?" tanya Kimora lagi sembari memasukan tas ke dalam laci mejanya.


"Apaan sih Ra." Chelsea memutar badannya, menatap Kimora yang duduk di belakangnya dengan malu-malu.


"Mau ke kafe Moon atau kemana?" tanya Ciara yang duduk disebelah Kimora.


"Ciara.." seru Chelsea yang semakin malu karena teman-temannya terus menggodanya.


"Kafe Moon aja.." lanjutnya yang semakin membuat heboh teman-temannya.


"Tenang aja, ntar gue kasih lagu romantis buat kalian berdua." imbuhnya.


Chelsea hanya tertunduk malu. Tapi dia merasa sangat bahagia karena teman-temannya mendukung hubungannya dengan Diky.


****


Sepulang sekolah, Kimora dan teman-teman ceweknya pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Elkhan. Saat dia masuk, dia melihat Ulfa yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Ngapain lo disini?" bukan Kimora yang terkejut. Tapi justru teman-temannya yang kaget melihat Ulfa.


Beberapa jam yang lalu.


Di rumah sakit.


Ulfa yang tidak masuk sekolah memaksa menunggu Elkhan di rumah sakit. Meskipun Elkhan sudah memintanya untuk pergi. Tapi Ulfa tetap kekeh tidak mau pergi.


Dengan alasan dia menunggu Elkhan bukan untuk menarik hati Elkhan. Melainkan sebagai tanda pertemanan mereka.


"Anggap aja apa yang gue lakuin ini sebagai tanda pertemanan kita!" ucap Ulfa yang tetap memaksa menunggu Elkhan.


Bahkan Alenka juga memintanya untuk pergi ke sekolah. Tapi tetap saja, Ulfa tidak mau. "Aku khawatir dengan Elkhan tante. Aku tidak bisa tenang." katanya.

__ADS_1


Alenka pun memutar bola matanya. Dia bukan tidak tahu maksud Ulfa. Tapi Alenka hanya berpura-pura tidak tahu apa tujuan Ulfa.


"Kalau tante ada urusan, pergi aja! Biar aku yang tunggu Elkhan." kata Ulfa.


"Tidak. El lebih penting dari urusan apapun." jawab Alenka tidak mau meninggalkan anaknya bersama dengan Ulfa.


Alenka khawatir jika Kimora tahu. Dia akan menjadi salah paham. Makanya, Alenka tetap berada disisi anaknya.


"El, Ara nanti kesini?" tanya Alenka. Dia sengaja menanyakan Kimora di depan Ulfa agar Ulfa sadar diri.


"Iya ma.." jawab Elkhan sembari mainan hape.


"El, lo butuh apa? Biar gue ambilin." Ulfa tidak mau diabaikan.


"Nggak usah. Makasih." jawab Elkhan dengan cuek. Dia sebenarnya kesal karena Ulfa tidak mau pergi. Dia takut Kimora akan salah paham.


Akan tetapi, demi agar tidak membuat Kimora kaget dan salah paham. Elkhan sudah memberitahu Kimora bahwa Ulfa menunggunya di rumah sakit.


"Jangan marah! Gue udah minta dia pergi, mama juga minta dia pergi tapi tetap tidak mau. Jangan marah ya!" tulisnya melalui pesan chat wa.


Akan tetapi, Kimora hanya membaca pesan itu saja tanpa membalasnya.


Saat dia menjenguk Elkhan. Dia tidak berkata apa-apa setelah melihat Ulfa. Dia bahkan mengabaikan Ulfa dan segera memeluk mamanya Elkhan. "Tante.." sapanya.


"Ara, tante kangen.." kata Alenka juga memeluk Kimora.


"Ma, gantian! Aku juga pengen dipeluk Ara." seru Elkhan yang membuat Alenka dan teman-teman Kimora tertawa.


"Yank.."


Kimora segera berjalan mendekati kekasihnya. "Kenapa hmm? Kangen?" tanyanya. Sengaja dia bertanya seperti itu dan tentunya itu terdengar jelas oleh Ulfa yang berdiri di sebelahnya.


"Hm.." Elkhan menganggukan kepalanya dengan cepat. Dia bahkan merentangkan tangannya meminta agar Kimora memeluknya.


Akan tetapi Kimora masih memiliki hati nurani. Dia tidak memeluk Elkhan di depan Ulfa. Tapi hanya mencubit kedua pipi Elkhan. "Ihh gemes.. Udah makan?" Elkhan menggelengkan kepalanya.


"Nggak bisa makan."


"Kenapa?" tanya Kimora sembari menyiapkan makan untuk Elkhan.


"Kan lagi sakit." jawab Elkhan dengan cepat.


Kimora pun terbahak mendengar alasan Elkhan yang katanya tidak bisa makan. "Kan yang sakit kaki lo bukan tangan lo." katanya Kimora.


Dia pun kemudian duduk di ranjang Elkhan. "Nih makan!" Kimora memberikan piring kepada Elkhan agar Elkhan segera makan.


"Suapin!" kata Elkhan dengan manja.


"Ish manja." gerutu Kimora. Tapi sesaat kemudian dia tersenyum. Dengan lembut Kimora menyuapi Elkhan yang tidak mau makan dari pagi.

__ADS_1


Kimora juga mendapat keluhan dari mamanya Elkhan. Oleh sebab itu, Kimora sengaja datang membawa makanan kesukaan Elkhan lalu menyuapinya.


__ADS_2