
BAB 23
Di sekolah, Kresna yang merasa sudah berbaikan dengan Kimora. Ketika melihat Kimora sedang makan di kantin sendirian, dia segera mendekat. Kresna menyapa Kimora sambil menyentuh kepala Kimora lembut.
"Sendirian aja? Temen-temen lo kemana?" tanyanya sembari duduk di sebelah Kimora.
"Anj*r, ngapain sih lo kesini? Minggat nggak lo!" Kimora langsung mengusir Kresna supaya segera pergi. Dia tidak ingin membuat pacarnya salah paham lagi.
Kimora mendorong Kresna agar berpindah tempat duduk. Kresna pun menjadi bingung. Bukannya mereka telah berbaikan kemarin. Tapi kenapa Kimora jutek lagi dengannya.
"Lo kenapa sih? Kita kan udah temenan." tanya Kresna yang masih bingung.
"Anj*r emang, gara-gara kita kemarin berbaikan terus nongkrong bareng. Cowok gue jadi marah dan salah paham." keluh Kimora.
"Buset, cowok lo cemburuan juga." sahut Kresna.
"Bukan cemburuan. Wajar aja sih dia marah. Mungkin dia ngira gue masih punya rasa sama lo. Padahal mah amit-amit.." Kresna bukannya marah tapi malah tersenyum melihat Kimora.
"Nj*r gitu amat lo.. Gue juga ogah kalik sama lo. Cewek galaknya bukan main." ucap Kresna yang justru membuat Kimora mencak-mencak.
"Gue juga ogah sama lo. Anj*r, minggat nggak lo!" Kimora yang kesal kembali mengusir Kresna yang masih saja duduk disebelahnya.
"Kenapa? Lo takut dijambak cewek gue?" Kresna bertanya dengan tersenyum.
"Idih ngapain juga gue takut. Gue eneg lihat lo." seru Kimora dengan keras.
Eh, lagi-lagi Kresna bukannya marah tapi malah kembali tersenyum. Tapi, dia sama sekali tidak mau pergi. Dia tetap ngeyel duduk di bangku sebelah Kimora.
"Nggak perlu takut lah! Ntar gue jelasin ke cowok lo kalau gue nggak mungkin naksir cewek galak kayak lo." ucap Kresna sembari tersenyum.
"Ara juga nggak akan mau sama cowok playboy kayak lo." tiba-tiba Elkhan sudah berdiri di belakang mereka. Elkhan baru saja dari kamar mandi. Dia sudah ada di kantin bersama dengan Kimora tadi.
"Nah bener. Gue sukanya sama cowok yang ganteng dan setia kayak dia.." Kimora memeluk pinggang Elkhan yang berdiri di sebelahnya.
"Iya deh percaya.. Tapi nggak perlu pamer keuwuan kalik." sewot Kresna. Tapi, kemudian dia kembali tersenyum.
Memang saat ini, dia sudah tidak memiliki perasaan apapun kepada Kimora. Dia hanya menganggap Kimora sebagai adik dan teman saja. Karena menurutnya, selalu menyenangkan saat berkomunikasi dengan Kimora yang memang humoris.
__ADS_1
"Ngapain sih lo masih deketin cewek gue? Lo nggak takut kena omel cewek lo?" Elkhan meminta Kresna untuk bergeser tempat duduk menjauh dari Kimora.
"Siapa suruh punya cewek ngegemesin kayak dia?" jawab Kresna.
"Tahu kalau Ara gemesin tapi kenapa lo sakiti dia kemarin-kemarin?" tanya Elkhan lagi.
Kresna terdiam. Ya, dia menyadari kebodohannya. Tapi, sekarang mereka memiliki kehidupan masing-masing. Kresna tidak mau merusak itu. Dia hanya ingin berteman saja dengan Kimora.
"Jangan bahas lagi! Gue sadar gue salah. Tapi sekarang kita udah punya pasangan masing-masing. Gue cuma mau berteman saja sama Ara. Gue udah anggep dia kayak adik gue." jawab Kresna.
"Ogah gue jadi adik lo.." sahut Kimora sembari tertawa.
"Anj*r, tersentuh dikit napa sih Ra? Kampret emang lo.." Kresna mendengus menatap Kimora yang masih terbahak.
"Nih gue sentuh.." Kimora malah meraih tangan Elkhan dan menggengamnya. Dia juga memamerkannya di depan Kresna.
"Eh nih anak. Untung imut lo, kalau nggak udah gue bejek-bejek lo.." tutur Kresna dengan gemas. Tapi sesaat kemudian dia tersenyum tipis.
Kresna pun lalu bangkit. Dia menepuk pundak Elkhan sebelum pergi. "Jagain Ara ya bro!" katanya.
"Kalau dia nakal, lo jewer aja telinganya kalau nggak acak-acak aja rambutnya!" imbuh Kresna sambil mengacak-acak rambut Kimora.
"Awas lo ya.." serunya lagi.
Sementara Kresna malah terbahak sembari berjalan meninggalkan kantin. Dan Elkhan hanya tersenyum melihat Kimora yang bercanda dengan mantan pacarnya.
Elkhan memiliki pemikiran yang sama dengan Kimora. Bahwa sangat norak jika dia harus bermusuhan dengan orang yang pernah menjalin hubungan dengan kita. Itu sebabnya Elkhan juga masih mau berteman dengan Ulfa.
Kimora dan Elkhan kembali melanjutkan makan mereka. Namun tiba-tiba datanglah Dian yang mengagetkan mereka berdua. "Pagi-pagi udah pacaran. Awas kalau lagi berduaan, ketiganya setan loh.." kata Dian sembari duduk di depan mereka.
"Ah setannya datang.." ucap Kimora yang membuat Elkhan tersenyum juga.
"Mana?" Dian yang masih belum paham segera menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Tuh depan gue." jawab Kimora yang kembali membuat Elkhan terbahak.
"Anj*r gue dong?" sahut Dian.
__ADS_1
"Emang, siapa lagi? Orang disini yang berduaan gue sama El, lo datang kan jadi orang ketiga." Dian yang kesal lalu melempar Kimora dengan bungkus roti yang ada di depannya.
"Heh, lo lempar sampah ke gue. Emangnya gue tempat sampah?" omel Kimora.
"Bukan, lo bukan tempat sampah, tapi lo sampahnya.." kata Dian sembari terbahak.
"Sampah pala lo peyang. Emang anyink nih orang." omel Kimora.
Dian terus terbahak mendengar omelan Kimora yang tidak berhenti-henti. "Cewek lo tuh.." katanya kepada Elkhan yang juga tersenyum melihat kekasihnya marah-marah.
"El, lo cinta nggak sama gue?" tanya Kimora.
"Cinta dong.." jawab Elkhan yang tidak tahu kenapa Kimora menanyakan hal semacam itu.
"Kalau cinta, harusnya lo nurut ya apa kata gue?" Elkhan menganggukan kepalanya dengan cepat.
"Kalau gitu mulai sekarang kalau nih monyet pinjem uang atau mobil lo buat ajak gebetannya keluar, jangan dikasih! Biar aja dia nyahok.." ucap Kimora yang membuat Dian seketika menjadi kaget.
"Loh gitu ngancemnya.. Iya deh maap.." kata Dian.
"Ara yang paling cantik deh.." imbuhnya membujuk agar Kimora tidak melakukan hal tersebut.
Memang, selama ini Dian maupun teman-temannya yang lain sering sekali meminjam mobil Elkhan untuk mengajak main gebetan mereka. Elkhan tak masalah karena dia punya lebih dari dua mobil.
"Bodo amat.." Kimora tidak mempedulikan bujukan Dian.
Dian pun menyenggol Elkhan yang hanya tersenyum disebelah Kimora. Dia memilih untuk diam daripada harus kena omel juga.
"El,," Dian meminta bantuan Elkhan untuk membujuk Kimora.
"Sorry bro, gue lebih memilih nurut ama pacar gue. Ntar dia nggak dicium kalau gue belain lo." kata Elkhan yang membuat Dian ngakak.
Berbeda dengan Kimora yang langsung mencubit lengan Elkhan. Bisa-bisanya Elkhan bicara sembarangan seperti itu.
"Eh ciee malu.." goda Dian.
"Makin cakep lo kalau malu-malu kayak gitu." imbuhnya.
__ADS_1
"Nggak usah ngerayu deh, itu nggak akan mempan." ucap Kimora masih keukeh dengan pendiriannya.
Tapi tentu saja dia hanya berpura-pura marah kepada Dian. Diam-diam Kimora tersenyum melihat wajah bingung Dian.