Sweet 17

Sweet 17
15


__ADS_3

BAB 15


Elkhan berlari mencari Kimora ke kelasnya. Tadi dia ke rumah Kimora, tapi kata orang tuanya, Kimora sudah berangkat duluan. Elkhan pun segera bergegas ke sekolah.


Dia panik karena dari semalam Kimora tidak menbalas chat-nya. "Ra.." ucapnya merasa tenang setelah melihat Kimora ada di dalam kelas.


"Gue ke rumah tapi kata ibu lo udah berangkat.." katanya sembari mendekat.


Kimora membisu dan tertunduk. Niatnya, dia ingin menjauhi Elkhan demi teman-temannya. Karena dia tidak mau kejadian semalam terulang lagi.


Melihat Kimora dan Elkhan yang menjadi canggung. Galih pun segera berdiri dan mendekati Kimora. "Iya tadi Ara bareng gue. Maaf ya El nggak bilang ke lo. Tadi Wawan mau pamitan, jadi kita datang lebih awal." kata Galih sembari menepuk pundak Kimora.


"Maafin gue. Lo berhak bahagia." bisik Galih tepat ditelinga Kimora.


"Oh," Elkhan tersenyum lega.


"Emang Wawan mau kemana?" tanyanya lagi.


"Wawan ikut orang tuanya ke luar pulau. Dia hari ini sudah nggak sekolah disini." jawab Galih lagi dengan tersenyum.


"El, sorry yang tadi malam ya?" Galih menepuk pundak Elkhan sembari meminta maaf.


"Nggak apa-apa kok." Galih lalu mengisyaratkan dengan kepalanya supaya Elkhan segera mendekati Kimora.


Elkhan tersenyum dan menganggukan kepalanya. Dia duduk di bangku sebelah Kimora yang masih kosong. Karena Ciara belum datang. Elkhan meraih tangan Kimora dengan lembut. "Udah makan?" tanyanya.


Kimora hanya menggelengkan kepalanya dan masih dengan kepala yang tertunduk. Elkhan mengangkat dagu Kimora dengan satu jarinya. Ditatapnya-lah perempuan itu dengan lekat.


"Maafin gue kalau gue punya salah. Tapi jangan diemin gue kayak gini! Gue nggak bisa." katanya dengan mata berkaca-kaca.


Kimora pun dengan segera memeluk Elkhan. Tidak seharusnya dia marah atau berniat untuk menjauhi Elkhan. Dia merasa sangat bersalah. "Maafin gue.. Gue yang egois." lirihnya.


Elkhan pun tersenyum dan memeluk Kimora dengan lebih erat. Dia tidak marah atau menyalahkan Kimora. Dia mengelus rambut Kimora dengan lembut.


"Wawan pasti kembali, yakin saja dia tidak akan melupakan lo dan yang lainnya!" kata Elkhan menghibur kekasihnya.


Kimora menganggukan kepalanya sembari terus memeluk Elkhan. Dia menyeka air matanya sendiri.


"Ehem.." namun, tanpa mereka sadar Bu Risa masuk karena ternyata bel masuk sudah berbunyi.


Kimora dan Elkhan segera melepaskan pelukannya. Wajah Kimora berubah menjadi merah. "Elkhan, kelas kamu mana?" tanya Bu Risa.


"Bentar bu, masih kangen sama Ara.." Elkhan malah menjawab dengan konyol membuat teman satu kelas Kimora jadi heboh.


"Elkhan..." mata Bu Risa membesar.


"Jangan galak-galak, nanti Dian kabur loh bu.." ucap Elkhan lagi yang membuat kelas itu semakin heboh.

__ADS_1


"Kampret tuh anak, ngapain bawa-bawa gue.." gerutu Dian yang menjadi sasaran kejahilan Elkhan.


"Katanya lo ajak Bu Risa dinner, jadi nggak? Ntar gue iringin pakai piano." kata Elkhan lagi.


"Kalau Bu Risa mau, ya ayokk.." kelas kembali heboh. Sementara Dian hanya tersenyum saja. Dia memang paling sering godain guru-guru muda, terutama Bu Risa, guru muda yang masih berumur 33 tahun dan masih belum bersuami.


"Gimana bu, nanti aku buatin dinner yang romantis." Elkhan semakin menjadi. Dia bahkan sampai dipukul oleh Kimora.


"Denger ya, wanita itu nggak hanya butuh diromantisin, tapi diseriusin." kata Bu Risa dengan tertawa kecil. Meskipun begitu, Bu Risa selalu menganggap santai candaan murid-muridnya.


"Bukan hanya serius bu, tapi lima rius malahan." sahut Dian.


"Sekolah dulu yang bener! Yuk mulai pelajarannya! Elkhan, kembali ke kelas kamu!"


"Gue balik ke kelas dulu!" kata Elkhan sembari mengecup kening Kimora.


"Elkhan ah... bikin iri aja.." seru Ciara yang baru datang bersama dengan Bu Risa.


"Idih, ini kelas woi..." seru Dian sembari manyun. Tapi sesaat kemudian dia tersenyum geli melihat kemesraan Elkhan dengan Kimora.


Kemudian, pelajaran pun di mulai. Semua murid dengan serius memperhatikan pelajaran yang diberi oleh Bu Risa. Saat bercanda mereka bercanda. Tapi saat serius, mereka juga serius. Itu yang membuat Bu Risa mengikuti gaya anak muridnya.


Bel tanda istirahat menjadi suara yang paling menyenangkan bagi para murid itu. Mereka bisa merilekskan sejenak pikiran mereka. Melemaskan otot-otot tubuh mereka.


"Ra, Wawan beneran pindah?" tanya Ciara. Dia tidak tahu karena dia datang terlambat tadi pagi.


"Chelsea sama Agata udah keluar duluan?" tanya Kimora.


"Ke toilet katanya."


Tiba-tiba, Galih dan Widi menarik tangan Kimora. "Sini lihat!" kata mereka.


Mereka juga menarik Ciara. "Ada apa sih woi.." seru Ciara yang juga kaget.


Sampai di balkon, Galih dan Widi menunjuk beberapa orang yang berada di depan pintu gerbang sekolah mereka. "Itu Chelsea dan Agata sama siapa tuh?" kata Galih.


Ciara dan Kimora memicingkan mata mereka. Setelah itu mata mereka juga terbelalak. Ciara dan Kimora saling berpandangan. Mereka juga tidak tahu siapa lelaki yang berdiri di depan gerbang sekolah tersebut. Sepertinya bukan murid dari sekolah mereka.


"Kita samperin yuk Ra!" ajak Ciara penasaran.


Kimora dan Ciara segera menuruni anak tangga dan berlari kecil menuju gerbang sekolah. "Chel, Ta.." seru Ciara sembari berjalan mendekat bersama Kimora.


Chelsea dan Agata tersenyum melihat kedua sahabatnya tersebut. "Ra.. Ci.." seru Agata dengan senang.


"Katanya ke toilet? Mereka siapa?" tanya Kimora.


"Ini Doni dan Afen, yang kita ceritain kemarin.." ucap Chelsea.

__ADS_1


"Oh pacar kalian?"


"Kenalin, ini sahabat gue. Ara sama Ciara." Agata memperkenalkan kedua sahabatnya kepada pacarnya.


Setelah saling ngobrol. Kedua pemuda itu pamitan. "Kita duluan. Nanti siang kita jemput!" kata Doni.


Kimora dan ketiga temannya berjalan menuju kantin sekolah. Namun, Kimora merasa aneh dengan pacar kedua sahabatnya tersebut. Tapi mungkin itu hanya pikiran liar Kimora saja.


"Lo kenal mereka dimana?" tanya Kimora.


"Club malam. Gue sama Agata waktu itu lagi gabut terus ke club malam, ketemu deh sama mereka." jawab Chelsea.


"Kurangilah Chel main ke tempat seperti itu! Bukannya apa, lo kan perempuan takutnya terjadi hal yang tak diinginkan." Kimora menasehati Chelsea dan juga Agata yang sering main ke tempat hiburan malam.


"Iya bawel..." Chelsea menarik pipi Kimora dengan gemas.


"Ke toilet dulu ya!" pinta Agata.


Sesampainya di toilet. Kimora menunggu di depan toilet. Karena dia tidak ingin ke kamar mandi. Saat dia mondar mandir di depan kamar mandi. Tanpa sengaja dia menabrak seseorang.


"Cara lo deketin cowok bukannya udah basi?" tanya lelaki yang bertabrakan dengan Kimora tersebut sembari tersenyum.


Ternyata lelaki itu adalah Elkhan. Kimora pun memukul lengan lelaki itu dengan cukup keras. "Kok sendirian?" tanyanya.


"Anak-anak lagi ke toilet. Darimana?"


"Cariin lo, di kelas nggak ada. Gue mau cari ke kantin tapi lihat lo mondar mandir di depan toilet." jawab Elkhan.


"Kenapa nyariin? Kangen?" Elkhan dengan cepat mencium pipi kekasih.


"Heh, ada orang yang lihat." Kimora kembali memukul lengan Elkhan. Akan tetapi, Elkhan malah mencium pipi Kimora yang lain.


"Ish.." Kimora tersenyum malu.


"Ehem.. pamer.." tiba-tiba Ulfa dan teman-temannya keluar dari toilet. Santi menyindir Kimora dan Elkhan yang bermesraan di depan umum.


"Vanas?? Kipas mana kipas?" Kimora justru sengaja memprovokasi mereka. Dia bahkan dengan sengaja memeluk Elkhan membuat Ulfa dan yang lainnya semakin geram.


"Yank, nanti sore beli es krim kayak kemarin yuk!" kata Kimora.


"Boleh. Emang kamu suka?" tanya Elkhan dengan lembut.


"Nggak terlalu suka sih dengan rasa. Tapi kalau makannya satu berdua sama lo, rasanya jadi makin nikmat.." Kimora melirik Ulfa yang terlihat begitu kesal. Apalagi saat Elkhan memeluk Kimora sembari tersenyum dan tangan yang satu menarik hidung Kimora.


"I love you.." kata Elkhan.


Hati Ulfa semakin geram. Ingin sekali marah tapi dia tidak memiliki hak apapun untuk marah. Dia memilih untuk pergi dengan kesal.

__ADS_1


Kimora pun tersenyum penuh kemenangan sembari terus memeluk Elkhan.


__ADS_2