
BAB 18
Sebuah mobil honda jazz merah menyusuri jalan yang basah karena gerimis. Di dalam mobil itu ada seorang wanita yang terlihat begitu gusar. Matanya fokus kepada motor sport yang ada di depannya.
Seorang lelaki yang sedang berboncengan mesra dengan seorang wanita.
"Bisa lebih mendekat mas!" wanita di dalam mobil itu meminta sopir mobil tersebut supaya lebih mendekat ke motor sport itu.
Mobil itu terus mengikuti motor tersebut sampai ke sebuah kafe yang penuh dengan anak muda yang sedang nongkrong. Setelah membayar uang taksi online yang ia naiki. Chelsea segera turun dan mengikuti lelaki itu.
Lelaki itu adalah Doni. Beberapa hari setelah mereka sempat bertengkar. Doni mendatangi Chelsea lagi untuk meminta maaf. Doni merayu Chelsea lagi dan bahkan menyatakan cinta kepada Chelsea.
Chelsea yang dari awal emang sudah menyukai Doni. Menerima cinta Doni dan melupakan apa yang terjadi sebelumnya.
Akan tetapi, baru dua hari pacaran. Ternyata Doni kembali bermesraan dengan wanita lain. Chelsea sengaja mengikuti Doni setelah Doni dari rumahnya dan bilang jika dia ada urusan dan harus pulang.
Ternyata feeling Chelsea tepat. Doni berkencan dengan wanita lain tanpa sepengetahuannya.
Saat Chelsea turun dari mobil taksi online itu. Dia sempat tersenyum sinis. Dia menertawakan betapa bodoh dirinya yang mau terjerat oleh rayuan buaya Doni.
Bukan hanya Doni. Tapi, dia juga melihat Afen, gebetan Agata. Hanya saja, Afen tidak bersama seorang wanita.
Chelsea enggan untuk mendekat karena teman-teman Doni yang cukup banyak. Dia berpura-pura menjadi pengunjung kafe tersebut. Chelsea menutup kepalanya dengan hoodie yang dia kenakan.
Dia duduk tidak terlalu jauh dari meja Doni. Sesekali dia melirik dan melihat Doni yang sedang bermesraan dengan wanita yang tadi dibonceng Doni.
Wanita yang memakai pakaian seksi dan juga dandanan yang terlihat menor tersebut tersenyum saat Doni mengeluarkan kata-kata manisnya. Lama kelamaan, Chelsea tidak tahan untuk hanya berdiam diri saja.
Segera Chelsea bangkit dan mendekat ke meja Doni. Beberapa teman Doni mengenal Chelsea juga. Salah satu dari mereka menyenggol lengan Doni yang masih asyik dengan wanita disampingnya.
"Chelsea?" seketika Doni melepaskan tangan wanita yang ada disebelahnya.
"Bagua banget ya. Jadi ini yang lo bilang mau berubah?" tanya Chelsea dengan tersenyum sinis.
"Gue bisa jelasin!" Doni segera bangkit dan mendekati Chelsea.
"Nggak perlu dijelasin lagi! Gue percaya dengan apa yang gue lihat. Don, kita putus!" tanpa basa basi lagi, Chelsea segera memutuskan hubungannya dengan Doni yang baru berjalan dua hari.
"Chel, please dengerin gue!" Doni menahan tangan Chelsea yang hendak meninggalkan tempat tersebut.
Namun, dengan kasar Chelsea menepis tangan tersebut. Dia segera berlari, tetapi Doni kembali menahannya. Chelsea semakin meronta sehingga membuat keributan di kafe tersebut.
Banyak pengunjung yang melihat keributan antara kekasih itu. "Lepasin gue! Dasar playboy, gue nggak akan pernah mau lagi sama lo." ucap Chelsea dengan marah.
Plakk.
__ADS_1
Doni menampar Chelsea karena merasa tidak terima dengan tuduhan Chelsea. Dia bahkan menampar Chelsea tanpa melepaskan tangan Chelsea terlebih dahulu.
"Lepasin gue brengs*k!" Chelsea menatap tajam ke arah Doni. Dia benar-benar gila karena kembali tergoda oleh bujuk rayu lelaki kasar itu.
"Lepasin brengs*k!" ucap Chelsea kembali.
"Lepasin dia!" tiba-tiba seorang lelaki datang menarik tangan Chelsea. Kemudian langsung memukul Doni sampai jatuh.
"Apa pantes lo disebut laki-laki? Karena laki-laki tuh tidak akan pernah memukul wanita." kata lelaki itu.
Doni menyentuh pipi dan melihat darah ditangannya. Sepertinya darah itu dari sudut bibirnya yang berdarah akibat pukulan keras dari lelaki itu.
"Bener itu.." sahut pengunjung lain yang geram melihat apa yang Doni lakukan kepada Chelsea.
"Beraninya cuma sama cewek." sahut yang lain.
Sementara teman-teman Doni semua terdiam. Mereka tidak mau menambah amarah pengunjung kafe yang lain. Karena apa yang dilakukan oleh temannya emang sangat mengecewakan.
"Brengs*k, lo siapa? Jangan ikut campur urusan gue!" Doni segera bangkit dan mulai marah.
"Dia cowok gue. Dan lo tahu, Chelsea saudara gue. Jadi kalau lo emang gentle, lo lawan cowok gue!" Kimora segera maju untuk menantang Doni.
Sebenarnya, Kimora sedang kencan dengan Elkhan di kafe itu juga. Tapi awalnya dia tahu jika ada Chelsea dan juga Doni di tempat yang sama. Sampai dia melihat keributan dan melihat dengan matanya sendiri jika Doni melakukan kekerasan kepada sahabatnya.
Doni tersenyum sinis. Dia melayangkan tinjunya ke arah Elkhan. Tetapi, refleks seorang karateka yang cukup baik ditunjukan oleh Elkhan.
Elkhan mampu menghindari pukulan Doni. Tapi dia membalas dengan memukul Doni bertubi-tubi sampai Doni babak belur. Tidak ada yang melerai karena para pengunjung itu cukup geram dengan kelakuan Doni sebelumnya.
Akan tetapi, tak lama kemudian pihak kafe datang untuk melerai perkelahian itu. "Berhenti!" seru seorang lelaki paruh baya yang sepertinya manager dari kafe tersebut.
"Kalian sudah bikin keributan dan kalian harus ganti rugi!" ucap sang manager dengan kesal. Karena insiden tersebut tentunya membuat banyak kerugian bagi kafe tersebut.
"Kalian kelihatannya masih anak-anak. Panggil orang tua kalian kesini!" pintanya lagi.
Baik Doni maupun Elkhan segera menghubungi orang tua masing-masing. Mereka masih memiliki rasa tanggung jawab juga.
Tak lama, orang tua Doni dan juga orang tua Elkhan datang ke kafe tersebut. Tentu saja mamanya Elkhan menjadi heboh setelah mendengar kabar perkelahian anak sulungnya.
Alenka segera berlari mencari anaknya. "El, kamu nggak kenapa-napa nak? Mama takut banget.." ucap Alenka sembari menyentuh pipi anak lelakinya.
"Nggak kok ma. Maafin aku karena udah bikin papa dan mama khawatir!" kata Elkhan.
"Maaf bapak, ibu, anak-anak anda berkelahi yang mengakibatkan kerugian untuk kafe kami. Maka dari itu, dari pihak kafe meminta anda untuk ganti rugi. Kalau tidak, terpaksa kami harus menempuh jalur hukum karena ini termasuk pengerusakan." jelas sang manager kafe tersebut.
"Saya akan ganti semua kerugiannya!" sahut papanya Doni dengan gaya congkak.
__ADS_1
"Maaf pak, sebaiknya kita tanggung bersama. Karena anak saya juga terlibat dalam kasus ini." kata Gio dengan sopan.
"Tidak perlu! Cuma ganti rugi segini, saya yang akan tanggung semua!" papanya Doni masih ngotot ingin ganti rugi sendirian.
Gio tidak mau berdebat lagi. Dia hanya menganggukan kepalanya sembari tersenyum kecil.
"Pa.."
"Biarin aja ma.." jawab Gio dengan tersenyum.
Papanya Doni memberi selembar cek kepada sang manager kafe sebagai ganti rugi. Dia melihat Gio yang masih terlihat muda dan berpikiran jika Gio tidak sehebat dirinya.
"Terima kasih pak." kata Gio.
"Ah tidak perlu. Tapi saya minta jangan pernah sentuh anak saya lagi. Kalau tidak, kalian akan tahu akibatnya!" jawab papanya Doni sembari melotot.
Tapi tentu saja itu tidak membuat Gio gentar sama sekali. "Mari saya bawa ke rumah sakit! Saya yang akan tanggung semua biayanya." kata Gio masih dengan sopan. Dia merasa lebih muda dari papanya Doni.
Papanya Doni tersenyum sinis. "Emang kalian mampu biayai perawatan wajah anak saya yang lebam seperti ini?" tanyanya meremehkan.
"Ya. Kami mampu." jawab Gio menahan amarahnya.
"Tidak usah aja, nanti kalian terkaget-kaget dengan biaya perawatan anak saya. Ganti rugi tadi aja kalian sepertinya kaget, makanya saya yang bayar semua."
"Kalau gitu mari kita bagi dua biaya ganti rugi tadi!" Gio hampir tidak bisa menahan amarahnya.
"Anak muda, lebih baik anda fokus kumpulkan banyak uang! Biar saya, sebagai orang yang lebih tua dan punya uang lebih menggantikan anda!" kata papanya Doni dengan sombong.
"Kebetulan saya tidak kekurangan uang pak. Maaf kalau saya agak kasar dan memanggil anda anak muda. Kelihatannya anda juga masih sangat muda. Teruslah bekerja keras agar sukses dikemudian hari! Anggap ini sebagai tanda perkenalan kita!" imbuh papanya Doni.
"Oh baiklah. Mari kita berkenalan! Kenalin saya Gio Rafael." ucap Gio masih menahan sabarnya.
"Saya Pramono, pemilik perusahaan tekstil Pramuja. Anda karyawan mana?"
"Saya CEO pt Global Jaya." jawab Gio.
Jedarrr.
Mata Pramono membesar. Dia tahu pt Global Jaya adalah perusahaan terbesar. Pemiliknya seorang konglomerat terkaya.
"CEO pt Global Jaya? Putranya pak Darwis Wijaya?"
"Itu opa aku." sahut Elkhan yang juga sangat geram dengan perilaku papanya Doni kepada papanya.
"Anda kenal papa saya?" tanya Gio dengan tersenyum senang.
__ADS_1