Sweet 17

Sweet 17
seminggu sebelum ultahku


__ADS_3

Aku mengemas pakaian dan barang yg mau aku bawa ke dalam tas ranselku.


karna besok pagi aku akan berangkat kejakarta, sepupuku akan menikah seminggu lagi.




"Julia, kamu sudah siap" ibuku masuk kekamar dan bertanya.


"iya mih, ini udah semua" ucapku.


"Julia, kamu yakin berangkat sendiri kejakarta?" ibuku jd khawatir padaku.


aku tersenyum. "mimih, ini kan bukan pertama kali juga julia kejakarta sendiri, lagian sejak lulus SMP julia kan udah langsung kerja juga dijakarta." aku mengatakan itu supaya ibuku tak khawatir.



Aku cuma lulusan SMP karna aku pikir adik-adikku masih kecil, pasti butuh tambahan biaya yg banyak, jadinya begitu lulus SMP aku ikut temenku kerja ditoko dijakarta.




" ya, sudah lahh" kata ibuku pendek.


"tapi, jngan buat ulah ya disana? Ibu jadi inget yg seminggu lalu kamu pulang kondangan, muka dan badanmu memar, kamu ikut tawuran yaa.." ibuku malah ceritain yg minggu lalu.


"haa haa haaa, julia ga ikut tawuran mih, julia kan pas pulang kondangan dihadang orang yg lagi tawuran" jelasku pada ibuku.



"terus, kamu ikutan?" tanya ibuku lagi.


"gak laahh, kan julia teh, cuma melindungi diri, pas mau balik lagi malah ketauan sama salah satu yg tawuran itu, jadinya temen julia panik, dari pada motor temen julia jd korban, jadinya julia hajar dia laah, " aku menceritakn pda ibuku.



ibuku cuma menggelengkan kepalanya.


"kamu tuh cewe qo bandelnya melebihi kakakmu yg cowo siihh" ibu sambil menjewer telingaku dan melepaskannya lagi.


"diihh, mimih mahh, kan julia teh baik, ga bandel" aku manyun karna dibilangin gitu sama ibuku.


"ya udah sekarang kamu tidur ya, besok pagi kan kamu berangkat." ibu keluar dari kamarku.


duh ibu tuh ada-ada aja sih pake ngungkit yg udah lalu, pikirku.


__ADS_1


aku mulai berbaring, untuk segera tidur.


tapi hapeku bunyi ada panggilan masuk, aku langsung mengambilnya.


aku langsung tersenyum karna sahabatku Nia yg telpon


"hallo" ucapku, "julia, kamu jadi kejakarta kan" suaranya terdengar ceria.


"iya, besok pagi berangkat" tambahku.


"ya udah besok aku tunggu yaa, bye." Nia mematikan telponnya.



dasar, telpon cuma tanya gitu doang, langsung dimatiin lagi. Aku tersenyum sendiri dibuatnya.


pasti udah ga sabar nunggu aku datang.


hihii, Nia ini ada-ada aja.



"julia, bangun, ini udah subuh, loohh" ibu membangunkanku dengan suara lembut.


aku lansung bangun terduduk dalam keadaan mata yg masih merem.


"julia, kekamar mandi sana, mandi, whudu, shalat subuh." ibu mengingatkanku.



"ya, cepetan yaa, ini udah jam 05.00 subuh"


ibuku mengingatkan lagi.


ibu keluar dari kamarku.


aku turun dari ranjangku, dan berdiri, jalanku pun masih limbung, aku paksain.



setelah selesai shalat subuh, dan aku juga udah segar, karna udah mandi.


"cece," panggilan kakak perempuan dalam bahasa sunda. adikku yg bontot manggil.


"ya, ada apa?" tanyaku.


"cece jadi berangkat ya." tanyanya.


"iya, kan udah siap juga" kataku.

__ADS_1



adikku terdiam, aku kasian liatnya.


"kenapa dek?" akupun bertanya.


"cece kan baru pulang, masa berangkat lagi"


suara adikku lirih.


aku tersenyum. aku tau aku juga baru sebulan dirumah, itu mungkin yg membuat adikku ga rela kalo aku berangkat lagi.



"cece mau kerja lagi ya" adikku bertanya.


"iya, nanti, kan ka wulan mau nikah, jadinya cece mau datang dulu, sambil cari kerjaan juga." jelasku pada adikku.


"terus, nanti sinta kangen lagi sama cece, cece kan jarang dirumah, sekalinya dirumah cuma sebentar." adikku yg ini emang bawel.



aku cuma tersenyum tak melanjutkan kata-kataku.


"cece berangkat ya!" pamitku pada adikku ini,


dan pada ibu sama adikku yg pertama diana.


aku mencium tangan ibuku memberi salam karna aku mau berangkat.


aku naik motor bersama kakakku yg cowo.


aku diantar kakakku keterminal bus.


sesampainya diterminal aku langsung naik bus jurusan jakarta yg kebetulan ada didepan.


"A, julia berangkat ya." pamitku pada kakakku.







__ADS_1



__ADS_2