Sweet 17

Sweet 17
Temu kangen 4


__ADS_3

*siangnya.



hmm, bosen banget rasanya, Nia jg kemana lagi.


Aku duduk termenung sendiri disamping kontrakn. disana ada bangku panjang yg terbuat dari kayu, aku duduk disitu sendiri.


baru jm 10.15, masih sepi, soalnya yg lain pada sibuk beraktivitas.



"Jul, Jul" aku dengar suara memanggilku, aku bergegas kesuara tersebut, aku liat Nia didepan kontrakanku.


" ada apa?" tanyaku.


Nia menghampiriku. " anter kealfa yuuk" dengan suara manjanya Nia.


" ok, lahh, aku juga lagi bosen". Nia menggandeng tanganku dan kami berjalan bersama kealfa yg jaraknya lumayan dekat dari rumah.



"ayo masuk" Nia membuka pintu alfa untukku,


aku hanya tersenyum.


Nia mulai memilih barang yg dia pengen.


tapi aku masih bosen, " Nia, aku tunggu diluar aja yaa" Nia hanya mengangguk,


aku keluar dari alfa, hmm, hangat, hehee..


kan dialfa dingin karna ac, jadinya pas keluar terasa hangat.



aku tengok kekanan, disana ada yg jualan donat, boleh juga tuh donatnya buat ngemil, aku menghampiri penjual donatnya.


" mba, donatnya 3 yaa" aku mulai memesan.


" iya," simba penjual donat itu mengambil donat yg kupesan dan menaburkan gula halus didonatnya. " ini neng donatnya," kata simbanya.


"berapa?" aku menanyakn harga untuk membayar.

__ADS_1


" 5000 neng, " kata simbanya, aku memberikam uang itu.



Nia masih lama kayaknya.


aku memakan donatnya sendiri sambil duduk dibangku depan penjual donat.


"Ijuulll" seseorang membuatku kaget, karna dia menepuk pundakku, aku pun tersedak.


uhuk, uhuk, uhuk, aku terbatuk-batuk.


" sorry, sorry gue ga sengaja" dia meminta maaf padaku sambil memberikan akua gelas.


" ini minum dulu" katanya lagi.



"kamu tuh yaa, ga liat apa aku lagi makan donat, malah ngagetin dari belakang, sampe aku tersedak tau, kalo aku sesak nafas gimana," aku ngomel padanya.


" ya maaf, gue ga sengaja" dia meminta maaf lagi.


" ada apa nih, lo keliatan kesel banget jul" suara perempuan yg tiba-tiba datang.


"ni, Yun adekmu, dateng-dateng ngagetin." aku memberi tau Yuni.



Aku liat Nia udah selesai, sambil membawa dua kantong keresek sedang.


" wooi, ada apa sihh, rame banget kedengerannya" Nia lngsung tanya.


Yuni menceritakan pada Nia.


" gitu yaa" ujar Nia.


" ya udah pulang yuk, lagian kamu juga udah kan Nia" aku mengajaknyan pulang.


"iya nih, oh ya kalian berdua, mau ikut" ajak. Nia pada Bagas dan Yuni, " aku ikut, lo sih gimana gas, " tanya Yuni keadiknya.


"hmm" Bagas hanya bergumam.


__ADS_1


Kami semua berjalan bersama kerumah Nia, Yuni dan Nia berjalan didepan, aku dibelakang bersama Bagas, Nia dan Yuni asyik ngobrol berdua sepanjang jalan, aku menikmati donatku yg masih ada, Bagas diam sepanjang jalan.



sesampainya dirumah Nia, kami semua duduk diteras depan rumah Nia, Nia masuk kedalam untuk menyimpan belanjaanya.


"jul, lo datang kemarin kan." tanya Yuni, "ya" jawabku pendek.



Nia keluar lg. Nia lngsung duduk disamping Yuni, " jadi gmna Yun.." kata Nia.


" ya, gini, bla, bla, bla," Yuni bercerita panjang,


Yuni dan Nia berbincang berdua saja, aku liat Bagas lg sibuk main hape, apalah dayaku yg ga bisa apa-apa, Nia dan Yuni pada cerita tentang pacar, sampai kemantannya. laah aku, jangankan pacar, mantan aja ga punya.



" hmm, ada yg dianggurin nihh" Bagas tiba-tiba udah disampingku dan menggodaku.


" ya, sendirinya sibuk main hp" jawabku.


" jones yaaa" Bagas ngeledikin aku,


" ga jg, dari pada pacaran, mending kerja cari duit" kataku.


"wiihhh,, iya yg udah kerja mah, mikirnya kerja mulu, " sambar Nia.



" ya lahh, ngapain pacaran coba, seneng awalnya doang, nanti sakit hati, pacaran tuh bikin pusing, mendingan kerja" kataku.


semuanya terdiam mendengar perkataanku.






__ADS_1




__ADS_2