Sweet 17

Sweet 17
44


__ADS_3

BAB 44


Mereka berempat pergi ke street food yang tak jauh dari rumah Kimora. Disana, terdapat begitu banyak jajanan tradisional, jajajan ala korea dan masih banyak lagi.


Kimora menggandeng tangan Elkhan dengan gembira. Dia mengelilingi tempat tersebut untuk mendapatkan makanan yang dia inginkan.


Dan Elkhan begitu sabarnya menuruti kemauan pacarnya. "Mau ini El.."


"Iya.."


"Biar gue yang bayar sendiri.." Kimora menahan tangan Elkhan yang hendak membuka dompet.


Meskipun Kimora ingin beli ini itu. Tapi dia tidak mau dibayari oleh Elkhan. Dia ingin membayar sendiri.


"Gue yang ajak lo, jadi gue yang harus bayar." sedangkan Elkhan ingin menjadi lelaki sejati. Dia tidak membiarkan kekasihnya membayar sendiri.


"Tapi gue masih mau beli ini itu.."


"Nggak apa-apa, kalau mau, lo beli semua aja. Mama tadi kasih uang lebih kok, katanya buat jajanin lo." kata Elkhan yang justru membuat Kimora menjadi sungkan.


Akhirnya, Elkhan yang membayar jajanan yang Kimora beli. "Lain kali biar gue yang bayar sendiri!" kata Kimora.


"Lain kali kalau jalan, semua yang lo mau gue yang bayar." kata Elkhan.


"Yank, gue kan cowok dan lo pacar gue. Jadi biarin gue jadi cowok sungguhan." pinta Elkhan.


"Emang selama ini palsu?" tanya Kimora dengan tersenyum.


Elkhan ikut tersenyum mendengar ledekan pacarnya. "Mau cek laki atau bukan?" bisik Elkhan. Dia juga nempel ke Kimora.


Seketika Kimora menjadi bergidik. "Ish.. apaan..." dia segera mempercepat langkahnya meninggalkan Elkhan.


"Tunggu yank!" seru Elkhan dengan tertawa kecil.


Namun, tak berapa lama Kimora berhenti. Dia berbalik badan dan kembali mendekati Elkhan. Senyuman diwajah Elkhan mengembang tatkala melihat Kimora berbalik badan dan berjalan mendekatinya.


"Jajanan gue!" namun ternyata Kimora hanya merebut jajanan yang dibawa Elkhan, kemudian kembali berjalan dengan cepat meninggalkan Elkhan.


Elkhan sempat tertegun. Tapi sesaat kemudian dia tersenyum kembali. Lalu mempercepat langkahnya, menyusul Kimora.


Merasa dikejar oleh Elkhan. Kimora segera berlari kecil. Dia sengaja menggoda pacarnya agar mengejarnya. Tiba-tiba tanpa sengaja dia menabrak seseorang.


Brukk. Wanita itu terjatuh. "Maaf, maaf.." Kimora mengulurkan tangannya. Karena merasa bersalah, dia membantu wanita itu untuk berdiri.


"Lo nggak kenapa-napa? Maaf gue nggak sengaja?" tanya Kimora lagi.


Wanita itu menyambut tangan Kimora. Setelah berdiri dia menepuk-nepuk celananya. Membersihkan debu yang ada di celananya. "Nggak kok.. Gue yang nggak hati-hati.." kata wanita yang seumuran dengan Kimora tersebut.


"Lo nggak apa-apa?" Elkhan segera mendekat setelah melihat Kimora menabrak seseorang.

__ADS_1


"Nggak kok.." Kimora tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


"El?" namun tiba-tiba matanya Kimora terbelalak. Ternyata wanita itu mengenal Elkhan.


Kimora menatap Elkhan yang terlihat juga kaget ketika melihat wanita tersebut. "Lo kenal Elkhan?" tanya Kimora.


Wanita itu menganggukan kepalanya. "Ya, dia temen gue.."


"Ini Linda, temen gue.."


"Dan ini Ara, cewek gue." wanita itu membulatkan matanya.


"Oh, hai, kenalin gue Linda." sapa Linda sembari mengulurkan tangannya kepada Kimora.


"Hai, gue Kimora, tapi biasanya dipanggil Ara." Kimora dengan senang menyambut tangan Linda.


Lalu datanglah seorang lelaki paruh baya mendekati Linda. "Non Linda nggak kenapa-napa?" tanya lelaki itu.


"Loh, mas Elkhan kan?" lelaki itu juga menyapa Elkhan.


Kimora semakin terkejut. Siapa wanita dan lelaki paruh baya itu. Darimana mereka mengenal Elkhan.


"Iya mang, gimana kabarnya?" tanya Elkhan dengan begitu sopan.


"Baik mas. Tapi non Linda yang kurang baik, setelah mas Elkhan jarang main ke rumah, non Linda sudah tidak mau lagi berobat." jawab lelaki paruh baya yang sepertinya sopir dari wanita itu.


"Mang Dadang!" ucap Linda dengan agak marah.


"Jangan dengerin mang Dadang, El! Gue sehat kok.." kata Linda dengan tersenyum.


"Kalian mau jalan-jalan? Gue boleh gabung nggak? Bosen jalan sendirian." tanya Linda.


Kelihatannya sih Linda memang sangat kesepian. Dia pergi hanya dengan sopirnya saja tanpa orang lain bersamanya.


"Boleh. Yuk!" ajak Kimora menggandeng tangan Linda.


"Mang, tunggu dimobil aja!" perintah Linda kepada sopir pribadinya.


Dadang menganggukan kepalanya. Dia juga menitipkan anak majikannya kepada Elkhan. "Nitip non Linda, mas!" katanya begitu sangat mempercayakan anak majikannya kepada Elkhan.


Kimora menyadari bahwa hubungan Elkhan dengan Linda tidak sederhana kelihatannya. Namun dia mampu menutupinya dengan senyuman manisnya.


"Gimana kalau kita duduk disana?" Kimora terus menarik tangan Linda.


"Uhuk... uhuk..."


"Lo nggak kenapa-napa?" tanya Kimora panik saat Linda batuk-batuk.


"Wajah lo pucat banget. Lo sakit?" semakin panik saat melihat wajah Linda yang pucat.

__ADS_1


"Gue nggak apa kok.." jawab Linda masih dengan tersenyum.


Sementara Elkhan hanya terdiam sedari tadi. Itu membuat Kimora semakin mencurigainya. Tapi, Kimora tetap masih bisa menahannya.


"Lo udah lama jadian sama El?" tanya Linda.


"Baru sebulan lebih dikit kayaknya, iya kan El?" jawab Kimora. Tapi dia juga bertanya kepada Elkhan untuk mengkonfirmasi.


"Iya.." jawab Elkhan singkat. Dan jelas jika senyumannya dipaksakan.


"Lo temen sekolah El?" Kimora balik bertanya.


"Bukan. Kita kenal tanpa sengaja. Waktu itu gue sangat frustasi, lalu El datang memberi gue semangat dan motivasi." Linda berkata dengan tersenyum. Sekali-kali dia menatap Elkhan yang hanya diam.


"Kebetulan papa gue rekan kerja papanya El." imbuhnya.


"Oh.." Kimora bersenandung.


Namun, suaranya terdengar agak aneh. Seperti dia sedang menahan amarahnya. Elkhan pun menyadari hal tersebut. Dia segera menggenggam tangan Kimora.


"Dian sama Ayudya kenapa belum kelihatan ya? Mereka kemana sih?" gumam Elkhan sembari menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Kenapa El? Cari siapa?" tanya Linda.


"Temen gue, kenapa belum kelihatan." jawab Elkhan masih mencari-cari.


"Ugh..."


"Kenapa Lin?" tanya Kimora begitu panik. Saat itu Linda memegangi dadanya dengan kesakitan.


"Dada gue agak nyeri.. Tapi nggak apa kok."


"Gue panggilin mang Dadang!" sahut Elkhan.


Akan tetapi, Linda menahan tangan Elkhan ketika Elkhan hendak memanggil sopirnya. "Nggak perlu, El. Gue nggak apa-apa kok." kata Linda. Tapi jelas sekali dia sedang menahan rasa sakitnya.


"Jangan ngeyel! Lo harus segera berobat! Lo pasti juga nggak minum obat kan? Kenapa selalu ngeyel?" Elkhan berkata dengan marah. Tapi, matanya tidak bisa bohong kalau sebenarnya dia khawatir.


Dimarahi seperti itu. Linda justru malah tersenyum. Tetapi, berbeda dengan Kimora yang hanya terus menatap dengan bingung. Sebenarnya apa hubungan Elkhan dengan wanita itu.


Elkhan segera berlari meninggalkan mereka berdua. Dan senyuman diwajah Linda tidak pernah hilang. "Dia masih sama seperti dulu.." gumamnya yang tentunya terdengar oleh Kimora yang berada di dekatnya.


"Lo udah lama kenal Elkhan?" tanya Kimora menahan amarahnya.


"Eh, lumayan, hampir setahun kayaknya." jawab Linda.


"Tapi Ra, jangan khawatir! Gue sama El cuma temenan aja kok. Dia kan emang tipe orang yang sangat peduli dengan orang lain." imbuhnya.


"Lo beruntung bisa dapetin dia." lanjut Linda.

__ADS_1


"Iya.." jawab Kimora dengan senyuman yang dipaksakan.


__ADS_2