Sweet 17

Sweet 17
45


__ADS_3

BAB 45


Di tempat lain.


Dian dan Ayudya berjalan-jalan di taman dekat street food tersebut. Dian benar-benar gembira bisa berjalan bersama Ayudya. Entah kenapa dia ingin selalu dekat dengan Ayudya.


Dian belum pernah merasakan perasaan seperti itu sebelumnya. "Mau jajan apa lagi?" tanya Dian.


"Udah aja, ini udah banyak." jawab Ayudya.


Dian kemudian mengajak Ayudya duduk di salah satu tempat yang tersedia. "Ara tadi kemana ya?" Ayudya mencari Kimora.


"Ara sama El, biarin aja!"


"Pacar lo nggak marah lo pergi sama gue?" Dian bertanya basa basi.


"Pacar lo kalik yang marah. Kalau gue sih jomblo.." jawab Ayudya dengan santai.


Dian terdiam. Dia hanya tersenyum saja. Memang faktanya dia masih memiliki pacar. Tapi, dia ingin dekat dengan Ayudya.


"Cowok idaman lo kaya gimana sih?" tanya Dian setelah cukup lama terdiam.


"Cowok idaman gue?"


"Em.. nggak muluk-muluk sih, yang penting dia setia." jawab Ayudya.


"Fisik pasti juga syarat utama dong?"


"Nggak harus sih, yang penting gue nyaman dan nyambung aja." kata Ayudya lagi.


"Beberapa hari ini lo deketin El mulu, lo suka sama El?" tanya Dian lagi.


"Nggak mungkinlah, gue nggak suka sama cowok yang sudah punya pacar. Mau dia seganteng atau sekeren Elkhan, kalau dia udah punya pasangan, ya gue skip. Apalagi dia pacarnya temen gue." jawab Ayudya dengan cepat.


Dia sudah mengenal Kimora sejak masih kecil. Mereka telah berteman seperti saudara. Tidak mungkin akan menusuk dari belakang. Mereka telah berkomitmen untuk tidak bertengkar hanya karena masalah cowok.


"Gue cuma nguji Elkhan aja kemarin. Apakah dia pantas untuk Ara atau nggak." imbuh Ayudya.


"Dya, lo pasti sudah tahu maksud gue deketin lo. Bisa lo lihat sendiri apa tujuan gue. Jadi gue mau tanya, apakah lo mau deket sama gue?" tanya Dian to the point.


"Kalau untuk berteman sih gue nggak milih-milih ya. Kalau untuk yang lain, lo udah tahu kriteria gue seperti apa." jawab Ayudya tidak mau bertele-tele.


"Jujur, gue sama cewek gue emang udah nggak seperti dulu, jauh sebelum kenal sama lo. Gue ngerasa kita nggak cocok." kata Dian mengatakan kondisi hubungannya dengan pacarnya.


"Kalau emang nggak suka, kenapa lo gantungin? Kasih dia penjelasan!" ucap Ayudya.


"Kalau lo seperti ini, gue yang bakal disalahin. Padahal gue mah nggak ngapa-ngapain." imbuh Ayudya.


Intinya, kalau Dian ingin menjalin hubungan dengan orang yang masih memiliki pacar. Apapun itu alasannya.

__ADS_1


"Selesaiin dulu urusan lo dengan pacar lo. Baru lo pikirin hubungan yang lain! Itu baru namanya lelaki sejati." kata Ayudya lagi.


"Kita pulang yuk! Ara dan Elkhan udah perjalanan pulang." ajak Ayudya setelah membaca pesan singkat dari Kimora.


"Tunggu gue selesaiin urusan gue. Baru gue akan dapetin lo!" gumam Dian.


Ayudya hanya tersenyum. "Itu tergantung seberapa usaha lo. Karena gue nggak suka cowok plin plan dan suka maiin cewek." kata Ayudya.


Dian tersenyum penuh arti. Kata-kata Ayudya itu seolah tantangan untuknya mendapatkan Ayudya. Dan anehnya, perasaan bersemangat itu berbeda dengan perasaan kepada pacar-pacarnya yang lain.


....


Perjalanan pulang. Kimora hanya terus diam sampai di rumahnya. Dia bahkan menolak saat Elkhan menarik tangannya supaya berpegangan.


"Yank.." Elkhan menarik tangan Kimora saat Kimora langsung melenggang begitu saja hendak masuk ke rumah.


"Gue capek.." jawab Kimora tanpa menoleh. Dia bahkan menghempaskan tangan Elkhan.


"Gue jelasin semuanya." kata Elkhan. Barulah Kimora mengurungkan niat masuk ke rumah.


Kimora berjalan menuju gazebo di halaman rumahnya. Tapi tetap dengan wajah dingin.


Elkhan tidak pernah kehilangan sabar untuk kekasihnya itu. Dia meraih tangan Kimora dengan lembut. "Maaf kalau gue baru cerita sekarang. Gue kenal Linda tanpa sengaja. Saat itu Linda hendak lompat dari atas jembatan."


Beberapa bulan yang lalu.


Elkhan merasa kesepian setelah dikhianati Ulfa. Setiap malam saat dia tidak bisa tidur. Dia keluar hanya untuk sekedar mencari udara segar.


Karena keadaan sepi, dan juga habis hujan. Jadi tidak ada orang yang melintas. Hanya ada Elkhan yang langsung berlari menarik wanita itu.


"Lo jangan bodoh! Apa yang akan lo dapat dari usaha bodoh lo ini?" tanya Elkhan dengan marah.


Namun wanita itu hanya bisa menangis tanpa menjawab pertanyaan Elkhan. Karena Elkhan merasa kasihan. Dia melepas jaketnya dan dipakaikan ke wanita tersebut.


"Apa yang lo pikirin? Lo masih muda." tanya Elkhan lagi.


Cukup lama wanita itu terdiam. Tanpa menjawab pertanyaan Elkhan sama sekali. Hanya terus menangis.


"Itu mobil lo kan? Gue bantu kesana!"


Karena dirasa sudah cukup tenang. Elkhan menuntun wanita itu masuk ke dalam mobil. Setidaknya, kalau wanita itu belum mau pulang. Dia merasa hangat di dalam mobil.


Tetapi, saat Elkhan hendak menutup pintu. Wanita itu meminta agar Elkhan menemaninya mengobrol di dalam mobil. "Temenin gue ngobrol!" katanya.


"Gue Linda." dia juga memperkenalkan diri saat Elkhan masuk ke dalam mobil.


"Elkhan."


"Kenapa lakuin hal bodoh?" tanya Elkhan lagi.

__ADS_1


"Terus gue harus gimana El? Gue punya penyakit bawaan dari kecil. Sekarang gue harus menyaksikan papa dan mama gue berpisah. Gue bisa terima takdir jika gue penyakitan, tapi gue nggak terima kalau orang tua gue harus berpisah." Linda kembali tersedu. Dia merasa hidupnya benar-benar hancur karena hal tersebut.


Elkhan terdiam sejenak. Dia merasa bahwa pengkhianatan Ulfa itu sangat menyakitkan. Tapi, masih ada orang yang lebih kesakitan lagi. Elkhan pun menatap iba kepada wanita yang seumuran dengan dirinya tersebut.


"Gue nggak bisa kasih masukan atau saran apapun. Gue cuma mau kasih tahu kalau bunuh diri bukanlah penyelesaian." kata Elkhan.


"Coba lo pikir. Meskipun orang tua lo berpisah. Tapi lo tetap anak mereka, kasih sayang mereka tidak akan pernah berubah. Mereka telah kehilangan cinta masaing-masing, kasihan mereka jika harus kehilangan lo juga."


"Pikirin juga saudara-saudara lo, temen-temen lo. Mereka pasti akan sangat kehilang dan merasa sedih juga. Intinya masih banyak orang yang sayang sama lo. Bahkan mereka tetap menyayangi lo." kata Elkhan panjang lebar.


"Karena hal yang paling menyakitkan itu dikhianati oleh orang yang kita percaya dan sayangi. Lo masih beruntung karena mereka masih sangat menyayangi lo." imbuh Elkhan.


Entah kenapa setelah mendengar perkataan Elkhan tersebut. Hati Linda menjadi tenang. Dan mulai saat itu, mereka mulai berteman. Elkhan menjadi alasan Linda untuk tetap semangat menjalani hidup dan berobat.


On.


"Tapi, sejak saat kita deket. Gue udah nggak lagi ke rumah dia. Karena gue nggak ingin memberi dia harapan apapun. Karena gue udah jatuh cinta sama lo." kata Elkhan.


"Kenapa? Bukankah dia jauh lebih cantik?" tanya Kimora masih dengan sengit.


"Kalau hanya cantik yang gue mau, mungkin kita tidak akan pernah bersama karena masih banyak wanita cantik diluar sana. Tapi, gue hanya mau lo." jawab Elkhan.


"Tapi lo kelihatan panik banget tadi."


"Yank, siapapun pasti juga akan seperti itu. Gue tahu keadaan Linda, jadi gue merasa panik. Lo aja yang tidak tahu keadaan Linda juga kelihatan panik tadi." jawab Elkhan lagi.


"Yank, percaya sama gue! Gue nggak akan khianatin lo. Cuma lo yang gue cinta." kata Elkhan dengan pelan dan lembut.


Elkhan menggenggam tangan Kimora. Matanya menatap lekat kepada Kimora. Sementara Kimora selalu menghindari pandangan Elkhan.


"Jangan marah! Percaya sama gue!" pinta Elkhan. Dia juga menyentuh pipi Kimora dengan lembut.


"Hmm.. jangan marah ya! Gue cuma cinta sama lo, tidak ada yang lain dihati gue." Elkhan menuntun tangan Kimora untuk menyentuh dadanya.


"Rasain dengan hati lo. Jantung gue hanya berdebar saat di dekat lo." imbuhnya.


Sedangkan Kimora terus mulai berani menatap mata Elkhan. Mata berwarna coklat dan jernih. Dia melihat ketakutan dan ketulusan disana.


Kemudian Kimora memeluk Elkhan. "Maafin gue karena raguin cinta lo." lirihnya.


Elkhan pun tersenyum kecil. Dia juga memeluk kekasihnya dengan erat. "Nggak apa, wajar kalau lo cemburu." jawabnya.


"Gue nggak cemburu.." Kimora mendorong tubuh Elkhan. Tapi dengan cepat Elkhan mempererat pelukannya.


"Iya iya nggak cemburu. Tapi jealous.." kata Elkhan sembari terkekeh.


"Enggak.." seru Kimora meronta dalam pelukan Elkhan.


Namun Elkhan sama sekali tidak mau melepaskan pelukannya. Dia terus memeluk Kimora. Sesekali mengecup kening Kimora. Tak kenapa, dia bisa begitu sayang kepada Kimora. Dan sangat takut kehilangannya.

__ADS_1


Rasa yang tidak pernah di rasakan saat bersama dengan Ulfa.


__ADS_2