Sweet 17

Sweet 17
60


__ADS_3

BAB 60


Selesai jam pelajaran olahraga. Kimora bersama teman-temannya ganti baju di kamar mandi. Mereka heboh karena melihat tanda merah didada Chelsea.


"Anj*r merah-merah apaan tuh?" seru Ciara sambil menujuk tanda merah di dada Chelsea.


"Ssst..anak kecil jangan kepo." jawab Chelsea yang langsung menutupi bagian tersebut.


"Pasti Diky suka nen..-" dengan cepat Chelsea langsung membungkam mulut Ciara.


"Bisa diem nggak lo! Makanya punya pacar biar tahu sensasinya." kata Chelsea sembari melihat Agata dan Kimora yang hanya tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya.


'Untung saja bekas gigitan Elkhan udah hilang. Kalau nggak habis diceng-in gue.' gumam Kimora dalam hatinya.


"Pasti lo sama Diky juga udah lebih parah kan?" Ciara semakin kepo.


"Awas loh, pakai pengaman kalau nggak mau hamidun." imbuh Ciara sekaligus memberi pesan kepada temannya tersebut.


"Kalian berdua juga. Pakai pengaman kalau nggak mau hamidun!" pesan Ciara kepada Kimora dan Agata juga.


"Bawel banget.." Agata mendorong kepala Ciara pelan.


"Bukan bawel. Tapi karena gue sayang sama kalian. Gue nggak mau kalian nyesel nanti." cerocos Ciara.


"Iya bawel. Makasih ya karena udah perhatian ke kita." kata Chelsea sembari merangkul Ciara.


Namun, seketika wajah Kimora berubah kecut. Dia kelihatan begitu gelisah. Tidak tahu apa yang dia pikirkan. Tapi dia terlihat begitu cemas.


"Kantin yuk gue laper. Belum sarapan tadi." ajak Ciara.


"Yuk.." mereka berempat pergi ke kantin terlebih dulu sebelum jam pelajaran selanjutnya di mulai. Masih ada beberapa menit, cukup untuk mereka makan dulu.


"Ra, kemarin gue ke kafe Moon, lo ditanyain si Rendi tahu nggak." kata Chelsea.


"Emang iya?" Chelsea menganggukan kepalanya dengan cepat.


"Iya, dia tanya apa lo pacaran sama Elkhan. Gue jawab iya baru balikan. Terus wajahnya kayak kecewa gitu. Kayaknya dia baper waktu lo kasih bunga ke dia waktu itu." imbuh Chelsea.


"Lah kan bukan cuma gue yang kayak gitu. Biasanya juga ada cewek yang kasih bunga ke dia." jawab Kimora tidak mau terlalu menanggapi dengan serius.


"Tapi kayaknya cuma lo yang bikin dia tertarik." sahut Agata.


"Nggaklah, mungkin karena insiden waktu El narik gue itu aja. Makanya dia penasaran." jawab Kimora tidak mau ge-er.


"Tapi darimana dia kenal Elkhan ya? Kan Elkhan baru nongkrong disana." Ciara menjadi bingung karenanya.

__ADS_1


"Tauk. Tapi setahu gue, manager kafe Moon itu temen papanya El." jawab Kimora.


Tiba-tiba seseorang menutup mata Kimora dengan kedua tangannya. "Hei anj*r siapa sih lo. Awas ya gue hajar lo.." katanya sembari menyikut seseorang tersebut.


"Akh.." seseorang itu mengerang kesakitan. Dari suaranya sepertinya dia laki-laki.


"Mamp*s lo.." tapi teman-teman Kimora malah terbahak karenanya.


Dengan cepat Kimora menoleh dan melihat Elkhan yang mengerang kesakitan. "El??" matanya terbelalak. Apalagi saat melihat Elkhan memegangi kelaminnya.


"Sakit tauk yank.." keluh Elkhan.


"Ya.. ya.. maap, abisnya lo ngagetin gue.." kata Kimora sembari mendekati Elkhan.


"Sakit banget tuh pasti.." kata Putra.


"Ngilu pasti.." sahut Hendri.


"Masa depan lo itu, malah lo sikut.." Dian mendorong pundak Kimora pelan.


"Gue kan nggak tahu kalau itu dia. Biasanya kan yang usil cuma lo." Kimora memarahi Dian.


"Yeee kok jadi gue yang kena omel.." Dian mendengus.


"Ntar malam kafe Moon yuk, gue traktir lo semua.." ajak Hendri.


"Tumben?" sahut Ciara.


"Gue ultah anj*r, lo nggak ngucapin selamat? Orang ultah terakhir gue.." jawab Hendri dengan nyengir.


"Ultah terakhir? Emang besok-besok nggak ultah lagi? Sembarang kalau ngomong.." omel Putra yang merasa perkataan Hendri sangat ambigu.


Sementara Hendri hanya tersenyum kecil saja. "Pokoknya nanti malam kalian harus ikut!" katanya lagi.


"Siap dong.. Soal makan gratis, gue langsung cuss.." sahut Kimora membuat teman-temannya bersorak.


"Huuu.." seru mereka.


....


Sepulang sekolah. Elkhan mampir ke rumah Kimora terlebih dulu. Seperti biasa, mereka berbincang di gazebo depan rumah Kimora.


Kimora memeluk Elkhan. Dan Elkhan mengelus rambut Kimora dengan lembut. "El.."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Tadi Ciara mergoki dada Chelsea yang ada bekas c*pangnya. Dia juga berpesan agar kita selalu pakai pengaman supaya tidak nyesel nantinya." kata Kimora memberitahu Elkhan mengenai pesan dari sahabatnya.


"Lain kali pakai pengaman ya!" imbuhnya.


Elkhan pun tersenyum kecil mendengar perkataan kekasihnya. "Apa yang pakai pengaman? Orang kita nggak ngapa-ngapain." kata Elkhan dengan santai.


"Kemarin kita kan-?" Kimora menghentikan perkataannya. Wajahnya memerah saat teringat kejadian siang itu.


"Kita kenapa?" tanya Elkhan sembari tersenyum.


Wajah Kimora semakin memerah. Dia malu jika teringat kejadian itu. Elkhan pun semakin terbahak. "Kita nggak lakuin apa-apa yank, jadi nggak harus pakai pengaman. Maaf ya karena gue nggak bisa nahan diri waktu. Untung gue langsung sadar waktu itu." dengan lembut Elkhan mengecup kening Kimora.


Kimora menganggukan kepalanya. "Gue juga salah karena nggak bisa nahan diri." ucapnya.


"Lo nggak marah sama gue?"


"Nggak. Ngapain marah? Gue kan juga salah." jawab Kimora.


"Ntar malam ikut ke kafe Moon?"


"Nggak." jawab Elkhan dengan cepat.


"Lo juga nggak boleh!" imbuhnya.


"Kenapa?" Kimora menjadi bingung.


"Gue nggak mau lo ketemu Rendi. Atau gue pecat dia." jawab Elkhan dengan serius.


"Emang lo siapa? Main pecat.." Kimora tersenyum geli.


"Kafe Moon itu milik papa gue." mata Kimora seketika terbelalak.


"Kafe Moon milik papa lo?"


"Hmm.. Dan kafe itu juga udah diserahin ke gue dari setahun yang lalu." jawab Elkhan yang semakin membuat Kimora terkejut.


Kimora menatap Elkhan dengan tatapan tak percaya. "Kenapa? Nggak percaya? Lo bisa tanya ke om Rama, atau tanya langsung ke Rendi!" kata Elkhan.


"Serius?"


"Hmm.. jadi kalau lo mau gue nikahin, gue udah siap karena gue udah punya penghasilan." kata Elkhan lagi.


"Nikah apaan. Masih kecil udah ngomongin nikah." wajah Kimora kembali memerah.


Disamping itu, dia masih belum percaya jika kekasihnya pemilik kafe tempat biasa dia nongkrong bersama teman-temannya.

__ADS_1


__ADS_2