Sweet 17

Sweet 17
51


__ADS_3

BAB 51


Jam istirahat.


Kimora bersama teman-temannya pergi ke kantin seperti biasanya. Meskipun dia baru saja putus cinta. Tapi Kimora sama sekali tidak terlihat bahwa dia sedang sedih.


Entah karena dia memang tidak merasa sedih atau karena dia yang pandai menyembunyikan perasaannya. Yang jelas Kimora masih bersikap biasa saja.


Masih bercanda dengan teman-temannya seperti biasa. "Ra, nanti malam kafe Moon yuk! Udah lama kita nggak nongkrong bareng. Lagian mumpung kita sama-sama jomblo." ajak Ciara.


"Ara doang nih yang diajak?" tanya Agata.


"Kalau mau ikut, lo harus jomblo dulu.." jawab Ciara yang membuat Agata mencak-mencak.


"Nj*r, mulutnya gitu banget, kalau jomblo ya jomblo aja nggak usah ajak-ajak.." gerutu Agata.


Sedangkan Ciara hanya tertawa mendengar omelan Agata. Dia juga hanya bercanda dengan sahabatnya itu. Ciara, menikmati kesendiriannya.


"Lo ikut kan Chel?" tanya Ciara.


"Ikut dong.."


"Tapi jangan ajak pacar! Ini acara kita.." sahut Ciara.


"Nggak janji..." cetus Chelsea sembari tersenyum.


"Dasar.. bucin.." ledek Ciara.


Selama pacaran dengan Diky. Memang Chelsea tidak pernah pergi sendirian. Diky akan selalu mengantarnya kemanapun dia pergi. Bahkan saat itu bersama dengan teman-teman perempuan Chelsea sekalipun.


"Nggak apa ajak aja. Yang penting nggak gangguin kita nongkrong!" kata Kimora.


"Lo nggak mau ajak Elkhan?" tanya Ciara sembari menyenggol Kimora dengan lengannya.


"Nggak, males banget.." jawab Kimora dengan cepat. Bahkan saat melewati kelas Elkhan pun, Kimora biasa saja.


"Ara.." dari arah dalam kelas 10C. Seseorang memanggilnya.

__ADS_1


Dan, begitu menoleh. Ternyata itu Ayudya yang berlari keluar kelas mendekati Kimora dan teman-temannya.


"Mau ke kantin?"


"Hmm, mau ikut?" tanya Kimora.


Ayudya menganggukan kepalanya dengan cepat. Dia segera melangkah bersama Kimora dan teman-temannya.


Sebelumnya, Kimora juga sudah memperkenalkan Ayudya kepada teman-temannya. Dan teman-temannya menyambut dengan baik. Dan mereka juga sudah mulai akrab.


"Laki lo sekarang tambah dingin banget. Nggak ada yang berani mendekat kecuali Diky." Ayudya melapor kepada Kimora mengenai Elkhan yang sekarang berubah.


"Ulfa berulang kali mendekat karena ingin memanfaatkan situasi, tapi Elkhan sama sekali tidak pernah menanggapinya. Nj*r, laki lo lebih dingin dari gunung es." imbuh Ayudya.


Sebagai sahabat yang telah lama mengenal Kimora. Ayudya tahu jika Kimora masih memiliki perasaan untuk Elkhan. Meskipun dia nampak biasa. Tapi sebenarnya di dalam hati Kimora. Dia masih menyayangi laki-laki itu. Hanya saja rasa sukanya tertutupi oleh rasa kecewa karena tiba-tiba Elkhan memutuskan hubungan mereka secara sepihak.


Bukan kecewa, tapi lebih tepatnya bingung. Ya, Kimora masih bingung kenapa Elkhan tiba-tiba memutuskan hubungan mereka. Padahal mereka tidak bertengkar sama sekali sebelumnya.


Namun, Kimora hanya diam saat Ayudya mengatakan keadaan Elkhan saat ini. Dia berusaha untuk melepaskan perasaannya. Biarlah yang lalu menjadi masa lalu.


"Boleh. Tapi nanti siang gue ada janji sama Kimora ke Mall. Dia gabut katanya." kata Ayudya.


"Ikut ah, gue juga gabut.. Biasa orang jomblo mah suka gabut." ucap Ciara.


"Ah, siapa bilang? Tuh sih Ayudya punya cowok tapi juga tetap gabut.." sahut Kimora.


"Oh udah jadian sama Dian? Kita nunggu traktirannya aja." kata Chelsea juga menggoda Ayudya.


"Nggak nj*r, gue masih jomblo sama kayak Ara.." Ayudya merangkul Kimora yang ada di sebelahnya.


Tapi, perjalanan mereka terhenti karena kakak kelas mereka menghadang langkah mereka. "Ra, boleh kita bicara sebentar?" tanya kakak kelas bernama Ranti itu.


Ranti merupakan kekasih dari Kresna. Dia sudah lama berpacaran dengan Kresna sebelum Kresna jadian dengan Kimora. Mereka sering putus nyambung. Entah kenapa dia tiba-tiba ingin bicara empat mata dengan Kimora.


"Boleh kak.." Kimora segera berjalan menjauh dari teman-temannya. Mencari tempat yang agak sepi agar bisa mengobrol dengan tenang.


"Kalian duluan aja!" kata Kimora kepada teman-temannya.

__ADS_1


Awalnya teman-temannya enggan meninggalkan Kimora. Mereka takut Kimora akan bertengkar dengan kakak kelasnya itu. Tapi, Kimora menyakinkan bahwa mereka tidak akan bertengkar. Apalagi hanya karena seorang lelaki yang bukan siapa-siapanya.


"Kenapa kak?" tanya Kimora.


"Ra, gue mohon ke lo supaya lo jauhin Kresna!


Kimora tersenyum tipis. Sebenarnya dia telah menebak apa yang ingin Ranti katakan. Tapi tetap saja dia merasa konyol dengan permintaan Ranti tersebut.


Pasalnya, dia memang tidak pernah berusaha mendekati Kresna. Mereka kembali dekat karena sepakat menjadi teman walaupun mantan.


"Kak, gini ya, gue nggak pernah deketin Kresna. Kita berteman hanya karena konyol aja jika setelah putus kita jadi musuh." kata Kimora dengan baik dan sopan.


"Gue minta maaf karena dulu sempet jadian sama Kresna, tapi gue nggak tahu kalau dia masih pacaran sama lo. Dia bilang kalau kalian udah putus." imbuh Kimora.


"Tapi gue sama sekali tidak pernah berusaha mendekati atau merayunya setelah kita putus. Kita punya kehidupan masing-masing." jelas Kimora.


Belum banyak yang tahu jika dia dan Elkhan sudah putus. Dan kini dirinya telah sendiri.


"Kresna berubah akhir-akhir ini." ucap Ranti dengan sedih.


"Dia sama sekali bukan seperti Kresna yang dulu. Dulu dia akan selalu nurut apa kata gue. Dia akan peka saat gue udah mulai diem. Tapi sekarang, dia sama sekali tidak peduli walaupun gue diem cukup lama." kata Ranti lagi.


"Gini kak, maaf sebelumnya. Mungkin bukan Kresna yang berubah, tapi memang sikap Kresna yang seperti itu. Maaf ya kak, mungkin Kresna juga ingin kakak ngertiin perasaan dia. Jadi tidak melulu dia yang ngertiin kakak." kata Kimora menasehati Ranti.


"Kresna berubah perhatian dan nurut, itu sebenarnya sudah bukti kuat kalau dia sangat mencintai kak Ranti. Hanya saja mungkin dia merasa butuh diperhatikan juga. Cobalah untuk ngertiin perasaan dia, jangan selalu menuntut pasangan untuk selalu ngertiin kita!"


"Karena sebuah hubungan itu harus berjalan selaras. Dan hubungan itu melibatkan dua orang yang harus sama-sama saling mengerti." kata Kimora panjang lebar.


Ranti terdiam sejenak. Sepertinya dia merenungkan perkataan Kimora kata demi kata.


"Mungkin juga seperti itu.. Gue selama ini hanya puasin kesenangan gue, sampai lupa kalau dia juga butuh perhatian." gumam Ranti mulai terbuka pikirannya.


"Nah, jadi bukan karena orang lain, dia berubah. Tapi mungkin dari sikap kakak sendiri." timpal Kimora.


"Iya Ra. Maaf kalau gue tuduh lo. Makasih ya untuk nasehatnya! Semoga lo bahagia selalu sama pacar lo yang ganteng banget itu!" kata Ranti dengan tersenyum senang.


"Sama-sama.." jawab Kimora seperlunya saja. Tidak perlu membeberkan masalah pribadinya kepada orang lain.

__ADS_1


__ADS_2