
BAB 55
Elkhan menarik paksa tangan Kimora. Dia marah karena Kimora memberi bunga untuk vokalis band yang tampil di kafe tersebut.
"El, lepasin!" erang Kimora mencoba menarik tangannya kembali.
Elkhan menatap Kimora dengan tajam. Kemudian menatap Rendi dengan tajam pula. "Lepasin! Kita bicara baik-baik!" kata Kimora menenangkan Elkhan. Dia takut Elkhan akan membuat keributan tempat tersebut.
Sementara Rendi hanya terdiam. Karena dia tahu siapa Elkhan, anak pemilik kafe tempatnya mengais rejeki.
Kimora gantian yang menarik Elkhan keluar dari kafe tersebut. Agar tidak terjadi keributan. Karena tatapan Elkhan kepada Rendi sudah sangat menakutkan.
"Maaf ya kak.." kata Kimora sebelum menarik Elkhan keluar kafe.
Melewati meja teman-temannya dan juga meja Linda. Kimora sama sekali tidak mempedulikan mereka. Dia terus menarik tangan Elkhan. Dan Elkhan nurut saja.
Kimora berhenti di parkiran. Dengan kesal dia lepas tangan Elkhan. Kemudian berbalik badan. "Lo apa-apaan sih?"
Tapi, Elkhan lebih dulu memeluknya. "Jangan marah! Gue cuma nggak suka lo sama cowok lain." lirihnya.
Kimora terdiam. Dia tidak jadi marah karena pelukan Elkhan tersebut. Namun, saat dia melihat Linda di dalam sana. Dia mulai mendorong Elkhan.
"El, jangan kayak gini! Kasihan Linda.." kata Kimora.
Elkhan hendak memeluk Kimora lagi. Tapi Kimora segera mundur. "Kenapa dengan Linda? Gue sama dia nggak ada hubungan apapun." kata Elkhan.
"Gue cuma cinta sama lo." Kimora terbelalak mendengar perkataan Elkhan.
Cinta?
Kalau emang cinta, kenapa dia mutusin Kimora?
Kimora tersenyum sinis. "Dah lah.." katanya sembari mengibaskan tangannya. Kimora hendak meninggalkan Elkhan. Tetapi dengan cepat Elkhan menahannya.
"Maafin gue.." katanya dengan lembut.
"Udah gue maafin, tapi lo jangan gangguin gue lagi!" jawab Kimora.
"Gue nggak bisa." Elkhan selalu bisa menahan amarahnya jika di depan Kimora.
"Mau lo apa?" tanya Kimora yang mulai kesal.
"Kita balikan." jawab Elkhan dengan cepat.
"Nggak bisa."
"Kenapa? Lo masih cinta sama gue kan?"
"Cinta gue udah hilang saat lo putusin gue tanpa sebab." kata Kimora. Hatinya kembali tertusuk saat mengatakan hal tersebut. Bahkan matanya berkaca-kaca.
"Maafin gue." kata Elkhan sembari meraih tangan Kimora. Hatinya juga sakit saat melihat Kimora begitu kecewa terhadapnya.
__ADS_1
"Gue udah maafin lo, tapi kalau untuk balikan, nggak bisa." ucap Kimora.
"El, lo udah sama Linda. Jadi jangan kecewakan dia."
"Gue nggak sama siapa-siapa. Gue masih cinta sama lo." sahut Elkhan.
"Ikut gue!" Elkhan mengajak Kimora naik ke motornya. Dia memaksa agar Kimora mau naik ke motornya. Bahkan Elkhan tidak mempedulikan Linda yang masih di dalam kafe bersama dengan adiknya.
Dia segera melajukan motornya dengan kencang. Bahkan ngerem secara mendadak yang membuat Kimora kaget dan akhirnya memeluknya.
Kimora yang merasa kesal langsung memukul punggung Elkhan. "Kalau jatuh gimana?" kata Kimora dengan kesal.
"Gue emang udah jatuh. Jatuh cinta sama lo.." kata Elkhan sembari tersenyum.
Kimora pun memutar bola matanya. "Mau kemana sih? Tas sama hape gue masih disana." gerutu Kimora. Dia tidak tahu kemana Elkhan akan membawanya.
Elkhan tidak menjawab. Dia terus melajukan motornya dengan cukup kencang. Sesekali dia akan menarik tangan Kimora supaya memeluknya.
Sekitar setengah jam kemudian. Mereka sampai di sebuah tempat seperti bukit dengan hamparan rumput luas. Dari tempat itu mereka bisa melihat keindahan kota dari ketinggian.
Bintang di langit seperti sangat dekat dengan mereka dari tempat itu. "Waow.." Kimora begitu mengagumi keindahan tersebut.
"Naik lagi yuk, disana lebih indah!" Elkhan mengulurkan tangannya. Dan dengan cepat Kimora menyambutnya.
Keduanya naik bersama untuk menikmati keindahan malam dari atas bukit. "Lo tahu darimana tempat ini?" tanya Kimora tak bisa berhenti mengagumi keindahannya.
"Dulu gue sama Dian dan Permana juga yang lain sering kesini kalau lagi gabut. Permana yang pertama tahu tempat ini." jawab Elkhan.
Dia duduk diatas rerumputan itu. Dan menarik tangan Kimora agar duduk juga. "Yank, gue kangen banget sama lo.." ucap Elkhan pelan. Dia juga menyenderkan kepalanya dibahu Kimora.
"Serius.. Kangen banget sama lo. Tiap malam sebelum tidur gue selalu peluk foto lo.."
"Kalau emang kangen, dan masih cinta. Kenapa mutusin gue? Apa lo nggak mikir gimana sakitnya hati gue?" kata Kimora mengutarakan kekecewaannya juga sakit hatinya.
Elkhan menatap Kimora, dan Kimora juga menatapnya. "Maaf.." kata Elkhan pelan.
"Pinjem hape lo!" kata Kimora mengalihkan pandangannya. Karena dia merasa gimana saat bertatapan dengan Elkhan.
Karena sebenarnya dia juga masih mencintai lelaki itu. Hanya saja dia merasa kecewa jadi belum mau balikan dengan Elkhan.
"Buat?" meskipun bertanya, tapi Elkhan tetap memberikan ponselnya kepada Kimora.
"Telepon Ciara, biar bawa tas gue.." jawab Kimora.
"Sandinya apa?"
"Tanggal lahir lo." jawab Elkhan yang membuat Kimora terkejut. Lebih terkejut lagi saat melihat wallpaper hape-nya Elkhan.
Ya, itu foto Kimora bersama dengan Elkhan. Bahkan nomer telepon Kimora masih disimpan dengan nama 'My Queen'. Senyuman Kimora sempat mengembang.
Tapi, karena tidak mau Elkhan melihatnya. Dia segera menghubungi nomernya sendiri. Hape-nya tertinggal di dalam tas yang tertinggal di kafe Moon.
__ADS_1
"Hallo, lo bawa Ara kemana?" seru Ciara dari balik telepon.
"Ini gue...Ci, tolong bawain tas gue ya! Anterin ke rumah.." kata Kimora.
"Lo sekarang dimana?"
"Gue sama El lagi di luar bentar.. Sekalian bilangin ke Linda, gue minta maaf, besok gue nggak akan deketin El lagi." tiba-tiba Elkhan merebut ponselnya.
"Ara sama gue. Lo hanya perlu anterin tas Ara aja. Perkataan Ara barusan, jangan di denger! Tolong bilang adik gue supaya anter Linda pulang!" sahut Elkhan.
"Adik lo udah pulang sama pacar lo. Dia tadi pingsan.."
"Siapa yang pingsan?" Elkhan mulai khawatir.
"Pacar lo." jawab Ciara lagi.
"Adik gue?"
"Nganterin calon kakak iparnya ke rumah sakit."
Tuttt.
Elkhan segera mematikan panggilannya. Wajahnya terlihat sangat khawatir.
"Yuk pulang!" ajak Kimora.
Melihat wajah Elkhan yang khawatir. Kimora pun memutuskan untuk segera meninggalkan tempat tersebut. Akan tetapi, Elkhan tidak bergeming.
"Kalau lo khawatir, sebaiknya pulang sekarang!" kata Kimora lagi.
"Yank, gue bukan khawatir, gue hanya merasa bersalah saja." lirihnya.
"Makanya, pulang!" nada suara Kimora terdengar agak naik. Dia segera berdiri.
"Yank.." kata Elkhan sembari menahan tangan Kimora.
"Gue kedinginan." kata Kimora.
Elkhan pun segera melepaskan jaketnya. Lalu memakaikan kepada Kimora. "Lo ikut ke rumah sakit ya!" ajak Elkhan.
"Gue capek.." jawab Kimora dengan cepat.
"Dia lebih butuh lo daripada gue." imbuh Kimora.
"Tapi gue butuh lo."
Kimora hanya tersenyum kecil. Tapi dia tetap memaksa untuk pulang dengan alasan capek.
Sepanjang perjalanan, Kimora hanya diam saja membuat Elkhan bingung. "Besok gue jemput!" kata Elkhan saat Kimora melepas helm-nya.
"Nggak perlu. Gue mulai besok mau naik angkot." kata Kimora menolak.
__ADS_1
"Makasih ya, gue capek mau istirahat.." kata Kimora buru-buru mau pergi.
"Gue cinta sama lo.." kata Elkhan sempat membuat langkah Kimora melambat. Tapi, dia tidak menjawab hanya terus melangkah menuju rumahnya tanpa berbalik sedikit pun.