
"Kebun jeruk, Kebun jeruk" teriakan kondektur membangunkanku yg tertidur, karna Kebun jeruk tujuanku.
Aku membuka mataku dan berdiri bangun.
aku maju kedepan melangkah hati-hati sambil memegangi ujung-ujung bangku dibus.
Bus melewati jalan tol, dan berhenti tepat setelah melewati jln tol.
"Kebun jeruk, kebun jeruk" kata kondektur lagi.
aku maju kedepan pintu, karna bnyak juga yg turun dikebun jeruk.
akhirnya giliranku untuk turun.
"neng, kaki kiri dulu ya yg turun." kondektur mengingatkan.
Aku hanya mengangguk sambil senyum.
lalu aku melangkah turun dengan kaki kiri duluan seperti yg dibilang kondekturnya.
Bus pun melaju kembali.
akhirnya sampai jg, pikirku.
aku udah ga sabar pengen ketemu sama temenku Nia. akupun tersenyum sendiri.
Aku berjalan sambil lihat sekeliling.
aku melihat sebuah patung singa besar didepan gerbang restoran cina.
Aku berhenti didepan patung singa ini.
Aku ingat waktu kecil aku suka sekali megang kaki patung singanya, setiap kali aku kesini.
Aku juga ga tau alasannya kenapa.
Aku melanjutkan kembali perjalananku.
__ADS_1
Aku berhenti karna aku akan menyebrang dijaln ini.
Aku tengok kanan-kiri setelah agak sepi aku pun menyebrang.
Aku naik keatas, kejembatan jalan.
Aku menunggu metro mini yg lewat, mungkin masih lama, jadinya aku duduk dulu ditepi jlan.
sambil liat kekiri, karna metronya dari arah kiri.
Aku nunggu metro mini nya.
Dari jauh Aku melihat metro mini no 92 jurusan kejoglo, Aku langsung bangun dan melambaikan tanganku.
Metro mininya pun berhenti didepanku, lalu aku naik masuk kedalam.
Aku duduk didekat jendela, karna lagi panas, kan enak kalo diterpa angin dari jendela.
haahhh, cowo, pikirku, Aku melihat kesamping kearah jendela, cowo yg disampingku ini ga sengaja nyenggol, pundakku, aku menoleh dan dia tersenyum, aku juga tersenyum padanya.
Lalu dia menyenggol lagi dengan sikutnya didekat ketiakku.
aku masih tersenyum padanya mungkin masih ga sengaja.
Namun, lama kelamaan dia jadi sering nyenggol dengan sikutnya didekat ketiakku, aku pun jadi kesal, aku berdiri, dan langsung kutonjok pipinya.
"eh, mas, aku kira masnya nyenggol karna ga sengaja, tp, kenapa makin lama makin sering nyenggol, ga punya sopan, santun, cowo brengsek" maki ku padanya, "minggir" kataku. dia pun berdiri dan aku keluar dari tempat dudukku dan pindah ketempat lain.
orang-orang pun jadi rame karna melihat kejadian ini, aku udah ga peduli lagi,
"masnya jangan gitu dong sama cewe, ngambil kesempatan dalam kesempitan lagi" kata orang yg aku ga tau dimana itu yg ngomong saking keselnya aku, aku ga nengok kemana orang yg ngomong itu.
__ADS_1
"masnya makanya yg bener dong kalo naik metro mini, kan jadi bonyok tuh muka ditonjok sama cewe, " kata orang-orang lg.
Aku tetep cuek karna aku masih kesel.
Tujuanku masih lama, karna emang masih jauh.
Aku mulai bosan, dan aku juga masih kesal dengan kejadian tadi.
orang yg kurang ajar itu ternyata udah ga ada pas aku menengok kebelakang.
orang-orang mulai sepi, karna udah pada turun ditujuannya,kini tinggal tersisa 3 orang saja sekarang, cuma supir, keneknya, sama aku sendiri penumpangnya.
kenapa ga ada yg telpon sihh..
aku jadi ngeluh sendiri, bahkan Nia juga ga telpon.
aku main game yg ada dihapeku karna aku bosan.
"Kantib, kantib.." teriak kenek metro mininya.
karna sekarang metro mininya rame lagi.
aku bangun berdiri.
"Kiri bang" ucapku pada supir metro mininya.
aku berjalan maju sedikit dan berdiri didepan pintu metromininya.
aku melangkah turun dengan kaki kiri dulu, seperti yg kulakukan dibus tadi.
Akhirnya aku sampai jg ditempat masa kecilku ini.
aku senang, lalu aku jalan dn mulai perjalanan lagi, karna tempatnya masih jauh.
__ADS_1