
BAB 20
Kimora memasukan alat tulisnya ke dalam tas. Bel istirahat telah berbunyi. Dia dan teman-temannya ingin segera ke kantin.
Tiba-tiba Dian mendekat ke meja Kimora. "Ra, cowok lo kepilih ikut futsal, lo udah tahu belum?" tanya Dian.
"Oh ya? Gue baru denger dari lo. Emang kapan tandingnya?" tanya balik Kimora. Dia sama sekali tidak tahu menahu jika pacarnya terpilih ikut futsal mewakili sekolah mereka.
"Besok. Nanti siang latihan. Gue juga kepilih." kata Dian.
"Oh ya? Hebat lo.." puji Kimora.
Kimora sebenarnya juga tahu jika pacarnya memang jago main futsal. Dia pernah diajak Elkhan untuk menontonnya main bersama teman-teman SMP-nya dulu. Tak heran jika Elkhan kepilih menjadi anggota tim futsal sekolahnya.
"Ntar lihat kita latihan ya! Gue kenalin sama cewek gue!" pinta Dian.
"Pacar lo anak sini juga?" Dian menganggukan kepalanya.
"Boleh. Gue juga penasaran siapa cewek lo." Kimora penasaran dengan siapa lagi Dian berpacaran. Pasalnya, sudah lima orang siswa sekolah itu yang pernah menjalin hubungan dengan Dian. Termasuk dua diantaranya kakak kelas mereka.
"Gue juga penasaran." sahut Ciara.
"Ntar lo mewek?" timpal Chelsea.
"Nggaklah anj*r. Ngapain juga mewek.." tutur Ciara.
"Lah kemarin lo bilang katanya lo naksir Dian?" kata Kimora membuat Ciara mencak-mencak tak karuan.
"Enggak anj*r, kapan gue bilang kayak gitu? Jangan fitri deh!" seru Ciara.
"Fitnah s*t.." sahut Dian membenarkan perkataan Ciara yang keliru.
"Nah itu maksudnya."
"Haduh romantis banget nggak sih? Kalau pasangan sih gitu, saling mengingatkan. Bikin iri nggak sih?" Agata ikutan meledek Ciara dengan Dian.
"Banget..." sahut Kimora dan Chelsea bersamaan.
"Kalau lo suka gue, sorry aja Ci, gue udah punya cewek." kata Dian yang semakin membuat Kimora, Agata dan Chelsea menjadi heboh.
"Bukan urusan gue anj*r, lo mau punya cewek atau nggak gue nggak peduli.." Ciara berseru kembali dengan kesal.
"Ya udah sih, gitu aja mewek.."
"Gue nggak mewek kampret!!!" Kimora, Agata dan Chelsea segera berlari meninggalkan sekolah sebelum kena omel Ciara.
"Jangan lari kalian!" seru Ciara mengejar teman-temannya.
Keempat sahabat itu berjalan ke kantin sembari bersendau gurau. Mereka saling mengolok satu sama lain. Tapi tentu saja, olokan tersebut hanya candaan semata.
Sesampainya di depan kelas 10C. Dimana kelas tersebut adalah kelas Elkhan. Tanpa sengaja mereka berpapasan dengan teman sebangku Elkhan. Dia menyapa Kimora dan teman-temannya.
"Hai.." sapanya.
"Hai.." sapa balik Kimora dan teman-temannya.
__ADS_1
"El, dicariin cewek lo.." tiba-tiba murid bernama Diky tersebut mundur satu langkah ke dalam kelas. Lalu berseru memanggil Elkhan.
"Eh enggak. Gue nggak nyariin dia." sanggah Kimora. Faktanya, dia memang tidak mencari Elkhan.
Sementara Elkhan langsung berlari keluar kelas. "Kenapa Ra?" tanyanya.
"Nggak kenapa-napa. Gue cuma lewat aja." jawab Kimora.
"Kangen katanya El.." sahut Diky sembari tersenyum.
"Wah ngaco banget lo.. Tapi emang iya sih.." tutur Kimora yang membuat Diky serta teman-temannya tertawa.
Elkhan dan Diky kemudian ke kantin bareng Kimora dan teman-temannya. Diky nampak akrab dengan teman-teman Kimora yang lainnya juga.
"Cewek lo asyik banget yak anaknya?" bisik Diky kepada Elkhan.
"Banget. Makanya gue suka." jawab Elkhan.
Namun, fokus Diky justru kepada Chelsea yang agak pendiam. Dia terus memperhatikan Chelsea dengan selalu meliriknya. Wanita itu memang memiliki wajah manis.
"Yang itu namanya Chelsea bukan?" tanya Diky.
"Yang mana?"
"Yang disebelah kiri Ara. Yang manis itu."
"Ya. Kenapa lo suka sama dia?" tanya balik Elkhan. Biasanya Diky tidak pernah tanya seperti itu.
"Dia manis ya. Udah punya cowok belum?" tanya Diky.
"Baru aja putus."
Diky melihat kesedihan diwajah Chelsea. Itu yang membuat dia penasaran dengan wanita berambut panjang tersebut.
Saat teman-teman Kimora sedang berebut makanan. Tiba-tiba Santi berseru. "Berisik woi.." katanya dengan ketus.
"Kalau pengen sepi di kuburan noh.." seru Agata yang langsung paham kalau Santi sedang menyindirnya dengan teman-temannya.
"Iya, ini kantin woi tempat untuk makan bukan untuk takziah." sahut Ciara yang ikutan kesal dengan sindiran Santi.
"Apa?" seru Ciara saat Santi mempelototinya.
"Kalau berani sini jangan nyindir-nyindir!" imbuhnya.
Sementara Ulfa menyenggol tangan Santi agar tidak lagi meladeni Kimora dan teman-temannya. Santi pun seketika terdiam. Tetapi, dengan wajah yang masih kesal.
"Yank, nanti lo latihan kan? Maaf ya, gue nggak bisa temenin!" kata Kimora dengan cukup keras dan mampu terdengar oleh Ulfa dan teman-temannya.
"Emang kenapa yank? Gue jadi nggak semangat ah.." seketika Elkhan menjadi tidak bersemangat.
Akan tetapi, Kimora mengedipkan matanya dan mengisyaratkan dengan kepalanya agar Elkhan ikut berpura-pura.
Elkhan sempat memicingkan matanya. Meskipun belum tahu apa maksud Kimora. Namun, dia tetap mengikuti sandiwara Kimora.
"Abang gue nggak ngebolehin gue main. Pulang sekolah disuruh langsung pulang." jawab Kimora.
__ADS_1
"Ya udah deh. Tapi besok lo harus lihat gue tanding, pokoknya harus nggak mau tahu!" ucap Elkhan dengan manyun.
"Siap bos.." jawab Kimora dengan imut.
"Emang lo mau kemana sih?" sahut Chelsea.
"Ada deh, kepo lo.." jawab Kimora tidak mau memberitahu teman-temannya.
"Idih, pelit amat.." Chelsea menggerutu.
Mereka kembali ke kelas masing-masing setelah bel masuk berbunyi. Karena masih penasaran, Chelsea kembali bertanya kepada Kimora.
"Ra, sebenarnya lo mau kemana sih? Katanya ingin lihat Elkhan latihan?" tanya Chelsea masih penasaran.
"Masih penasaran lo?" tanya Ciara. Dan Chelsea menganggukan kepalanya dengan cepat.
"Gue juga.." kata Ciara sembari terbahak.
"Lo mau kemana sih Ra?" giliran Agata yang bertanya.
Kimora tersenyum melihat wajah penasaran teman-temannya. Dia pun kemudian memberitahu alasannya.
"Sebenarnya juga nanti pasti lihat El. Hanya saja, gue mau lihat apa yang Ulfa lakukan saat dia tahu gue nggak temenin El latihan." jawab Kimora yang membuat teman-temannya akhirnya paham apa yang dimaksud Kimora.
"Kata El, Ulfa masih sering menggoda dia. Masih sering menceritakan masa lalu mereka. Itu sebabnya gue mau lihat apa yang akan dia lakukan nanti siang." lanjut Kimora.
"Dia pasti punya rencana buat deketin El kalau gue nggak ada." imbuhnya.
"Bener juga lo. Gue yakin dia pasti akan deketin Elkhan lagi." sahut Chelsea.
"Gue juga heran sama Ulfa. Dia dulu pacaran sama Elkhan, lalu selingkuh. Sekarang dia mau balikan sama Elkhan lagi. Emang dia nggak mikirin perasaan Elkhan?" kata Ciara dengan geram.
"Kayak udah nggak ada lelaki lain aja." imbuhnya.
"Bener tuh, kayak di dunia ini juga ada Elkhan seorang." sahut Agata tak kalah kesal.
"Karena Ulfa menyesal udah selingkuhin Elkhan. Apalagi setelah tahu Elkhan orang tua El tajir melintir." timpal Chelsea. Sebenarnya dia juga baru tahu kalau orang tua Elkhan adalah salah satu konglomerat terkaya. Belum lagi opa-nya Elkhan, hanya mendengar namanya saja, semua orang tahu siapa dia.
"Emang lo tahu? Sok tahu lo.." Ciara mengolok Chelsea yang dia anggap sok tahu.
"Tahu gue. Kalian pernah dengar nama Gio Rafael Wijaya?" tanyanya kepada Ciara dan Agata.
"Anaknya Darius Wijaya konglomerat terkaya?" kata Ciara.
"Nah, itu papanya Elkhan.."
"Ha?" Ciara dan Agata saling berpandangan.
"Bener Ra?" Kimora menganggukan kepalanya dengan cepat.
"Tapi gaya Elkhan nggak seperti anak konglomerat pada umumnya. Dia rendah hati banget anj*r, mau berteman dengan kita yang kayak gembel gini, bahkan sekolah ditempat seperti ini.." tutur Ciara.
"Gue aja awalnya juga nggak tahu. Gue tahunya saat gue diajak ke rumahnya, dan itu gue sama dia udah jadian." sahut Kimora.
"Nggak heran si Ulfa nyesel banget sekarang.."
__ADS_1
"Makanya, gue mau tegasin ke Ulfa supaya tidak lagi ganggu cowok gue. Dia udah ninggalin dan hancurin El, sekarang enak aja mau ambil El lagi. Gue nggak rela-lah.."
Ketiga temannya saling berpandangan sembari tersenyum kecil. "Cieee si bucin.." goda ketiga temannya.