
BAB 21
Tettt.. Tettt... Tettt..
Bel tanda pelajaran telah usai berbunyi. Semua murid segera membereskan alat tulis mereka. Tanpa terkecuali Kimora. Dia segera memasukan alat tulis ke dalam tasnya.
"Kita jadi lihat Elkhan latihan kan?" tanya Ciara sembari menepuk-nepuk wajahnya dengan bedak. Katanya agar terlihat fresh.
"Jadi, tapi kita agak nanti kesananya." jawab Kimora.
Sebenarnya, Kimora hanya penasaran apakah benar Ulfa masih selalu mendekati Elkhan. Sekalian dia ingin menunjukan kepada Ulfa bahwa Elkhan sudah menjadi miliknya. Agak arogan sih apa yang Kimora lakukan. Tapi dia tidak suka jika pacarnya dideketin orang lain.
"Oke deh.." kata Ciara lagi.
"Ci, udahlah jangan tacap-tacap mulu! Masih kelihatan jelek.." olok Dian sembari terbahak.
"Iya, tacap-tacap mulu kenapa sih? Orang jomblo juga." sahut Angga.
"Mungkin biar dilihat Widi kalik. Caper istilahnya.." Putra tak mau ketinggalan. Dia juga ikut mengolok Ciara yang terlihat begitu centil.
"S*t lo.." Widi yang kesal menjitak kepala Putra dari belakang.
"Lagian kenapa sih kalian ribut? Wajah-wajah gue, ya biarin aja!" Ciara tidak mau ambil pusing dengan olokan teman-temannya.
"Lo nggak lihat Elkhan latihan?" tanya Dian mendekat ke Kimora.
"Nggak ah. Gue ada janji sama abang gue." jawab Kimora.
"Lagian gue juga males lihat lo mulu.." imbuh Kimora sembari tertawa.
"Kampret lo.." Dian pun ikut tersenyum sembari mendorong kepala Kimora dengan pelan.
Setelah itu mereka membubarkan diri masing-masing. Kimora bersama teman-temannya pergi ke kafe yang tidak jauh dari sekolah mereka.
"Ra, Kresna tuh.." Agata menyenggol Kimora saat melihat Kresna sedang melamun seorang diri.
"Biarin aja." Kimora sama sekali tidak peduli dengan mantan pacarnya itu.
Dia memilih segera memesan minum sambil menunggu waktu pacarnya latihan. Namun, tiba-tiba saat Kimora dan teman-temannya duduk. Kresna segera berpindah tempat ke meja Kimora.
"Anj*r ngapain lo kesini?" Kimora mendorong Kresna supaya pergi.
"Gue nggak ada temen." jawab Kresna dengan santai.
__ADS_1
"Biarin gue duduk sama kalian." imbuhnya.
Karena Kimora kesulitan mendorong Kresna. Dia pun membiarkan mantan kekasihnya itu bergabung dengan dia dan teman-temannya yang lain. Tetapi, Kimora sama sekali tidak menghiraukannya.
"Lo ngapain ngelamun? Terus kenapa sendiri? Bukannya biasanya lo bareng pacar lo yang nyebelin itu?" tanya Ciara dengan sengit. Dia teringat saat Kresna menyakiti sahabatnya. Jadi dia merasa masih kesal.
"Pertanyaan lo banyak banget, gue sampai bingung jawabnya." sahut Kresna dengan tersenyum.
"Ish tadi aja masih ngelamun, manyun. Sekarang udah bisa senyum." sindir Agata pula.
"Nggak tahu. Kalau deket Ara bawaannya happy aja." kata Kresna kembali tersenyum.
"Lo nggak malu bilang kayak gitu? Nggak inget lo waktu nyakitin gue?" tanya Kimora dengan ketus.
"Iya gue tahu. Gue minta maaf ya! Sekarang, boleh kan kita berteman?" tanya Kresna. Kali ini dia berkata serius. Dia menatap Kimora dengan dalam. Terpancar dari sorot matanya penyesalan disana.
Kimora juga menatap Kresna. Dia pun segera mengalihkan pandangannya. Kimora tidak lagi mau berurusan dengan Kresna. Tapi, dia juga merasa norak jika menolak tawaran pertemanan dari Kresna.
Setelah berpikir panjang. Kimora akhirnya menerima tawaran pertemanan Kresna. Setidaknya dia tidak akan lagi ketus kepada Kresna. "Iya, tapi cuma temen." jawabnya masih dengan ketus.
"Iya, gue tahu kok kalau lo udah punya cowok. Pinter juga lo pilih cowok." kata Kresna sembari tersenyum.
"Iyalah. Emang lo, balikan terus sama mantan." sindir Kimora yang membuat Kresna kembali tersenyum.
"Ejek aja terus.." kata Kresna.
"Bener. Dulu kenal baik-baik, setelah putus juga harus tetap berteman baik." timpal Ciara.
"Bener.." sahut Chelsea juga.
"Temen lo itu yang sok nggak mau berteman sama gue.." kata Kresna tapi dengan tersenyum.
"Sebenarnya gue males berteman sama lo. Hanya saja gue kasian kalau lo lihat lo." kata Kimora.
"Kampret emang nih anak." Kresna mendorong pelan kepala Kimora.
"Woi, anj*r lo ya dorong-dorong kepala gue.." seru Kimora sambil membenahi rambutnya yang agak berantakan.
Kimora segera melirik jam. Dia pun segera beranjak dari tempat duduknya. "Minuman buat El udah kan?" tanyanya.
"Udah, tinggal bayar aja." jawab Chelsea.
"Mau kemana?" Kresna menarik tangan Kimora yang hendak pergi.
__ADS_1
"Lihat cowok gue latihan futsal."
"Oh, kalau gitu biar gue yang bayar aja! Anggap aja sebagai tanda pertemanan kita." kata Kresna.
"Nggak usah." Kimora menolak. Dia tidak mau dianggap memanfaatkan kebaikan Kresna.
"Nggak apa-apa. Katanya kita teman, anggap aja ini traktiran dari gue." Kresna tetap memaksa.
"Ya udah deh, kalau lo maksa. Kalau gitu thanks ya. Kapan-kapan lagi!" ucap Kimora sembari menepuk pundak Kresna.
"Ah siap.." Kresna terbahak mendengar perkataan mantan pacarnya tersebut.
"Kita duluan ya, Kres!" ucap Ciara dengan gaya centilnya.
"Makasih Kresna..." sahut Agata dan Chelsea bersamaan.
Sedangkan Kresna hanya tersenyum kecil sembari menganggukan kepalanya saja. Dia terus memperhatikam Kimora dan teman-temannya yang meninggalkan kafe tersebut. Namun, tiba-tiba senyumannya menghilang. Entah apa yang sedang membebani pikirannya. Sepertinya Kresna sedang memiliki banyak sekali masalah.
Kimora dan teman-temannya kembali bersendau gurau saat menuju lapangan futsal yang berada di belakang gedung sekolah mereka. Kimora juga membawa minuman kesukaan pacarnya.
Saat Kimora tiba. Elkhan baru saja istirahat. Dengan keringat yang masih mengalir dia sedang duduk dan mengusap keringatnya. Ulfa mendekat dengan membawa minuman ditangannya.
"El, lo pasti capek kan? Ini buat lo!" kata Ulfa.
"Terima kasih udah perhatian ke cowok gue! Tapi nggak perlu ngerepotin lo. Gue udah bawain minuman buat cowok gue." Kimora mengambil minuman yang Ulfa berikan ke Elkhan.
"Capek yank? Nih buat lo." Kimora memberikan minuman yang dia bawa untuk Elkhan.
Tapi anehnya, Elkhan tidak langsung menerima minuman tersebut. Tetapi dia justru berwajah masam. "Makasih ya Fa.." Elkhan bahkan mengambil minuman milik Ulfa yang dipegang oleh Kimora.
Elkhan juga mengabaikan Kimora. Tentu saja itu membuat Kimora dan teman-temannya menjadi kaget. Dan juga membuat Santi dan Chila senang bukan main. Mereka berdua mengolok-olok Kimora yang dicuekin oleh Elkhan.
"Haduh kasihan amat, dicuekin.." seru Santi dengan senyuman menghina. Tentu saja itu membuat Kimora kesal bukan main.
"Maksud lo apa? Lo sengaja permaluin gue? Atau mungkin ternyat diam-diam kalian udah balikan?" tanya Kimora dengan marah.
Namun, Elkhan bukannya menjawab malah pergi begitu saja. Kimora pun segera menyusulnya. "Lo kenapa sih?" tanyanya bingung.
Tapi Elkhan terus berjalan sampai ke parkiran. Dia naik ke motor kemudian meninggalkan Kimora begitu aja tanpa penjelasan apapun.
"El.. El.." seru Kimora tapi Elkhan tidak mempedulikan teriakannya.
Ketiga teman Kimora mengikuti Kimora. Melihat Elkhan yang pergi begitu saja. Mereka segera berlari mendekati Kimora yang nampak kebingungan.
__ADS_1
"Elkhan kenapa sih Ra?" tanya Ciara.
"Gue juga nggak tahu. Gue juga bingung." Kimora memegangi kepalanya. Dia nampak kebingungan dengan sikap Elkhan yang tiba-tiba berubah.