Sweet 17

Sweet 17
52


__ADS_3

BAB 52


Sepulang sekolah, Kimora bersama-sama dengan teman-temannya pergi ke mall. Mereka merasa jenuh jika langsung pulang ke rumah.


Namun, setiap langkah memasuki mall tersebut mengingatkan Kimora akan kenangan indahnya bersama dengan Elkhan. Matanya terpejam, dan kenangan indah itu memenuhi kepalanya.


Mall itu tempat biasa dia dan Elkhan nongkrong. Di Mall itu juga terakhir kali dia dan Elkhan terlihat saling mencintai. Tapi semua itu telah berakhir. Mereka telah berpisah.


Mengingat akan hal indah yang terjadi sebelum dia putus. Membuat Kimora terdiam cukup lama. Menata perasaannya yang sampai saat ini masih kacau. Karena dia bahkan tidak tahu alasan yang pasti kenapa Elkhan memutuskannya.


"Lo kenapa Ra?" tanya Ayudya saat wajah Kimora berubah menjadi sedih.


"Eh, nggak apa kok." jawab Kimora menyembunyikan perasaannya dari teman-temannya.


Dia dan teman-temannya sangat menikmati permainan demi permainan. Mereka juga terlihat sangat bahagia.


Kimora masih terlihat tertawa lepas. Sebelum akhirnya wajahnya berubah suram tatkala melihat Elkhan juga berada di tempat tersebut dengan Linda.


"Ra.." Ciara mendekati Kimora yang terlihat sedih.


"Dia pacar barunya Elkhan?" tanya Agata juga mendekati Kimora.


"Dari semua tempat kenapa harus kesini sih?" gumam Chelsea dengan kesal.


Beberapa menit yang lalu. Elkhan mengikuti Kimora sampai di mall. Dia tahu dari Diky jika Kimora dan teman-temannya main ke mall.


Saat dia hendak menyusul Kimora, tanpa sengaja bertemu dengan Linda dan teman-temannya. "El.. Lo disini juga?" tanya Linda.


"I..iya.." Elkhan juga terkejut ketika tanpa sengaja bertemu dengan Linda.


Awalnya dia hanya ingin mengintai apa yang Kimora lakukan di mall. Tapi kemudian dia punya rencana untuk memanas-manasi Kimora. Makanya Elkhan dengan sengaja mengajak Linda dan teman-temannya main bareng. Juga agar Kimora tidak curiga kalau dia sedang mengikutinya.


Linda juga memperkenalkan Elkhan kepada teman-temannya. "Pacar lo kan, ngaku aja!" kata salah satu teman Linda.


"Bukan.. Kita cuma temen." jawab Linda dengan wajah tersipu.


Sedangkan Elkhan terlihat tidak pedulu. Dia celingukan, sepertinya mencari keberadaan Kimora.


"Ke Time Zone yuk!" ajaknya. Ia yakin jika Kimora berada disana sekarang.


"Yuk.." Linda dan kedua temannya merasa sangat senang saat Elkhan gabung bersama mereka.

__ADS_1


Ternyata, benar saja. Kimora dan teman-temannya ada di Time Zone. Mereka sering sekali kesana saat ke mall. Dan Elkhan sudah hafal itu.


Elkhan menatap Kimora yang sedang tertawa bersama teman-temannya. Kecantikan wanita itu sama sekali tidak berubah. Namun, Linda tidak menyadari keberadaan Kimora. Atau mungkin dia lupa dengan Kimora karena mereka hanya pernah bertemu satu kali


"El, gue mau main ini.." kata Linda sembari menarik tangan Elkhan.


Teman-teman Linda pun memberi waktu untuk Elkhan dan Linda berduaan.


Saat Kimora melihat keberadaannya. Elkhan hanya melirik dengan tersenyum kecil. Dia merasa telah berhasil membuat Kimora cemburu.


Tapi ternyata Kimora justru berjalan mendekati mereka. "Kalian disini juga?" tanya Kimora yang mengagetkan Linda.


"Lo?" Linda memicingkan matanya. Tak lama dia ingat siapa Kimora.


"Ah gue inget, lo Ara kan? Pacarnya El?" tanya Linda. Dia ingat siapa Kimora.


"Maaf, lo jangan salah paham. Gue nggak sengaja ketemu sama El." Linda terlihat ketakutan saat Kimora berjalan mendekat.


Akan tetapi, Kimora bukan marah malah tersenyum. "Tenang, gue sama El udah putus kok. Jadi kalaupun kalian kencan, gue nggak masalah. Santai saja." kata Kimora.


"Putus??" Linda nampak terkejut mendengar bahwa Kimora dan Elkhan sudah putus.


"Iya.. Nanti kalau kalian jadian jangan lupa pajak jadiannya.." kata Kimora dengan tersenyum. Dia bahkan tidak nampak sedih sama sekali.


"Have fun ya, gue kesana dulu." Kimora segera balik badan. Dia meninggalkan Elkhan dan Linda yang mematung.


Mata Elkhan membesar saat Kimora melangkah dengan yakin meninggalkannya. Semakin kesal saat melihat Kimora tersenyum dan justru memberinya semangat untuk segera jadian dengan Linda.


Hati Kimora sebenarnya terasa sakit. Rasanya bagai tertusuk ribuan duri. Tapi dia tetap berusaha untuk tenang.


Hal yang paling menyakitkan ialah saat kamu mampu tersenyum dan memberi semangat kepada orang yang kamu cintai untuk menjalin hubungan dengan orang lain.


Kimora segera mengambil tas-nya kemudian mengajak teman-temannya untuk segera meninggalkan tempat tersebut. "Gue capek.." katanya.


Tetapi, teman-temannya tahu apa yang Kimora rasakan. Dia bahkan sama sekali tidak menoleh ke arah Elkhan kembali.


Kimora meninggalkan tempat tersebut diikuti oleh teman-temannya yang lain. Juga, diikuti oleh Elkhan.


Elkhan, mengejar Kimora juga. Dan dengan paksa, dia menarik tangan Kimora. Membuat Kimora dan teman-temannya terkejut. Begitu juga Linda yang berusaha mengejarnya. Tapi Elkhan sama sekali tidak peduli.


"Apa yang lo lakuin?" Kimora menarik tangannya tapi Elkhan lebih erat menggenggam pergelangan tangannya.

__ADS_1


Tanpa menjawab, Elkhan terus menarik tangan Kimora. Bahkan tidak peduli dengan teriakan Kimora. "Lepasin El, sakit.." erang Kimora.


"Naik!" pinta Elkhan.


Elkhan meminta Kimora untuk naik ke motornya. "Nggak.." namun Kimora menolak.


"Lo tinggalin cewek lo hanya demi ini?" tanya Kimora dengan marah.


Tanpa peringatan Elkhan langsung memeluk Kimora. Bahkan tanpa berkata apapun juga. Hanya terdengar isakan tangisnya.


Hati Kimora menjadi iba. Tanpa sadar tangannya terangkat ingin membalas pelukan Elkhan. Akan tetapi, tiba-tiba dia tersadar bahwa mereka sudah bukan sepasang kekasih lagi.


"El, lepasin! Banyak orang yang lihat.." katanya. Elkhan tetap diam saja.


"El, lo harus hargai perasaan Linda. Jangan seperti ini!" kata Kimora lagi. Tapi tetap saja, Elkhan tetap diam.


"El, ah.." Kimora menggerakan tubuhnya. Barulah Elkhan melepas pelukannya. Menatap Kimora dengan lekat.


"Gue anter pulang!" kata Elkhan.


"Nggak.." Kimora menolak permintaan Elkhan.


"El, kita udah putus. Jadi jangan seperti ini lagi! Kasihan pacar lo." kata Kimora.


Elkhan tidak menjawab. Tapi malah mengangkat Kimora dan membawanya naik ke motornya. Kimora berteriak-teriak tapi tidak bisa melawan kekuatan Elkhan.


Dan, karena banyak yang melihat. Mau tidak mau Kimora hanya bisa nurut. Karena tidak mau membuat kegaduhan.


Akan tetapi, Elkhan membelokan motornya di sebuah kafe yang sangat Kimora kenal. Ya, kafe Moon, tempat biasa dia nongkrong dengan teman-temannya.


"Temenin gue makan!" kata Elkhan.


Tapi, karena Kimora hanya diam saja. Elkhan pun bersiap mengangkat Kimora kembali. "Iya.." kata Kimora dengan cepat.


Elkhan pun menggandeng tangannya masuk ke dalam kafe. Elkhan memesan makanan dan minuman kesukaan Kimora. "Makan yang banyak! Lo kelihatan kurus." kata Elkhan.


Benar, karena akhir-akhir ini Kimora tidak makan dengan teratur. "Lo juga kurus." kata Kimora. Dia juga melihat Elkhan yang nampak kurus.


Selesai makan, Elkhan mengantar Kimora sampai ke rumah. Sikap Kimora masih saja dingin. "Gue langsung pulang ya?" kata Elkhan dengan lembut sembari menyentuh kepala Kimora.


"Hmm.. gue juga capek.." jawab Kimora.

__ADS_1


Elkhan pun segera meninggalkan rumah Kimora. Sementara Kimora memutar bola matanya. "Waktu itu aja mutusin gue, marah tanpa sebab. Sekarang sok baik, sok perhatian. Maunya apa sih?" gumam Kimora dengan kesal.


__ADS_2